Makanan Berestrogen dan Kebiasaan Ini Dapat Memperparah Endometriosis

- Endometriosis dipengaruhi oleh hormon estrogen
- Kedelai mengandung fitoestrogen, konsumsinya perlu dibatasi
- Kebiasaan seperti mengurut perut dapat memperparah endometriosis
Endometriosis merupakan kondisi kesehatan yang kerap menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan pada perempuan, terutama saat menstruasi. Kondisi ini nggak hanya dipengaruhi oleh faktor hormonal, tetapi juga berkaitan erat dengan pola makan dan kebiasaan sehari-hari.
Tanpa disadari, beberapa jenis makanan mengandung estrogen serta kebiasaan tertentu dapat memicu peradangan dan memperparah gejala endometriosis. Oleh karena itu, memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sejak dini menjadi langkah penting agar tubuh tetap terasa lebih nyaman, Ma.
Popmama.com sudah merangkum mengenai makanan yang tinggi estrogen dan kebiasaan yang dapat memperparah endometriosis. Yuk simak bersama!
Table of Content
1. Endometriosis berkaitan erat dengan hormon estrogen

Dilansir dari penjelasan akun TikTok @dokariepolim, dr. Arie Adrianus Polim, D.MAS, Sp.OG (K) menjelaskan bahwa pada dasarnya endometriosis sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Hormon inilah yang dapat merangsang pertumbuhan jaringan endometriosis di luar rahim, sehingga memicu nyeri dan peradangan.
Karena berkaitan dengan estrogen, penderita endometriosis dianjurkan untuk lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Makanan yang mengandung atau dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh sebaiknya dikonsumsi secara terbatas agar gejala nggak semakin memburuk.
2. Kedelai mengandung fitoestrogen, konsumsinya perlu dibatasi

Dr. Arie menjelaskan bahwa estrogen alami atau fitoestrogen banyak ditemukan pada kacang kedelai, seperti tempe, tahu, dan olahan sejenisnya. Makanan ini memang menjadi bagian dari konsumsi harian masyarakat Indonesia dan nggak sepenuhnya harus dihindari.
Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, fitoestrogen dari kedelai dapat menjadi bahan bakar bagi endometriosis. Inilah sebabnya penderita endometriosis disarankan untuk mengurangi porsinya, bukan menghentikannya secara total, agar keseimbangan hormon tetap terjaga.
3. Selain makanan, kebiasaan ini juga berpengaruh pada endometriosis

Selain memperhatikan asupan makanan, penderita endometriosis juga perlu lebih peka terhadap kebiasaan sehari-hari. Beberapa jenis makanan yang disuntik hormon diketahui dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh dan berpotensi memperparah peradangan.
Tak hanya itu, kebiasaan mengurut perut yang masih sering dilakukan untuk meredakan nyeri sebaiknya dihindari.
Tekanan saat diurut dikhawatirkan dapat menyebabkan jaringan endometriosis menyebar ke area perut lainnya, sehingga kondisi justru semakin memburuk.
Memahami pemicu endometriosis menjadi langkah penting agar Mama dapat mengelola kondisi ini dengan lebih bijak.
Dengan membatasi makanan berestrogen, lebih selektif memilih asupan harian, serta menghindari kebiasaan yang berisiko, Mama dapat membantu mengurangi keluhan yang dirasakan.
Setiap tubuh memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga penting untuk selalu mendengarkan sinyal dari tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga medis bila diperlukan. Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, Mama tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan berkualitas.


















