10 Masalah Seks yang Terjadi saat Hamil dan Solusi Jitu Menghadapinya

Tak hanya mual yang menyebabkan pasutri gagal berhubungan seks, masih banyak lagi

22 Juli 2020

10 Masalah Seks Terjadi saat Hamil Solusi Jitu Menghadapinya
Freepik/Jcomp

Bagai menavigasi perairan yang belum dipetakan, begitulah rasanya berhubungan seks saat hamil. Apalagi jika ini anak pertama. Perubahan bentuk tubuh dan hormon tidak hanya mengubah sudut pandang mama atas diri sendiri, tapi juga gairah atau mood Mama dan Papa saat berhubungan seksual.

Morning sickness mungkin hanya satu dari sekian banyak masalah yang umum terjadi, dan masih banyak yang lainnya.

Berikut ini Popmama merangkum 10 masalah seks saat hamil dan solusi jitu menghadapinya seperti dilansir dari Whattoexcept.com:

1. Morning sickness bikin malas berhubungan seks

1. Morning sickness bikin malas berhubungan seks
Freepik/Senivpetro

Ketika morning sickness menyerang, mungkin seks menjadi hal terakhir yang Mama pikirkan. Tidak seperti sakit kepala yang bisa dengan cepat mereda usai bercinta, seks terasa sangat buruk saat sedang mual.

Solusi: Tunggu hingga pusing berkurang, atau ubah jadwal bercinta dengan pasangan, misalnya malam hari di mana mual jarang datang. Morning sickness biasanya berkurang di awal trimester kedua kehamilan.

2. Kelelahan cenderung membuat mudah mengantuk

2. Kelelahan cenderung membuat mudah mengantuk
Freepik

Sebelum hamil, bermesraan dengan suami di malam hari merupakan waktu favorit mama. Kini, menjelang malam mungkin Mama merasa lebih cepat mengantuk, apalagi jika kepala sudah menyentuh bantal.

Solusi: Jika sudah melewati masa morning sickness, pilih pagi hari sebagai waktu bercinta. Atau, sore hari sesaat suami pulang kerja dan sudah mandi.


 

3. Perut semakin besar, jadi sulit mengatur posisi seks

3. Perut semakin besar, jadi sulit mengatur posisi seks
Freepik/pch.vector

Selamat tinggal posisi seks favorit!

Solusi: Jadikan momen ini kesempatan bagi Mama dan pasangan untuk mengeksplorasi posisi baru. Coba, deh, posisi berbaring miring (spooning) atau posisi Mama dipangku (cowgirl). Posisi ini memungkinkan Mama untuk lebih banyak mengontrol penetrasi. Atau juga posisi misionaris (suami di atas). Tapi pastikan pasangan menopang tubuhnya dengan benar, ya.

4. Merasa kurang seksi

4. Merasa kurang seksi
Unsplash/Zohre Nemati

Ya, tak hanya perut saja yang berubah bentuk dan ukuran saat hamil, tapi juga bagian tubuh lain seperti pinggul, pantat, payudara, dan kaki. Mama tak lagi merasa seksi dan memiliki citra tubuh yang negatif, yang akhirnya berdampak pada berkurangnya mood bercinta.

Solusi:Tenang, nyatanya banyak suami yang justru makin bahagia dan menganggap tubuh ‘baru’ istrinya saat hamil itu seksi, lho. Berpikirlah positif dan tetap rawat tubuh mama dengan baik. Fokuslah bahwa perubahan tubuh mama ini terjadi untuk mendukung pertumbuhan si Kecil di rahim. Lakukan olahraga yang membantu meningkatkan pikiran dan tubuh yang sehat, seperti yoga prenatal. Juga makan makanan bergizi dengan nutrisi seimbang agar berat tubuh tidak melonjak drastis.


 

Editors' Picks

5. Pembengkakan vagina mengubah sensasi seks

5. Pembengkakan vagina mengubah sensasi seks
Freepik/Yanalya

Perubahan hormon kehamilan meningkatkan aliran darah ke daerah panggul, dan pada beberapa calon ibu menyebabkan vaginanya membesar dan labia berubah, yang mendukung orgasme lebih kuat dan mudah. Tetapi bagi sebagian lagi, sebaliknya. Seperti bersin yang segera hilang, seperti itulah sensasi seks yang dirasakannya.

