Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Gejala Disfungsi Dasar Panggul, Jangan Diabaikan, Ma!

Mengenal Gejala Disfungsi Dasar Panggul, Jangan Diabaikan, Ma!
Magnific/benzoix
Intinya Sih
  • Disfungsi dasar panggul terjadi saat otot panggul melemah atau tidak terkoordinasi, mengganggu fungsi organ seperti rahim, kandung kemih, dan usus pada perempuan.
  • Gejala umum meliputi sensasi ganjalan di area intim, buang air kecil atau besar yang terasa tidak tuntas, serta ketidaknyamanan saat berhubungan intim.
  • Pakar menekankan pentingnya mengenali sinyal tubuh sejak dini dan segera berkonsultasi ke dokter uroginekologi agar kondisi dapat ditangani melalui terapi atau latihan otot panggul.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Memiliki tubuh yang sehat dan berfungsi dengan optimal adalah dambaan setiap perempuan, terutama bagi Mama yang menjalani peran aktif setiap harinya. Namun, terkadang ada bagian tubuh yang jarang terpikirkan namun memiliki peran sangat krusial, yaitu otot dasar panggul. Otot-otot ini berfungsi seperti "penyangga" atau hammock yang menopang organ panggul Mama, termasuk rahim, kandung kemih, dan usus, sehingga semuanya tetap berada di posisi yang benar.

Sayangnya, banyak dari kita yang sering melewatkan tanda-tanda awal ketika otot-otot penyangga ini mulai mengalami penurunan fungsi. Kondisi ini yang kemudian dikenal dengan istilah disfungsi dasar panggul. Mengutip dari Cleveland Clinic, disfungsi dasar panggul terjadi ketika otot-otot di area panggul melemah, menegang secara berlebihan, atau tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga mengganggu aktivitas fisiologis sehari-hari.

Hal yang paling menantang dari gangguan ini adalah sifatnya yang seringkali "diam" pada fase awal. Banyak perempuan yang belum menyadari atau belum ngeh bahwa gejala-gejala kecil yang muncul sebenarnya merupakan sinyal awal dari masalah dasar panggul. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa berdampak signifikan pada kualitas hidup Mama, mulai dari kenyamanan saat beraktivitas fisik hingga masalah keintiman bersama Papa.

Penting sekali bagi Mama untuk lebih "mendengarkan" sinyal-sinyal halus yang diberikan oleh tubuh. Melalui berbagai edukasi kesehatan, para ahli terus mengingatkan agar kamu tidak mengabaikan perubahan kecil yang terjadi pada fungsi organ panggul.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa gejala yang perlu Mama waspadai!

Table of Content

1. Sensasi ganjalan di area kemaluan

1. Sensasi ganjalan di area kemaluan

Mengenal Gejala Disfungsi Dasar Panggul, Jangan Diabaikan, Ma! 2.jpg
Magnific/katemangostar

Sering merasa ada sesuatu yang mengganjal di area intim? Rasanya mungkin cukup spesifik, seperti ada benda asing yang tertahan di sana, atau merasa area tersebut penuh meski tidak ada apa-apa ya, Ma. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan pelvic organ prolapse, di mana organ panggul mulai turun dari posisi aslinya.

Terkait gejala awal ini, dr. Gita Nurul, Sp.OG (K) Uroginekologi-Rekonstruksi, dalam podcast Gritte Agatha Heart to Health mengungkapkan bagaimana sensasi tersebut muncul.

"Jadi kita bisa memantau keluhan-keluhan terkait disfungsi dasar panggul ini. Misalnya, kok terasa ada ganjel ya di dalam kemaluan. Pas duduk nih kayak ngedudukin balon. Kayak ganjel, tapi benda yang ganjel tuh seperti balon," jelasnya.

Sensasi seperti "menduduki balon" ini terjadi karena otot dasar panggul yang tadinya kokoh kini tidak lagi mampu menahan tekanan intra-abdomen dengan sempurna. Jika Mama mulai merasakan sensasi tidak nyaman ini, apalagi saat sedang duduk, jangan langsung mengabaikannya ya, Ma, karena ini adalah tanda bahwa struktur pendukung panggul Mama sedang mengalami kelelahan otot.

2. Buang air kecil yang terasa tidak tuntas

Mengenal Gejala Disfungsi Dasar Panggul, Jangan Diabaikan, Ma! 3.jpg
Magnific/kroshka__nastya

Bagi kebanyakan orang, buang air kecil adalah proses yang cepat, efisien, dan memberikan rasa lega setelahnya. Namun, pada penderita disfungsi dasar panggul, proses ini sering kali menjadi sangat menyebalkan karena rasa tidak tuntas yang terus menerus muncul atau dikenal dengan istilah incomplete emptying.

