Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
We Pause We Rise Angkat Isu Perimenopause, Persiapan para Perempuan!
Dok. We Pause We Rise
  • Perimenopause dan menopause disebut sebagai fase yang pasti dialami setiap perempuan, tetapi pemahamannya masih belum luas.

  • Fase tersebut dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, serta kualitas hidup perempuan secara signifikan.

  • We Pause We Rise menggelar acara untuk mengangkat isu perimenopause dan menopause yang masih dianggap tabu, agar perempuan dapat mempersiapkan diri lebih matang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perimenopause dan menopause adalah sesuatu yang pasti dialami setiap perempuan. Namun, belum banyak yang benar-benar memahami apa yang akan dialaminya pada masa itu. 

Padahal, fase ini cukup signifikan karena memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan perempuan seperti pengaruh pada kondisi fisik, emosional, hingga perubahan kualitas hidup seseorang. Dengan mengetahuinya lebih dalam, diharapkan para perempuan bisa mempersiapkannya lebih matang. 

Untuk itu, We Pause We Rise mengadakan acara dengan tema yang dianggap masih tabu, yaitu perimenopause dan menopause. Seperti apa acaranya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu. 

1. Sehari untuk bekal masa depan yang lebih mindful

Dok. We Pause We Rise

We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness menghadirkan RISE & BLOOM di Half Patiunus untuk mengangkat isu yang sangat penting. Acara ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Menopause Sedunia 2026. 

Terdapat diskusi edukasi bersama tenaga medis dan praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan perempuan. Beberapa topiknya berputar antara perubahan hormonal, seperti apa gejala perimenopause dan menopause, pilihan penanganan, nutrisi, kesehatan mental, hingga kesehatan seksual dan intimasi. 

2. Mengenal seperti apa perimenopause

Dok. We Pause We Rise

Perimenopause merupakan sebuah fase yang menjadi masa transisi sebelum mencapai menopause. Tandanya yang paling jelas adalah perubahan hormonal yang bisa ditandai pada perubahan tubuh dan mental. 

Mengetahui seperti apa saja gejalanya bisa membantu kamu mempersiapkan diri lebih matang. Selain itu, mungkin saja gejala yang dialami setiap orang bisa berbeda sehingga penting sekali untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat mengalaminya. 

Perimenopause terjadi mulai pada usia 40 tahun, perubahannya adalah terjadinya penurunan hormon estrogen dan progesteron. Yang bisa disiapkan adalah mencatat siklus menstruasi setiap bulannya, menjaga pola hidup dengan lebih mindful dan sehat, berolahraga secara teratur, terutama angkat beban, dan memastikan nutrisi terjaga untuk menghindari penurunan kualitas fisik. 

3. Mengenal seperti apa menopause

Dok. We Pause We Rise

Sedangkan menopause merupakan fase alami pada kehidupan perempuan yang sering dianggap akhir bagi kehidupan seorang perempuan. Padahal, tidak seperti itu. Jika mempersiapkannya dengan matang, fase ini bisa menjadi awal baru yang menarik. 

"We Pause We Rise ingin mengubah cara perempuan memandang perimenopause dan menopause. Fase ini bukanlah akhir dari perjalanan seorang perempuan, melainkan awal dari babak baru yang tetap penuh potensi, kekuatan, dan kesempatan untuk bertumbuh," ujar pendiri We Pause We Rise, Mia Lukmanto dalam rilis yang diterima Popmama.com. 


4. Kehidupan menarik setelah umur 40 tahun

Dok. We Pause We Rise

Selain diskusi kesehatan, RISE & BLOOM juga menghadirkan beberapa aktivitas yang menggabungkan kebugaran, relaksasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial. Para peserta yang ikut juga mengikuti pengenalan latihan kekuatan yang bisa jadi bekal latihan di kemudian hari. 

Lalu, ada juga "Runway After 40", sebuah peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri dan ekspresi personal perempuan di atas usia 40 tahun. Dengan ini, diharapkan para peserta bisa lebih siap dan bergairah menyambut fase baru dalam hidupnya. 


5. Pembicara yang hadir

Dok. We Pause We Rise

Sejumlah pembicara turut hadir dalam acara tersebut seperti Co-Founder Lovepink Madelina Mutia, psikolog dan seksolog klinis Zoya Amirin, serta dokter spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, FINEM. 

Melalui acara ini, diharapkan pembahasan tentang kesehatan pada perempuan di usia paruh baya bisa lebih terbuka. Selain itu, bisa disertai akses terhadap informasi medis terpercaya dan dukungan yang sesuai untuk para perempuan yang membutuhkan. 

Editorial Team

Related Article