Timeline Perawatan Gigi Anak dari Lahir hingga 6 Tahun

- Perawatan gigi anak dimulai sejak bayi baru lahir dengan menjaga kebersihan gusi dan mulut menggunakan kasa steril basah untuk mencegah bakteri menempel.
- Saat gigi pertama tumbuh, anak perlu dibiasakan sikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluoride 1.000 ppm serta mulai rutin periksa ke dokter gigi anak.
- Memasuki usia 3–6 tahun, anak diajarkan menyikat gigi mandiri dengan pengawasan orangtua menggunakan pasta rasa ramah anak agar kebiasaan sehat ini terbentuk sejak dini.
Menjaga kesehatan gigi anak bukan hanya kebersihan dan kesehatan. Pasalnya, gigi anak ini juga menjadi investasi untuk kesehatan mereka di masa depan. Gigi susu yang sehat adalah fondasi yang krusial bagi pertumbuhan gigi tetap yang sehat saat dewasa kelak.
Tahukah bahwa anak dengan karies dini pada gigi susu memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami karies pada gigi tetap mereka? Biasanya perawatan gigi anak di usia balita berfokus pada pencegahan karies gigi dini ini, alasannya ya karena sangat krusial.
Bagaimana perawatan gigi anak ini? Apa saja yang penting?
Berikut Popmama.com rangkum timeline perawatan gigi anak dari lahir hingga 6 tahun yang perlu orangtua tahu!
1. Bayi baru lahir: Menjaga gusi yang bersih

Perawatan gigi anak sebenarnya dimulai bahkan sebelum gigi pertamanya tumbuh. Dari bayi baru lahir, sangat penting untuk menjaga kebersihan rongga mulut bayi. Meskipun belum ada gigi, sisa susu yang menempel di lidah dan gusi dapat mengundang bakteri yang tidak diinginkan lho.
Caranya membersihkan mulut bayi cukup mudah di masa ini, lilitkan kasa steril basah pada jari telunjuk, lalu bersihkan lidah dan gusi bayi secara lembut setelah menyusu. Pada tahap ini, pasta gigi belum diperlukan karena air hangat sudah cukup efektif.
Selain itu, tindakan ini juga membantu membiasakan bayi dengan kebersihan rongga mulut sejak awal.
2. Usia 4-6 bulan (persiapan MPASI): Stimulasi gusi

Saat mendekati masa MPASI yakni usia 4-6 bulan, gusi bayi akan mulai terasa gatal dan tidak nyaman karena persiapan pertumbuhan gigi. Sikat gigi jari silikon adalah alat yang tepat untuk masa ini.
Sikat gigi silikon ini seringkali memiliki tekstur lembut yang dapat memberikan stimulasi pada gusi.Selain membersihkan, sikat gigi ini dapat digunakan untuk memijat gusi yang gatal, memberikan rasa nyaman pada bayi.
Kebiasaan ini juga membantu anak mulai terbiasa dengan benda asing di dalam mulutnya untuk membersihkan rongga mulut dan gigi. Sehingga akan memudahkan saat membiasakan dengan sikat lembut ketika gigi mereka muncul.
3. Saat gigi pertama tumbuh: Rutinitas sikat gigi harus dibiasakan

Begitu gigi pertama muncul, segera lakukan penyikatan dua kali sehari. Kuncinya adalah menggunakan pasta gigi berfluoride 1.000 ppm dengan jumlah yang sangat sedikit yaitu selapis tipis atau sebesar sebutir beras. Ini penting untuk mencegah kerusakan gigi awal tanpa risiko menelan fluoride berlebih.
Ini juga merupakan saat yang tepat untuk melakukan kunjungan pertama ke dokter gigi anak. Meskipun belum perlu perawatan besar, kunjungan ini penting untuk memantau tumbuh kembang gigi dan membiasakan anak dengan lingkungan praktik dokter gigi.
4. Gigi anak mulai berdempetan: Kenalkan anak ke benang gigi

Ketika gigi-gigi anak sudah mulai berdempetan dan kontak satu sama lain, menyikat gigi saja tidak cukup. Karies seringkali dimulai di sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi. Oleh karena itu, flossing atau penggunaan benang gigi sangat direkomendasikan.
Karena kemampuan motorik anak belum sempurna, orangtua bisa membantu melakukan flossing setidaknya sehari sekali. Hal ini memastikan sela-sela gigi bersih dari sisa makanan dan plak.
5. Usia 3-6 tahun: Tekankan anak untuk menyikat gigi sendiri

Memasuki usia 3 tahun, anak sudah bisa mulai diajarkan untuk menyikat giginya dengan lebih mandiri, tetapi masih dengan pengawasan orangtua. American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) dalam artikel "Guideline on Fluoride Therapy" merekomendasikan takaran sebesar biji kacang polong (pea-sized) untuk anak usia 3-6 tahun dengan pengawasan ketat orangtua agar tidak tertelan berlebihan.
Apakah perlu pasta gigi khusus anak?
Tidak ada aturan diharuskan untuk menggunakan pasta gigi khusus, tetapi gigi susu dan indra perasa anak masih sangat sensitif di usia ini. Sehingga pasta gigi dewasa umumnya terasa terlalu "pedas" (rasa mint yang kuat) yang berisiko membuat anak trauma menyikat gigi, serta memiliki daya kikis (abrasi) yang terlalu keras untuk lapisan enamel gigi susu yang tipis.
Ini yang membuat American Dental Association (ADA) merekomendasikan pasta gigi anak berfluoride dengan rasa yang ramah anak. Selain untuk menjaga kepatuhan menyikat gigi, pasta gigi ini juga tidak merusak lapisan enamel gigi susu mereka.
Pasta gigi khusus anak ber-fluoride (1000 ppm) dengan rasa buah-buahan adalah pilihan terbaik untuk mencegah karies dengan aman dan menyenangkan.
Ajari dan dampingi anak untuk menyikat gigi dua kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur). Tetap pastikan untuk membersihkan lidah mereka. Pengawasan orangtua masih sangat diperlukan hingga anak dapat menyikat giginya sendiri dengan bersih dan tidak menelan pasta gigi dalam jumlah besar.
Itulah tadi informasi mengenai timeline perawatan gigi anak dari lahir hingga 6 tahun. Semoga membantu para orangtua yang masih bingung!



-TAKE8SEMMAauRrpLKJFz0IrWypL5wUWq.jpg)














