Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Gigi Berlubang Bisa Menular ke Anak lewat Tiupan Makanan dan Ciuman 

Gigi Berlubang Bisa Menular ke Anak lewat Tiupan Makanan dan Ciuman 
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Intinya Sih
  • Gigi berlubang disebabkan bakteri Streptococcus mutans yang dapat menular dari orangtua ke anak melalui air liur.

  • Risiko semakin tinggi jika kebersihan mulut orangtua kurang terjaga.

  • Penularan terjadi lewat kebiasaan meniup makanan, mencium bibir anak, atau berbagi alat makan yang memungkinkan perpindahan bakteri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Masalah gigi berlubang atau karies bisa terjadi pada bayi dan anak. Secara medis, gigi berlubang terjadi ketika lapisan email gigi yang kuat mulai rusak. Hal ini disebabkan oleh plak, yaitu lapisan lengket di gigi yang menangkap sisa gula dari makanan.

Bakteri dalam plak ini akan menghasilkan asam yang secara perlahan merusak email gigi dan Jika tidak ditangani sejak dini, kerusakan ini dapat berdampak pada kesehatan gigi seperti gigi berlubang. Masalah kesehatan ini sering kali dikaitkan dengan konsumsi makanan manis atau kebiasaan jarang merawat gigi.

Ternyata pada bayi, masalah kesehatan gigi berlubang juga bisa ditularkan dari orang terdekat karena kebiasaan sederhana, seperti meniup makanan sebelum diberikan atau mencium anak di area bibir.

Berikut Popmama.com siapkan penjelasan terkait gigi berlubang bisa menular ke anak lewat tiupan makanan dan ciuman.

Table of Content

1. Gigi berlubang bisa menular ke anak

1. Gigi berlubang bisa menular ke anak

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Dilansir dari Hermina Hospitals, gigi berlubang merupakan kerusakan pada lapisan email gigi (lapisan terluar) yang dapat dikategorikan sebagai penyakit menular karena disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini memang secara alami hidup di dalam rongga mulut dan bersifat komensal atau tidak merugikan. Namun, ketika jumlahnya berlebihan, bakteri ini dapat berubah menjadi penyebab utama kerusakan gigi.

Streptococcus mutans merupakan bakteri gram-positif berbentuk bulat (kokus) yang mampu menempel pada permukaan gigi dan membentuk plak. Bakteri ini menguraikan gula dan karbohidrat dari sisa makanan menjadi asam laktat yang menurunkan pH di dalam mulut. Kondisi mulut yang asam inilah yang secara perlahan merusak lapisan email gigi dan memicu terbentuknya karies atau gigi berlubang.

Orangtua  yang memiliki kondisi kesehatan gigi yang buruk ini, memiliki risiko penularan bakteri ke anak. Berdasarkan World Health Organization (WHO), kesehatan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, dan penularan bakteri mulut dapat terjadi sejak usia dini. Hal ini juga diperkuat oleh American Dental Association (ADA) yang menyebutkan bahwa orangtua dengan masalah gigi berisiko menularkan bakteri penyebab karies kepada anak.

2. Penularan gigi berlubang lewat tiupan makanan dan ciuman

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Bayi dan anak-anak termasuk kelompok yang sangat rentan karena sistem perlindungan di dalam mulutnya belum sempurna. Penularan gigi berlubang terjadi melalui perpindahan bakteri Streptococcus mutans dari mulut orang dewasa ke anak melalui air liur (saliva).

Penularan ini bisa terjadi dari kebiasaan, seperti:

  1. Penularan lewat tiupan makanan
    Penularan dapat terjadi saat orangtua atau pengasuh meniup makanan sebelum diberikan kepada anak. Saat meniup, percikan kecil air liur (droplet) yang mengandung bakteri dapat menempel pada makanan. Ketika makanan tersebut dikonsumsi, bakteri masuk ke dalam mulut anak dan dapat berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gigi berlubang.

  2. Penularan lewat ciuman
    Penularan juga bisa terjadi melalui kebiasaan mencium anak di area bibir atau dekat mulut. Kontak langsung ini memungkinkan bakteri berpindah secara langsung dari mulut orang dewasa ke mulut anak. Jika dilakukan berulang, bakteri dapat menetap di rongga mulut anak dan memicu terbentuknya karies.

