Cara Menghitung Masa Subur Setelah Keguguran Agar Cepat Hamil

Usahakan tidak terlalu larut dalam kesedihan dan mulai kembali program agar cepat hamil

30 Januari 2019

Cara Menghitung Masa Subur Setelah Keguguran Agar Cepat Hamil
Freepik/makyzz

Setiap ibu hamil tentu ingin sekali kandungannya bisa terus sehat dan berkembang normal hingga proses persalinan. 

Tidak ada satupun calon orangtua yang mau kehilangan anaknya saat masih berada di dalam kandungan alias keguguran. Ketika keguguran, setiap perempuan tentu memiliki reaksi yang berbeda-beda. Ada yang ingin segera hamil kembali serta tidak mau melakukan kesalahan serupa, tetapi ada juga yang takut untuk hamil lagi. 

Mungkin banyak dari Mama yang bertanya-tanya mengenai seberapa cepat kemungkinan untuk hamil kembali setelah keguguran. WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan ada baiknya menunggu untuk hamil kembali sampai enam bulan setelah keguguran. Beberapa penelitian mengatakan bahwa terlalu cepat kembali hamil dalam kurun waktu enam bulan dapat meningkatkan beberapa kemungkinan seperti anemia, kelahiran prematur hingga berat badan bayi terlahir rendah.  

Meskipun begitu dilansir dari Healthline, efek keguguran memang akan memengaruhi siklus menstruasi. Ovulasi paling cepat dapat terjadi dua minggu pasca keguguran. Pendarahan bisa berlangsung lama bila keguguran terjadi pada trimester pertama atau trimester kedua. 

Tidak perlu khawatir karena perdarahan berkurang dan kadar hormon dalam tubuh kembali normal, sehingga siklus menstruasi bisa berlanjut. Mengetahui siklus menstruasi menjadi salah satu hal terpenting untuk memastikan kapan masa subur kembali setelah keguguran. 

Perlu diketahui bahwa siklus menstruasi akan kembali terjadi dalam kurun waktu 4-6 minggu pasca keguguran. 

Untuk yang ingin segera hamil kembali, kali ini Popmama.com sudah merangkum beberapa informasi cara dalam menghitung masa subur setelah keguguran. 

1. Perlu mengenal jangka waktu selama siklus menstruasi 

1. Perlu mengenal jangka waktu selama siklus menstruasi 
Unsplash/Estée Janssens

Seperti yang dilakukan banyak orang, menandai tanggal menstruasi pada kalender seolah sudah menjadi sebuah kebiasaan. Ini berguna agar dapat mengenali lama jangka waktu pada siklus menstruasi dalam satu periode. 

Normalnya siklus menstruasi berlangsung selama 21-35 hari. Siklus menstruasi ini bisa dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi periode berikutnya. Mama bisa melakukan perhitungan siklus menstruasi selama beberapa bulan untuk memastikan dan melihat konsistensi jangka waktu di masing-masing periode. 

Bila mengalami perdarahan ringan yang tidak termasuk ke dalam menstruasi, beri tanda pada kalender dengan sejumlah keterangan. Selain bisa mengetahui kondisi yang terjadi pada siklus menstruasi, catatan dan informasi keterangan ini tentu akan memudahkan dalam mengetahui kapan masa subur dan ovulasi sekiranya datang.

Baca juga: Penyebab Siklus Menstruasi 40 Hari, Apakah Ada Sesuatu yang Salah?

Baca juga: 5 Cara Jitu Mengembalikan Siklus Haid yang Tidak Teratur

Editors' Picks

2. Mengenali tanda-tanda masa subur melalui tiga metode

2. Mengenali tanda-tanda masa subur melalui tiga metode
Unsplash/rawpixel

Selain melakukan perhitungan menggunakan kalender, Mama bisa mengenai tanda-tanda datangnya masa subur melalui beberapa cara lain yang bisa diamati sendiri dari berbagai tanda seperti: 

  • Menggunakan alat deteksi ovulasi 

Untuk beberapa perempuan, mungkin ada yang merasa kesulitan karena memiliki siklus menstruasi kurang teratur. Akibatnya sulit sekali dalam mendeteksi kapan tubuh akan melakukan ovulasi setiap bulannya. 

Dalam mengatasi permasalahan ini, Mama bisa menggunakan alat deteksi ovulasi. Alat yang dijual bebas di apotek ini dapat membantu dalam mendeteksi terjadinya ovulasi. 

Pemeriksaan dan mengenali tanda-tanda masa subur bisa dilakukan sendiri di rumah menggunakan alat deteksi ovulasi. Caranya cukup sederhana karena hanya melalui tes urine. 

  • Menggunakan metode suhu basal

Pengukuran suhu tubuh menggunakan metode suhu basal bisa dilakukan setiap pagi hari. Usahakan untuk melakukan metode ini sebelum beranjak dari tempat tidur. 

Saat terlihat tanda-tanda ovulasi, maka suhu basal tubuh akan akan meningkat 0,3 hingga 0,5 derajat celsius. 

  • Menggunakan metode lendir serviks

Mama mungkin sudah mengetahui kalau lendir serviks merupakan cairan kental yang keluar dari rahim melalui vagina. Lendir pada serviks ini berguna untuk mengenali masa subur. 

Untuk mengetahuinya, cairan vagina yang diproduksi setelah menstruasi perlu diamati dengan baik. Bila terjadi ovulasi, tubuh akan memproduksi cairan vagina berwarna bening dan cair. Jika diperhatikan cairan ini akan menyerupai putih telur. 

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Perempuan dengan Siklus Haid Teratur

Baca juga: 7 Rekomendasi Aplikasi untuk Melihat Informasi Terkait Siklus Haid

3. Mengenal perubahan tubuh ketika ovulasi

3. Mengenal perubahan tubuh ketika ovulasi
Freepik

Beberapa perempuan terkadang kurang menyadari hadirnya masa subur. Untuk itu, perlu sekali menyadari beberapa kemunculan sebagai tanda-tanda ovulasi. 

Kepekaan terhadap perubahan kondisi tubuh perlu dilakukan seperti banyaknya lendir pada vagina, terjadi kram ringan atau nyeri di salah satu sisi panggul, payudara terasa nyeri hingga perubahan suhu tubuh yang semakin tidak stabil.

Bila Mama ingin lebih akurat dalam menghitung masa subur, ada baiknya untuk berkonsultasi juga lebih lanjut dengan dokter. Tanyakanlah berbagai hal mengenai siklus menstruasi usia keguguran dan cara mudah dalam menghitung masa subur. Hal ini agar dapat memastikan masa kondisi tubuh yang sesungguhnya usai mengalami keguguran. 

Perlu diingat, pasca keguguran akan mengubah siklus menstruasi yang sebelumnya alami menjadi kurang teratur. Biasanya usai 3-6 kali siklus menstruasi rutin terjadi setiap bulan, perlahan-lahan Mama akan mengenal perhitungan masa subut yang lebih pasti. 

Semoga beberapa informasi kali ini bisa membantu ya, Ma!

Baca juga: Mama Ingin Cepat Hamil? Ada 5 Cara Mendeteksi Ovulasi