Waktu Tepat untuk Bercinta, Ini Tanda Kamu Sedang Alami Masa Subur

Sadari saat kamu sedang berada dalam masa subur, agar peluang hamil semakin tinggi

8 Juni 2021

Waktu Tepat Bercinta, Ini Tanda Kamu Sedang Alami Masa Subur
Pexels/Pixabay

Penting bagi Mama untuk mengetahui dan menyadari apakah Mama sedang mengalami masa subur atau tidak.Terutama bagi Mama yang sedang merencanakan kehamilan. 

Dengan kesadaran ini, Mama akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan hasil dua garis biru pada test pack. 

Mengapa? Masa subur bagi Mama saat menjelang ovulasi. Ovulasi terjadi ketika indung telur atau ovarium melepaskan sel telur yang sudah siap dibuahi oleh sperma. Lalu, ketika sel telur berovulasi, sperma menunggu di saluran tuba untuk membuahi sel telur tersebut.

Itu mengapa saat berhubungan seksual dilakukan pada masa subur, kemungkinan pembuatan akan tinggi.

Namun sayangnya, banyak yang belum menyadari tanda-tanda saat mengalami masa subur. Padahal tanda-tanda tersebut bisa Mama kenali dengan mudah. 

Berikut Popmama.com rangkum ini dia tanda-tanda saat Mama sedang mengalami masa subur. Simak ya, Ma!

1. Hasil positif pada alat tes ovulasi

1. Hasil positif alat tes ovulasi
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Tanda pertama yang sering Mama tidak sadari saat sedang mengalami masa subur yaitu dengan ditandai hasil yang positif pada alat tes ovulasi. Prediksi pada test ovulasi sama dengan test kehamilan.

Mama bisa melakukannya dengan meletakkan strip test saat mama sedang buang air kecil. Setelah itu, akan muncul dua garis yang memberikan jawaban. 

Cara membacanya, hasil yang positif akan ditandai dengan garis tes yang lebih gelap daripada garis kontrol. Ini menandakan Mama sedang berovulasi dan menjadi waktu yang tepat untuk Mama melakukan hubungan seksual.

2. Perubahan pada lendir serviks saat masa subur

2. Perubahan lendir serviks saat masa subur
Pexels/Cottonbro

Ketika Mama mendekati masa ovulasi, sekresi yang ada di dekat serviks yaitu lendir serviks akan meningkat. Tidak hanya meningkat, akan ada perubahan seperti putih telur yang mentah. 

Fungsi dari peningkatan kualitas lendir serviks yang subur membuat sperma dapat berenang ke atas yaitu ke dalam sistem reproduksi wanita. 

Penting bagi Mama untuk memeriksa tekstur dari lendir serviks tersebut. Ketika lendir serviks basah dan menjadi seperti putih telur, bisa menjadi waktu yang pas untuk berhubungan seksual agar keinginan Mama memiliki anak menjadi lebih besar peluang terwujudnya.

Editors' Picks

3. Perubahan posisi serviks

3. Perubahan posisi serviks
Pexels/Cottonbro

Perubahan pada posisi serviks memang tidak langsung terlihat dan sulit untuk diketahui secara langsung. Bahkan, membuat tanda ini menjadi tidak disadari oleh Mama. 

Serviks bergeser pada posisi dan berubah sepanjang siklus Mama sedang menstruasi. Namun, perubahan ini dapat Mama lacak. 

Sebelum terjadinya ovulasi, serviks akan bergerak ke atas. Perubahan lainnya yaitu serviks akan lebih lembut jika disentuh dan sedikit lebih terbuka. Keadaan ini berbeda ketika Mama sedang tidak di masa subur yaitu serviks akan lebih rendah, keras, dan tertutup.

Hal ini penting bagi Mama untuk mengetahuinya dengan cara memeriksanya. Mulai dari kondisi serviks hingga mengevaluasi dari perubahan lendir serviks untuk mengetahui apakah Mama sedang di dalam masa subur.

4. Peningkatan suhu tubuh basal

4. Peningkatan suhu tubuh basal
Pexels/Polina Tankilevitch

Tanda ini sering kali tidak disadari oleh Mama. Suhu tubuh basal adalah saat tubuh sedang beristirahat. Tidak hanya beristirahat saja, tapi bisa juga saat suhu paling rendah di dalam satu hari tersebut. 

Dengan peningkatan suhu tubuh basal, Mama bisa memeriksa apakah mama sedang masa subur atau tidak. Ukurlah suhu tubuh basal dari sebelum ovulasi dan setelah ovulasi.

Suhu tubuh basal (BBT) sebelum ovulasi berada di sekitar 36,1 sampai 36,4 derajat Celcius. Berbeda dengan BBT pada saat ovulasi. Adanya peningkatan sekitar 0,4 hingga 1 derajat. Tandanya yakni saat Mama sedang berovulasi, suhu tubuh basal sekitar 36,4-37 derajat Celcius.

Maka, Mama perlu memperhatikan suhu basal tubuh agar mengetahui kapan Mama berada di masa subur.

5. Peningkatan hasrat seksual

5. Peningkatan hasrat seksual
Pexels/Ketut Subiyanto

Tanda ini wajar dirasakan ketika Mama sedang mengalami masa subur. Peningkatan hasrat seksual pada masa ovulasi sering kali dirasakan oleh perempuan. 

Nafsu seksual pada perempuan akan memuncak saat masa ovulasi atau subur. Hal ini dipicu karena tubuh manusia secara biologis sudah dibuat untuk melakukan reproduksi yaitu memiliki keturunan. Maka, saat ovulasi Mama akan lebih merasakan keinginan untuk berhubungan seksual.

Namun, tanda ini kurang akurat sehingga tidak bisa dijadikan tolak ukur. Mama harus melihat tanda-tanda lainnya sebagai patokan.

6. Payudara melembut, nyeri, dan lebih sensitif

6. Payudara melembut, nyeri, lebih sensitif
freepik

Pernahkah Mama merasakan hal ini? Namun anehnya, tidak selalu terjadi. Hal ini disebabkan karena adanya hormon yang diproduksi tubuh Mama setelah ovulasi. 

Tanda ini bisa menjadi acuan Mama untuk memastikan apakah Mama sedang berada di masa subur yang mana sel telur matang siap untuk dibuahi. 

Hormon estrogen menyebabkan saluran pada payudara menjadi lebih besar dari sebelumnya. Berbeda dengan hormon progesteron yang menyebabkan kelenjar susu menjadi lebih bengkak. 

Namun, Mama harus rajin periksa kondisi payudara agar memiliki payudara yang sehat dan terbebas dari penyakit.

7. Nyeri panggul dan perut bagian bawah

7. Nyeri panggul perut bagian bawah
Pexels/Sora Shimazaki

Tidak hanya saat menstruasi saja, tetapi saat Mama di masa subur juga mengalami nyeri pada panggul dan perut bagian bawah. 

Mittelschmerz adalah nama lain dari sakit yang dirasakan Mama pada bagian perut dan panggul.

Namun, Mama tetap harus periksa ke dokter kalau sudah merasakan nyeri yang parah agar ditangani lebih serius. 

Itulah 7 tanda saat Mama sedang mengalami masa subur yang sering kali Mama tidak sadari yang telah Popmama.com rangkum.

Dengan Mama menyadari tanda-tanda tersebut, peluang untuk kehamilan yang diinginkan akan lebih besar.

Tetap semangat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.