Selain itu, kebiasaan lain seperti berbagi alat makan atau menjilat sendok juga dapat mempercepat perpindahan bakteri. Risiko penularan akan semakin tinggi jika orangtua memiliki gigi berlubang aktif atau kebersihan mulut yang kurang baik.

3. Cara cegah penularan gigi berlubang ke anak

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
  1. Jangan meniup makanan
    Hindari kebiasaan meniup makanan sebelum diberikan kepada anak karena dapat memindahkan bakteri dari mulut orangtua ke makanan. Sebagai gantinya, biarkan makanan dingin dengan sendirinya atau kipas hingga suhunya cukup hangat dan aman untuk dikonsumsi.

  2. Jaga kebersihan mulut dan hindari mencium jika memiliki gigi berlubang
    Pastikan kondisi gigi dan mulut dalam keadaan bersih sebelum melakukan kontak dekat seperti mencium bibir anak. Jika memiliki gigi berlubang atau masalah kesehatan gigi lainnya, sebaiknya hindari mencium bayi, terutama di area bibir atau dekat mulut.

  3. Jangan biarkan bayi dicium oleh orang lain secara sembarangan
    Batasi kebiasaan orang lain mencium bayi, terutama di area bibir atau dekat mulut. Kontak langsung ini dapat menjadi jalur perpindahan bakteri dari orang dewasa ke anak, sehingga perlu lebih diwaspadai.

  4.  Jangan berbagi alat makan
    Hindari menggunakan sendok, gelas, atau alat makan secara bergantian dengan anak. Berbagi alat makan dapat menyebabkan perpindahan air liur yang mengandung bakteri. Hal ini juga berlaku pada kebiasaan lain seperti memasukkan mainan ke mulut yang digunakan bersama.

  5. Rawat gigi bayi sejak dini
    Bersihkan gigi dan gusi bayi secara rutin sejak gigi pertama tumbuh. Gunakan sikat gigi khusus bayi dan biasakan menjaga kebersihan mulut agar mencegah penumpukan plak dan perkembangan bakteri.

4. Gejala gigi berlubang pada anak

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Mendeteksi gigi berlubang pada anak dapat dikenali dengan perubahan yang dapat terlihat dengan jelas dari perubahan fisiknya. Beberapa gejala yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Bercak putih pada gigi, yang menjadi tanda awal terjadinya pembusukan.

  • Perubahan warna gigi, menjadi cokelat atau hitam seiring kerusakan yang semakin parah.

  • Terlihat lubang pada gigi, biasanya disertai rasa nyeri di area yang terkena.

  • Bau mulut tidak sedap, akibat aktivitas bakteri di dalam rongga mulut.

Selain tanda tersebut, gejala gigi berlubang juga bisa terlihat dari perilaku. Anak yang sudah mulai MPASI bisa menjadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman, bahkan menolak makan karena rasa sakit saat mengunyah.

Pada bayi yang belum bisa berbicara, rasa tidak nyaman biasanya ditunjukkan dengan menangis, rewel, atau menarik-narik telinga sebagai respons terhadap nyeri di area gigi. Jika kondisi semakin parah, dapat muncul tanda infeksi seperti demam, nyeri hebat, pembengkakan pada gusi di sekitar gigi.

5. Dampak gigi berlubang pada anak

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Gigi berlubang pada anak tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga dapat berdampak pada tumbuh kembangnya. Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah gangguan saat mengunyah, terutama pada bayi yang sudah mulai MPASI. Rasa nyeri pada gigi membuat anak tidak nyaman saat makan, sehingga dapat menyebabkan penolakan makanan.

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, asupan nutrisi anak menjadi tidak optimal dan berisiko menyebabkan penurunan berat badan serta mengganggu pertumbuhan. Selain itu, gigi berlubang juga dapat meningkatkan risiko infeksi di rongga mulut. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi abses, yaitu pembengkakan berisi nanah yang menandakan adanya infeksi serius.

Infeksi pada gigi susu juga dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen, karena calon gigi tetap berada di bawah gigi susu. Kerusakan pada gigi susu dapat mengganggu perkembangan gigi permanen di kemudian hari. Dampak lainnya adalah terganggunya kualitas tidur anak akibat rasa sakit yang terus-menerus.

Nah, itu dia penjelasan terkait gigi berlubang bisa menular ke anak lewat tiupan makanan dan ciuman. Yuk, jaga kesehatan gigi mama dan keluarga!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More