Dr. Gita Nurul menambahkan bahwa gangguan ini sangat khas dirasakan saat Mama sedang beraktivitas sehari-hari.

"Kalau misalnya kita kencing, rasanya kok nggak tuntas ya, kaya nyisa terus gitu. Kencing kan kita maunya kencing lalu tuntas ya, lega. Nah ini kalau misalnya kita ada disfungsi dasar panggul, kencingnya rasanya tidak tuntas, atau masih ada yang nyisa aja," tambahnya.

Menurut National Association for Continence, kondisi ini terjadi karena otot dasar panggul tidak mampu melakukan relaksasi secara sinkron. Jika Mama sering harus bolak-balik ke toilet karena merasa belum "plong", ini adalah lampu kuning yang harus segera dikonsultasikan ke dokter spesialis uroginekologi sebelum menjadi masalah yang lebih menetap.

3. Kesulitan atau rasa tidak tuntas saat BAB

Mengenal Gejala Disfungsi Dasar Panggul, Jangan Diabaikan, Ma! 4.jpg
Magnific/stefamerpik

Gejala disfungsi dasar panggul tidak hanya memengaruhi saluran kemih, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan saluran pencernaan. Seringkali, penderita merasa sulit mengeluarkan feses, atau merasa masih ada sisa meski sudah mencoba berkali-kali di toilet.

Masih dalam pembahasan yang sama di podcast Gritte Agatha Heart to Health, dr. Gita Nurul menjelaskan bahwa gangguan buang air besar juga menjadi indikator penting.

"Demikian juga kalau buang air besar, rasanya sulit untuk mengeluarkan fesesnya atau rasanya masih nyisa. Setelah BAB kayaknya nggak tuntas, nggak plong," ungkap dr. Gita.

Ketidakmampuan otot untuk berkoordinasi secara efektif saat proses defekasi bisa memicu konstipasi kronis yang sangat mengganggu. Menurut penelitian dari World Health Organization (WHO) mengenai kesehatan perempuan, gangguan dasar panggul yang tidak ditangani dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis, karena rasa tidak nyaman di area panggul yang terus-menerus bisa memicu stres bagi Mama.

4. Keluhan saat berhubungan intim

Mengenal Gejala Disfungsi Dasar Panggul, Jangan Diabaikan, Ma! 5.jpg
Magnific/jcomp

Kesehatan dasar panggul memiliki kaitan erat dengan kualitas kehidupan seksual Mama dan Papa. Sayangnya, banyak perempuan merasa enggan membicarakan hal ini karena tabu, padahal nyeri atau rasa tidak nyaman saat berhubungan adalah indikator kesehatan yang sangat vital.

Mengenai dampak pada hubungan intim, dr. Gita Nurul menuturkan bahwa keluhan bisa sangat beragam.

"Saat hubungan suami istri ada keluhan. Bisa keluhannya terasa longgar, terasa tidak nyaman atau bahkan ada yang mengeluhkan nyeri," kata dr. Gita.

Hal ini menunjukkan bahwa otot dasar panggul yang tidak berfungsi dengan baik dapat memengaruhi kepuasan seksual. Rasa "longgar" sering kali muncul akibat otot yang melemah, sementara rasa nyeri muncul karena otot yang justru mengalami spasme atau terlalu kaku.

Dr. Gita juga mengingatkan bahwa pada stage awal, banyak perempuan belum "ngeh" ada masalah, maka sangat penting bagi Mama untuk lebih peka terhadap perubahan sekecil apa pun pada tubuh, terutama jika keintiman mulai terganggu.

Memahami gejala-gejala di atas adalah langkah awal yang sangat berharga untuk menjaga kesehatan panggul jangka panjang. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, kabar baiknya adalah banyak dari kondisi ini dapat ditangani secara efektif melalui fisioterapi panggul, latihan penguatan otot yang terarah, hingga prosedur medis yang lebih spesifik jika kondisi sudah lebih lanjut.

Kuncinya adalah jangan malu dan jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis uroginekologi jika Mama merasakan gejala-gejala tersebut. Tubuh kita adalah aset yang berharga, jadi mari kita jaga kesehatannya dengan penuh kasih sayang dan kesadaran diri.

Kalau Mama sendiri, apakah pernah merasakan salah satu dari gejala di atas belakangan ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More