Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Hamil Jadi Obat Terbaik untuk Endometriosis
Freepik/prostooleh

Intinya sih...

  • Dokter menyarankan segera hamil bagi penderita endometriosis yang sudah menikah

  • Hormon kehamilan membantu meredakan gejala endometriosis

  • Kehamilan meredakan gejala, bukan menyembuhkan sepenuhnya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Endometriosis bisa memengaruhi kesuburan dan menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dari kondisi itu, muncul isu bahwa kehamilan dapat menjadi obat endometriosis.

Dalam video TikTok @dokariepolim, Dr. dr. Arie Adrianus Polim, Msc, DMAS, Sp.O.G., Subsp. F.E.R. memberikan penjelasan langsung mengenai kehamilan pada perempuan dengan endometriosis.

Berikut Popmama.com telah merangkum pembahasan mengenai hamil jadi obat terbaik untuk endometriosis berdasarkan penjelasan dokter. Yuk, simak selengkapnya!

1. Dokter sarankan segera hamil bagi penderita endometriosis yang sudah menikah

Popmama.com/Syabita Salma/AI

Dalam penjelasan yang disampaikan dr. Arie, ditekankan bahwa, pentingnya tidak menunda kehamilan pada perempuan yang sudah memiliki endometriosis dan telah menikah.

Ia menyampaikan secara langsung, “Kalau sudah punya endo, putuskan segera hamil. Itu yang nomor satu.”

Kehamilan dapat membantu menghentikan siklus menstruasi untuk sementara waktu, sehingga pemicu keluhan endometriosis ikut berkurang. Pada sebagian perempuan, masa tanpa menstruasi ini membuat nyeri mereda dan gejala terasa lebih ringan.

Dalam penjelasannya, dr. Arie juga menyebutkan bahwa bila ingin menunda kehamilan, biasanya diperlukan obat penghenti haid untuk sementara waktu.

2. Hormon kehamilan membantu meredakan gejala endometriosis

Freepik/prostooleh

Dilansir dari Mamata Fertility, kehamilan memunculkan perubahan hormon yang signifikan pada tubuh perempuan. Hormon progesteron meningkat dan memiliki efek antiinflamasi, yaitu membantu menekan peradangan pada jaringan endometriosis.

Selain itu, selama hamil tidak terjadi menstruasi sehingga pemicu nyeri dan perdarahan berkurang. Rendahnya aktivitas hormon estrogen tertentu juga dapat memperlambat aktivitas lesi endometriosis.

Pada sebagian perempuan, kombinasi perubahan ini membuat gejala terasa membaik sepanjang kehamilan. Walau respons tiap orang berbeda, masa kehamilan sering dianggap sebagai periode istirahat dari keluhan endometriosis.

3. Kehamilan meredakan gejala, bukan menyembuhkan sepenuhnya

Freepik

Dilansir dari Mamata Fertility, dijelaskan bahwa kehamilan tidak menghilangkan endometriosis secara permanen. Jaringan endometriosis tetap ada di dalam tubuh dan gejala dapat kembali setelah melahirkan ketika siklus haid muncul lagi.

Namun, pengurangan gejala selama kehamilan tetap memberi manfaat karena membantu tubuh beristirahat dari proses peradangan berulang.

Dokter dapat mengombinasikan kehamilan dengan terapi lain sesuai kondisi masing-masing tubuh.

Pemahaman ini penting agar Mama tidak melihat kehamilan sebagai obat satu-satunya, melainkan bagian dari rencana pengelolaan jangka panjang.

Isu mengenai hamil jadi obat terbaik untuk endometriosis menjadi pemahaman bahwa kehamilan dapat membantu meredakan gejala endometriosis melalui perubahan hormon, terutama progesteron.

Saran dokter untuk segera merencanakan kehamilan pada yang sudah menikah bertujuan melindungi peluang kesuburan. Meskipun gejala sering membaik, endometriosis tidak hilang sepenuhnya sehingga tetap perlu perencanaan medis yang matang.

Konsultasi dengan dokter kandungan membantu menentukan langkah yang paling aman dan sesuai kondisi tubuh mama.

Editorial Team