Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik.com/freepik
Freepik.com/freepik

Intinya sih...

  • Obat antidepresan seperti fluoxetine dan setraline dapat mengganggu gairah seksual dan fungsi ovulasi, serta menurunkan kualitas sperma pada pria.

  • Obat Anti-inflamasi Non-Steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen dapat mengganggu proses ovulasi jika digunakan dalam jangka panjang.

  • Obat kemoterapi seperti cisplatin bisa merusak ovarium dan menyebabkan menopause dini, serta menurunkan produksi sperma pada pria secara drastis.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika sedang merencanakan kehamilan, tentu ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satu yang sering terlewat adalah pengaruh dari obat-obatan yang dikonsumsi.

Sebab faktanya, beberapa jenis obat tertentu dapat mengganggu keseimbangan hormon atau fungsi organ reproduksi, sehingga bisa menghambat kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

Beberapa obat ini sebenarnya tidak berbahaya jika digunakan sesuai anjuran, namun jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan medis, bisa memberikan efek samping terhadap sistem reproduksi.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui jenis obat-obatan yang bisa menghambat kesuburan, supaya terhindar dari risikonya. 

Simak informasi selengkapnya di Popmama.com!

1. Obat antidepresan seperti fluoxetine dan setraline

Freepik.com/freepik

Obat antidepresan, terutama jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) seperti fluoxetine dan sertraline, diketahui bisa mengganggu gairah seksual dan fungsi ovulasi.

Beberapa studi menyebutkan bahwa, SSRIs dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi dan menyebabkan gangguan pada siklus haid wanita.

Sementara itu menurut Mayo Clinic, SSRIs juga dapat menurunkan kualitas sperma pada pria. Kondisi ini tentunya bisa memengaruhi program hamil yang sedang kamu jalani bersama pasangan. 

2. Obat Anti-inflamasi Non-Steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen

Freepik/jcomp

Obat-obatan seperti ibuprofen dan naproxen, jika digunakan dalam jangka panjang, dapat mengganggu proses ovulasi.

Healthline melaporkan bahwa, NSAID dapat menekan produksi prostaglandin, senyawa yang penting dalam pelepasan sel telur dari ovarium. Ini berarti, ovulasi bisa tertunda atau bahkan tidak terjadi sama sekali saat obat digunakan secara berlebihan.

3. Obat kemoterapi seperti cisplatin

Freepik.com

Obat kemoterapi memang digunakan untuk pengobatan kanker, tetapi efek sampingnya pada sistem reproduksi sangat signifikan. Banyak obat kemoterapi seperti cyclophosphamide dan cisplatin bisa merusak ovarium dan menyebabkan menopause dini.

Pada pria, obat kemoterapi bisa menurunkan produksi sperma secara drastis. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa, dampak obat ini pada kesuburan bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung dosis dan jenis obat yang digunakan. 

4. Obat antipsikotik seperti haloperidol dan risperidone

Freepik

Obat-obatan antipsikotik, terutama yang bekerja dengan memblokir dopamin seperti haloperidol dan risperidone, dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin. Prolaktin yang terlalu tinggi dapat mengganggu ovulasi dan siklus menstruasi.

Menurut WebMD, kadar prolaktin tinggi atau hiperprolaktinemia yang disebabkan oleh obat antipsikotik merupakan salah satu penyebab infertilitas yang umum pada wanita.

5. Obat steroid (Kortikosteroid) seperti prednison

Pexels/Suzy Hazelwood

Kortikosteroid seperti prednison yang digunakan untuk mengatasi peradangan kronis, jika digunakan dalam jangka panjang, dapat menekan fungsi hipotalamus dan kelenjar pituitari.

Hal ini bisa berdampak pada produksi hormon reproduksi seperti FSH dan LH yang penting untuk ovulasi, pada tubuh perempuan. Sementara pada laki-laki, steroid juga bisa menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma.

National Health Service (NIH) menegaskan bahwa, efek ini biasanya terjadi pada penggunaan dosis tinggi dan dalam waktu lama.

Nah, itulah beberapa obat-obatan yang bisa menghambat kesuburan. Memahami efek samping dari obat-obatan sangat penting saat merencanakan kehamilan.

Jika kamu sedang mengonsumsi obat tertentu secara rutin, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter sebelum menjalani program hamil, ya!

Editorial Team