7 Penyebab Menurunnya Kesuburan Perempuan

Kesulitan memiliki buah hati bisa terjadi karena menurunya kesuburan pada perempuan

2 Mei 2021

7 Penyebab Menurun Kesuburan Perempuan
Freepik/pressfoto

Kehadiran buah hati sangat diinginkan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Rasanya kurang lengkap kalau memiliki keluarga kecil tanpa buah hati karena disinilah letak kebahagiaan. Namun, beberapa pasangan ada juga yang mengalami kesulitan memiliki buah hati. 

Bicara mengenai kesulitan untuk hamil, salah satu yang akan dipertanyakan yaitu mengenai kesuburan. Kesuburan pasangan harus dilihat dari sisi suami dan istri, bukan hanya dari salah satu pihak. Untuk wanita, ini beberapa faktor yang sebenarnya bisa menyebabkan penurunan kesuburan.

1. Merokok

1. Merokok
Freepik/nensuria

Pasti akan ada banyak perbedaan di antara wanita yang merokok dan tidak. Perempuan yang aktif merokok tentu bisa menurunkan peluang kehamilan. Salah satu efek bahaya dari rokok adalah infertilitas.

Di mana rokok juga bisa merusak hormon dan DNA yang ada di dalam tubuh. Tak hanya perokok aktif saja yang bisa terjadi penurunan kesuburan, begitu juga dengan perokok pasif. Meskipun tidak merokok, peluang kehamilan pun bisa menjadi sulit akibat menghirup asap rokok di sekitarnya.

2. Obesitas

2. Obesitas
Freepik/asier_relampagoestudio

Dengan banyaknya varian makanan di era sekarang, beberapa orang menjadi kesulitan untuk memiliki pola hidup sehat. Terkadang pola makan yang kurang sehat ini dipicu beberapa hal, seperti melarikan diri dari masalah, memperbaiki mood, hingga tujuan mengurangi tingkat stres.

Pola makan inilah yang membuat berat badan menjadi naik berlebihan sehingga ada perubahan hormonal. Selain itu, obesitas menurunkan fungsi dari ovariumnya.

Editors' Picks

3. Terlalu kurus

3. Terlalu kurus
Freepik/nensuria

Tak hanya berat badan yang berlebihan saja yang mengurangi kesuburan, terlalu kurus juga akan berpengaruh terhadap hormon dalam tubuh. Apapun yang diluar batas normal tentunya akan memiliki dampak. Postur tubuh yang terlalu kurus ternyata bisa menurunnya hormon leptin dimana akan memengaruhi proses menstruasi setiap bulannya.

4. Faktor usia

4. Faktor usia
Freepik/katemangostar

Tingkat kesuburan wanita juga bisa dilihat dari faktor usia.Usia yang sudah menginjak masa menopause akan mengalami kesulitan untuk hamil. Menopause biasanya terjadi di usia yang sudah menginjak 50 tahun ke atas, sehingga tidak bisa lagi memproduksi sel telur. Sebelum memasuki usia menopause, seorang wanita juga akan mengalami gangguan kesuburan yang membuat sel telurnya berkurang.

5. Tingkat stres

5. Tingkat stres
Freepik/yanalya

Tidak hanya kesehatan fisik saja yang memengaruhi penurunan kesuburan, tetapi kesehatan mental juga. Apalagi setiap orang pasti akan mengalami stres dengan berbagai masalah di dalam kehidupannya. Masalah yang terus menumpuk bisa memicu tingkat stres. Kondisi inilah yang akan berdampak ke salah satu bagian otak bernama hipotalamus, padahal hipotalamus bertugas mengatur hormon yang diperlukan saat proses ovulasi.

6. Olahraga terlalu berat

6. Olahraga terlalu berat
Freepik

Saat sedang punya keinginan untuk berolahraga terkadang seseorang jadi sangat semangat. Olahraga memang baik untuk kesehatan, asal dilakukan sesuai dengan porsinya dan tidak menyiksa tubuh. Apalagi ketika ingin cepat mendapatkan buah hati, ada baiknya untuk atur kembali jadwal olahraga agar tidak terlalu berat.

7. Alkohol

7. Alkohol
Freepik/katemangostar

Hati-hati ya untuk kamu yang ingin cepat hamil, tetapi senang minum alkohol. Kandungan yang ada di dalam alkohol bisa menurunkan kesuburan perempuan.

Jika senang dengan sesuatu hal pasti sulit untuk dihilangkan, apalagi kalau sudah kecanduan. Padahal gaya hidup yang senang meminum alkohol, bisa berakibat sama dengan merokok yaitu menyebabkan infertilitas.

Nah, itu beberapa faktor yang bisa menurunkan kesuburan perempuan.

Semoga dengan penjelasan di atas bisa membantu Mama untuk memperbesar kemungkinan hamil ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.