Solusi: Tenang, Ma, hal ini mudah diatasi, kok. Coba ganti gaya bercinta dengan stimulasi manual, atau mengubah posisi seks. Justru yang harus diwaspadai adalah jika pembengkakan disertai dengan rasa sakit selama berhubungan seks. Itu bisa menjadi tanda varises di daerah panggul (vulva, vagina, dan daerah sekitarnya). Jika ini terjadi, segera periksa ke dokter, ya, Ma.

6. Payudara ‘bocor’ bikin pasangan tak nyaman

6. Payudara ‘bocor’ bikin pasangan tak nyaman
Freepik/Drobotdean

Payudara mama akan mulai memproduksi pra-ASI yang disebut colostrum di trimester ketiga kehamilan. ASI yang keluar selama berhubungan intim bisa membuat pasangan merasa tak nyaman, begitu juga dengan Mama karena payudara menjadi sangat sensitif (sakit) jika disentuh.

Solusi: Komunikasikan dengan pasangan agar ia fokus saja pada bagian lain dari tubuh mama. Atau, gunakan bra yang dilapisi breastpad sehingga tidak mengganggu aktivitas seks.


 

7. Sulit orgasme karena keputihan

7. Sulit orgasme karena keputihan
Freepik/Jcomp

Saat hamil vagina terasa jauh lebih lembap dari biasanya, dan beberapa wanita mengalami peningkatan keputihan. Ini tentu berdampak pada ketidaknyamanan saat berhubungan intim. Meskipun ini baik karena Mama tidak membutuhkan bantuan pelumas, namun jika terlalu banyak justru dapat mengurangi sensasi dan sulit bagi pasangan untuk mempertahankan ereksi atau mencapai orgasme.

Solusi: Lakukan foreplay ekstra kecil untuk meminimalkan kebecekan.

8. Aroma sekitar kemaluan yang tak seperti biasanya dan sangat kuat

8. Aroma sekitar kemaluan tak seperti biasa sangat kuat
Freepik/Cookie_Studio

Banyak ibu hamil mengatakan bahwa aroma area kelaminnya sedikit berbeda. Ini sebenarnya normal dan terjadi akibat pelepasan ekstra yang dalam istilah medis dikenal sebagai leukorea, sehingga mengubah konsistensi, bau, dan rasa cairan pada vagina.

Solusi: Jika ini sangat mengganggu Mama, oleskan sedikit minyak wangi ke paha bagian dalam untuk mengkamuflase aromanya, atau bilas vagina sesaat sebelum berhubungan intim.
 

9. Khawatir perdarahan ringan usai berhubungan seks

9. Khawatir perdarahan ringan usai berhubungan seks
Freepik/Diana.grytsku

Mama khawatir dan takut penetrasi dapat melukai janin atau mengakibatkan perdarahan.

Solusi: Jangan takut, itu tak akan terjadi kok. Saat hamil, rahim dipenuhi pembuluh darah tambahan, seluruh daerah panggul mengalami peningkatan aliran darah, dan leher rahim menjadi lebih matang. Bayi pun akan dilindungi oleh cairan ketuban. Kalaupun keluar bercak ringan, itu juga normal. Tapi jika Mama tak yakin, konsultasikan dengan dokter kandungan, ya.

10. Dorongan seksual naik-turun

10. Dorongan seksual naik-turun
Unsplash/Becca Tapert

Dari yang begitu berhasrat, tiba-tiba satu menit kemudian Mama sama sekali tak ingin melakukan hubungan seks. Ya, sex drive surut dan mengalir deras sepanjang kehamilan, dan ini alami!

Solusi: Sama seperti morning sickness, libido juga bisa naik-turun. Kondisi ini biasa terjadi di kehamilan trimester kedua. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormon. Saat libido naik, aliran darah ekstra mengalir ke labia, klitoris, dan vagina sehingga Mama lebih mudah mencapai klimaks daripada sebelumnya. Namun hormon yang sama ini juga dapat membuat dorongan seks menurun dan membuat Mama merasa kurang mood untuk bercinta. Biasanya libido akan terus menurun semakin mendekati hari persalinan.

Itulah 10 masalah seks saat hamil dan solusi jitu untuk menghadapinya. Intinya, Ma, jika Mama mengalami ini, tenang saja, itu semua normal. Jika Mama masih bingung dan tidak yakin dengan apa yang terjadi, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan mama, terutama jika Mama mengalami gejala yang abnormal seperti perdarahan atau sakit saat berhubungan seks.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.