Momen peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Tepat pada Selasa, 21 April 2026, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) secara resmi meluncurkan sebuah gerakan nasional yang sangat krusial bertema SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia). Gerakan ini hadir sebagai langkah nyata dalam memastikan setiap Mama bisa menjalani masa kehamilan hingga momen persalinan dengan standar keamanan yang tinggi, sekaligus menjadi kado bagi masa depan bangsa yang lebih sehat.
Kondisi kesehatan ibu di Indonesia saat ini memang masih memerlukan perhatian lebih, mengingat Angka Kematian Ibu (AKI) masih berada di kisaran 189 per 100.000 kelahiran hidup. Lewat program National SPRIN Summit 2026 yang digelar hari ini di Jakarta, ditegaskan bahwa risiko komplikasi kehamilan dan persalinan bukanlah sesuatu yang tidak bisa dicegah. Sebaliknya, melalui intervensi yang terstruktur dan kolaborasi lintas sektor, setiap nyawa Mama bisa dilindungi dengan akses layanan yang lebih merata.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko selaku perwakilan POGI menjelaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan pilar utama pembangunan negara. Sesuai dengan filosofi "mendidik perempuan berarti mendidik bangsa," gerakan SPRIN yang mulai berjalan efektif per hari ini ditargetkan mampu memperkuat daya saing bangsa melalui lahirnya generasi yang berkualitas. Fokus utamanya jelas, yakni mengawal kesehatan reproduksi perempuan di setiap fase kehidupan agar tidak ada lagi Mama yang harus kehilangan nyawa demi menghadirkan kehidupan baru.
Agar Mama lebih paham bagaimana gerakan ini bekerja untuk melindungi kita semua, berikut Popmama.com bagikan alasan mengapa POGI luncurkan SPRIN untuk pastikan persalinan aman dan bebas dari risiko AKI. Yuk, simak poin-poin pentingnya di bawah ini!
