Kebiasaan merokok berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan, termasuk berkaitan dengan penurunan kesuburan dan penuaan ovarium yang lebih cepat. Sementara itu, konsumsi alkohol bisa mengganggu kesehatan dan berisiko selama kehamilan, terutama ketika seseorang belum menyadari bahwa dirinya sedang hamil.
Salah satu penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine menjelaskan kalau perempuan yang merokok memiliki tingkat keberhasilan kehamilan melalui program bayi tabung (IVF) sekitar 50% lebih rendah dan risiko keguguran sekitar 25% lebih tinggi.
Penelitian donor sel telur juga menunjukkan bahwa kebiasaan merokok, narkoba, dan minuman alkohol bisa memengaruhi peluang keberhasilan kehamilan melalui kualitas sel telur.
Nah, maka dari itu, menjaga kesehatan sel telur bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, ya. Langkah-langkah ini bisa membantu mendukung kesehatan reproduksi saat mempersiapkan kehamilan.
Bagi yang ingin cepat hamil, memahami cara memperbesar dan menyuburkan sel telur juga perlu untuk melakukan pemeriksaan kesuburan ke dokter agar mendapatkan saran sesuai kondisi kesehatan reproduksi.
Jadi, apakah sudah mencoba cara-cara di atas?