Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bleaching Gigi saat Hamil Bisa Berdampak ke Janin? Ini Faktanya
Pexels/Gustavo Fring
  • Bleaching gigi saat hamil sebaiknya ditunda karena belum ada bukti kuat soal keamanannya bagi janin, sesuai rekomendasi American Pregnancy Association dan American Dental Association.
  • Bahan kimia seperti hidrogen peroksida dalam produk bleaching dikhawatirkan dapat terserap tubuh ibu hamil dan berisiko menimbulkan efek samping pada gusi maupun janin.
  • Ibu hamil disarankan menjaga kesehatan gigi dengan cara alami seperti menyikat gigi rutin, menggunakan benang gigi, makan bergizi seimbang, serta konsultasi ke dokter gigi secara berkala.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bleaching atau memutihkan gigi memang jadi salah satu perawatan kecantikan yang banyak diminati. Namun, beda ceritanya dengan ibu hamil. Pasalnya, prosedur ini tidak bisa dilakukan sembarangan ketika mengandung, Ma.

Ada sejumlah pertimbangan medis yang perlu diperhatikan, terutama terkait keamanan bahan yang digunakan dan dampaknya bagi janin. Selama masa kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk pada kesehatan gigi dan mulut. 

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk lebih selektif dalam memilih perawatan, termasuk menunda tindakan yang dapat membahayakan janin. Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut mengenai bleaching gigi saat hamil.

1. Bolehkah memutihkan gigi (bleaching) saat hamil?

Pexels/Anna Shvets

Menurut American Pregnancy Association, perawatan kosmetik yang tidak bersifat mendesak, seperti pemutihan gigi, sebaiknya ditunda hingga setelah proses persalinan selesai. 

Hal ini juga didukung oleh American Dental Association (ADA) yang menyatakan bahwa adanya potensi bahaya terkait keamanan bahan bleaching. Itu sebabnya, ibu hamil dianjurkan untuk menunda prosedur tersebut.

Sebaiknya Mama mendiskusikan pilihan perawatan pemutihan gigi bersama dokter gigi, sekaligus menentukan waktu yang paling aman untuk melakukannya.

Selain itu, penting juga untuk memahami berbagai metode pemutihan gigi yang tersedia dan meminta saran profesional mengenai metode yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. 

2. Bahaya bleaching gigi bagi ibu hamil

Freepik/wavebreakmedia_micro

Bleaching gigi saat hamil berpotensi menimbulkan risiko, terutama karena bahan kimia yang digunakan belum sepenuhnya terbukti aman bagi janin. 

Kandungan seperti hidrogen peroksida dalam konsentrasi tertentu dikhawatirkan dapat memberikan efek yang tidak diinginkan jika terserap ke dalam tubuh.

Selain itu, kondisi tubuh ibu hamil yang lebih sensitif juga bisa meningkatkan risiko efek samping, seperti iritasi pada gusi atau rasa tidak nyaman pada gigi.

Oleh karena itu, tindakan bleaching sebaiknya ditunda hingga kondisi tubuh kembali stabil setelah melahirkan.

3. Apakah bleaching gigi dapat membahayakan janin?

Pexels/Amina Filkins

Produk bleaching umumnya mengandung hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Zat ini bisa terserap melalui jaringan mulut, meskipun dalam jumlah kecil. Kekhawatirannya, paparan ini berpotensi masuk ke aliran darah ibu hamil dan secara tidak langsung memengaruhi janin. 

Hingga saat ini, belum ada cukup penelitian yang benar-benar memastikan keamanan dan bahaya bahan bleaching bagi janin. Karena sifatnya masih abu-abu, tenaga medis cenderung mengambil langkah aman dengan menyarankan penundaan prosedur ini. 

4. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang kerap dialami ibu hamil

Freepik/stockking

Kehamilan dan berbagai perubahan hormon yang menyertainya dapat memicu sejumlah masalah kesehatan gigi dan mulut. Meski begitu, kondisi ini tetap bisa dikelola dengan bantuan dokter gigi. 

Menurut American Dental Association, beberapa masalah yang mungkin terjadi antara lain:

  • Gingivitis, yaitu gusi yang bengkak dan mudah berdarah akibat perubahan hormon dan kurangnya perawatan mulut di rumah

  • Erosi gigi yang berkaitan dengan meningkatnya keasaman saliva akibat morning sickness

  • Gigi berlubang karena keinginan mengonsumsi makanan manis

  • Pyogenic granulomas, yaitu pertumbuhan jaringan bulat pada gusi akibat perubahan hormon

Jika Mama mengalami salah satu kondisi tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Jika diperlukan perawatan gigi yang lebih kompleks selama kehamilan, American Pregnancy Association menyarankan untuk melakukannya pada trimester kedua. 

5. Cara memutihkan gigi secara alami untuk ibu hamil

Freepik

Ada banyak langkah yang bisa dilakukan sebelum dan selama kehamilan untuk menjaga kesehatan gigi sekaligus mencegah berbagai masalah. Berikut beberapa cara yang disarankan ADA selama kehamilan, antara lain:

  • Menyikat gigi dua kali sehari masing-masing selama dua menit menggunakan pasta gigi berfluoride 

  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setiap hari untuk menghilangkan plak dan sisa makanan

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi camilan, serta menghindari minuman dan makanan manis

  • Menjalani pemeriksaan gigi secara rutin sebelum dan selama kehamilan untuk pembersihan dan evaluasi profesional

  • Mengikuti anjuran perawatan di rumah atau tindakan yang direkomendasikan dokter gigi, seperti penggunaan obat kumur antibakteri

Demikian informasi mengenai bleaching gigi saat hamil. Mengingat ini bukanlah prosedur yang urgent, ada baiknya ditunda dulu ya demi kebaikan janin di dalam kandungan. 

Editorial Team