Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kanker Serviks: Gejala, Cara Deteksi, dan Vaksinasi HPV
Freepik/stefamerpik
  • Kanker serviks sering berkembang tanpa gejala jelas di tahap awal, sehingga banyak perempuan baru menyadarinya saat sudah parah dan mengalami perdarahan tidak normal atau keputihan berbau.
  • Pemeriksaan pap smear penting untuk deteksi dini perubahan sel di leher rahim agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan peluang sembuh meningkat.
  • Vaksinasi HPV efektif mencegah infeksi penyebab utama kanker serviks, diberikan dalam tiga dosis sesuai jadwal untuk perlindungan maksimal terutama sebelum aktif secara seksual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh perempuan. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas di tahap awal, sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika kondisi sudah memasuki tahap lebih lanjut.

Padahal, kanker serviks termasuk jenis kanker yang sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi lebih dini. Melalui pemeriksaan rutin serta vaksinasi HPV, risiko terkena penyakit ini bisa ditekan secara signifikan.

Simak pembahasan selengkapnya bersama Popmama.com menurut penjelasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi.

1. Gejala kanker serviks sering tidak terlihat

Popmama.com/Hari Firmanto

Salah satu tantangan dalam mendeteksi kanker serviks adalah gejalanya yang sering kali tidak terasa di awal. Banyak perempuan merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal perubahan sel di leher rahim sudah mulai terjadi.

Ketika gejala mulai muncul, biasanya tanda yang paling sering dirasakan adalah perdarahan yang tidak normal. Misalnya, keluar darah di luar siklus menstruasi atau tiba-tiba mengalami perdarahan padahal sedang tidak haid.

Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada organ reproduksi.

“Kanker serviks saat awal bisa saja tidak ada gejala. Gejala yang biasa mengarah ke sana itu perdarahan yang abnormal alias biasanya di luar siklus. Padahal kita lagi gak mens, tapi tiba-tiba berdarah,”  kata dr. Elisia Atnil, Sp. O.G, FICS selaku Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Pondok Indah - Puri Indah saat diwawacarai secara eksklusif dalam sesi Popmama Talk edisi Maret 2026. 

2. Perdarahan setelah berhubungan dan keputihan berbau bisa menjadi tanda kanker serviks

Pexels/pexels

Selain perdarahan di luar siklus menstruasi, gejala lain yang perlu diperhatikan adalah perdarahan setelah berhubungan seksual.

Banyak orang menganggap hal ini sepele, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada serviks.

Keputihan yang berbau tidak sedap juga dapat menjadi salah satu gejala yang mengarah pada kanker serviks.

“Atau bisa juga berdarah setelah berhubungan seksual itu bisa jadi tanda adanya kanker serviks. Serta bisa juga keputihan yang berbau busuk, tapi biasanya kalau ada keluhan yang mengarah ke arah sana, itu sudah bisa jadi kanker serviks. Cuman kanker serviks di awal itu sering sekali tidak ada gejala, makanya sangat penting melakukan deteksi dini dengan cara papsmear,” sambungnya. 

3. Pap smear penting untuk deteksi dini kanker serviks

Freepik/freepik

Pap smear merupakan salah satu metode pemeriksaan yang sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk melihat apakah ada perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker.

Deteksi dini melalui pap smear memungkinkan dokter menemukan kelainan sel sebelum berkembang menjadi kanker.

Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang kesembuhan pun menjadi lebih besar.

“Pap smear tidak direkomendasikan dilakukan sebelum menikah, karena papsmear itu memasukkan alat ke dalam vagina. Kalau kita memasukkan alat ke dalam vagina di saat belum aktif secara seksual, berarti alatnya akan merusak selaput dara, jadi memang itu direkomendasikan setelah menikah,” ujar dr. Elisia Atnil, Sp. O.G, FICS. 

4. Vaksin HPV efektif mencegah kanker serviks

Unsplash/Ed Us

Selain deteksi dini, pencegahan kanker serviks juga dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV. HPV atau Human Papillomavirus merupakan virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks.

Vaksin HPV bekerja dengan cara melindungi tubuh dari infeksi virus tersebut. Oleh karena itu, vaksin ini sangat direkomendasikan sebagai langkah pencegahan, terutama jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.

“Vaksinasi HPV berguna untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Karena HPV sendiri adalah virus yang menyebabkan kanker serviks. Vaksin HPV sangat efektif, bahkan tingkat efektivitasnya bisa mencapai di atas 90 persen, jadi sangat direkomendasikan, apalagi jika dilakukan sebelum berhubungan seksual,” jelas dr. Elisia Atnil, Sp. O.G, FICS.

5. Vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis

Pixabay/stevepb

Untuk memberikan perlindungan optimal, vaksin HPV umumnya diberikan dalam beberapa tahap. Pada usia di atas 20 tahun, vaksin biasanya diberikan sebanyak tiga dosis dengan jarak waktu tertentu.

Jadwal pemberiannya dimulai dari dosis pertama, kemudian dosis kedua dua bulan setelahnya, dan dosis ketiga beberapa bulan kemudian. Dengan mengikuti jadwal ini secara lengkap, efektivitas perlindungan terhadap virus HPV dapat lebih maksimal.

“Biasanya, akan diberikan 3 dosis untuk usianya di atas 20. Vaksin kedua akan dilakukan dua bulan setelah vaksin pertama, vaksin ketiga diberikan empat bulan setelah vaksin kedua dan enam bulan setelah vaksin pertama,” ungkapnya. 

Menariknya, kanker serviks termasuk salah satu jenis kanker yang dapat dicegah karena penyebab utamanya diketahui, yaitu virus HPV. Dengan vaksinasi serta pemeriksaan rutin, risiko terjadinya kanker serviks bisa ditekan secara signifikan.

“Karena secara penyebab kanker, virus HPV ini sangat bisa dicegah, beda dengan kanker yang lain. Khusus untuk serviks, karena penyebab paling banyak itu HPV, jadi bisa kita cegah dengan memberikan vaksin HPV,” tutupnya. 

Demikian informasi mengenai kanker serviks. Dengan mengenali gejala yang mungkin muncul serta rutin melakukan pemeriksaan seperti pap smear, risiko kanker serviks dapat ditekan sejak awal.

POPMAMA TALK Maret 2026 - dr. Elisia Atnil, Sp. O.G, FICS

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Pondok Indah - Puri Indah

Senior Editor - Novy Agrina   

Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias  

Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana   

Script - Sania Chandra Nurfitriana   

Social Media - Irma Erdiyanti 

Photographer - Hari Firmanto 

Videographer - Hari Firmanto  

Video Editor - Hari Firmanto

Design - Aristika Medinasari

Editorial Team