Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Janin Tidak Bergerak, Apakah Sedang Tidur? Ini Faktanya

4 min read
Janin Tidak Bergerak, Apakah Sedang Tidur? Ini Faktanya
Magnific
  • Janin bisa saja tidak bergerak karena sedang tidur, dengan periode tidur yang dapat berlangsung sekitar 20–90 menit.

  • Saat terbangun, janin kembali aktif dengan bergerak, menendang, mengubah posisi, menelan cairan ketuban, dan melakukan gerakan seperti latihan bernapas.

  • Gerakan janin yang berkurang perlu diperhatikan jika berlangsung signifikan atau berbeda dari pola biasanya, terutama bila tidak kembali setelah Mama mencoba merangsangnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasuki trimester kedua, gerakan janin biasanya mulai lebih terasa. Namun, ada kalanya Mama merasakan si Kecil lebih jarang bergerak atau bahkan tidak bergerak untuk sementara waktu. Kondisi ini tentu bisa membuat Mama bertanya-tanya, terutama ketika sebelumnya gerakan janin sudah mulai terasa.

Tidak selalu menandakan adanya masalah, janin juga memiliki waktu untuk beristirahat seperti bayi setelah lahir. Selama periode tidur, gerakan janin dapat berkurang sehingga Mama mungkin tidak merasakannya untuk sementara. 

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai janin tidak bergerak, apakah sedang tidur? seperti dilansir dari laman Perth Obstetrics and Gynaecology Specialist.

  1. 1. Janin tidak bergerak, apakah sedang tidur?

    Janin tidak bergerak, apakah sedang tidur
    Magnific/pch.vector

    Janin bisa saja sedang tidur ketika gerakannya tidak terasa untuk sementara. Sama seperti bayi setelah lahir, janin juga punya siklus tidur yang teratur. Selama tidur, aktivitas dan gerakan janin dapat berkurang sehingga Mama mungkin tidak merasakan tendangan atau gerakan seperti biasanya.

    Periode tidur janin dapat berlangsung sekitar 20 hingga 90 menit. Setelah terbangun, janin biasanya kembali melakukan berbagai gerakan di dalam rahim seperti menendang dan berubah posisi. Karena itu, gerakan yang berkurang dalam waktu singkat belum tentu menunjukkan adanya masalah pada kondisi janin.

  2. 2. Faktor lain yang membuat janin tidak bergerak

    Faktor lain yang membuat janin tidak bergerak?
    Magnific/senivpetro

    Selain sedang tidur, ada beberapa faktor lain yang dapat membuat gerakan janin terasa lebih jarang atau kurang jelas. Pertama, usia kehamilan masih dini. Pada awal kehamilan hingga memasuki trimester kedua, gerakan janin belum selalu terasa secara konsisten. Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerakan janin biasanya menjadi lebih jelas dan teratur.

    Kedua, posisi janin. Posisi si Kecil di dalam rahim juga dapat memengaruhi seberapa jelas gerakannya terasa. Jika janin menghadap ke arah punggung mama, gerakannya mungkin terasa lebih samar dibandingkan ketika posisi janin mengarah ke bagian depan perut.

    Ketiga, Mama kurang makan atau minum. Asupan makanan dan cairan juga dapat berkaitan dengan tingkat aktivitas janin. Ketika Mama kurang mendapatkan asupan, energi yang tersedia untuk janin dapat berkurang sehingga gerakannya mungkin terasa lebih sedikit.

  3. 3. Apa yang dilakukan janin setelah bangun?

    Apa yang dilakukan janin setelah bangun
    Magnific/senivpetro

    Setelah terbangun, janin akan kembali aktif melakukan berbagai aktivitas di dalam rahim. si Kecil dapat meregangkan tangan dan kaki, berguling, menendang, hingga mengubah posisi tubuh. Selain itu, janin juga mulai menelan cairan ketuban dan mengeluarkannya kembali melalui urine sebagai bagian dari siklus normal cairan ketuban selama kehamilan. 

    Tak hanya bergerak, janin juga dapat melakukan gerakan mengisap, seperti mengisap ibu jari, jari tangan, atau tali pusat. Berbagai aktivitas tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan janin selama berada di dalam kandungan.

  4. 4. Kapan gerakan janin yang berkurang perlu diwaspadai?

    Kapan gerakan janin yang berkurang perlu diwaspadai?
    Magnific

    Meskipun gerakan janin yang berkurang dapat terjadi karena kondisi yang normal, penurunan gerakan yang signifikan juga bisa berkaitan dengan kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan medis.

    1. Dehidrasi: Kekurangan cairan selama kehamilan dapat memengaruhi volume darah serta suplai nutrisi ke janin. Kondisi tersebut dapat membuat aktivitas janin berkurang.

    2. Air ketuban sedikit: Air ketuban berfungsi sebagai bantalan pelindung sekaligus memberikan ruang bagi janin untuk bergerak. Ketika jumlah air ketuban berkurang secara drastis, ruang gerak janin dapat menjadi lebih terbatas dan berpotensi memengaruhi perkembangannya.

    3. Masalah pada plasenta: Plasenta berperan menyediakan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin. Jika fungsi plasenta terganggu, suplai oksigen dan nutrisi kepada janin juga dapat ikut terpengaruh sehingga gerakannya bisa berkurang.

    4. Gawat janin: Kondisi ini terjadi ketika janin tidak mendapatkan cukup oksigen atau nutrisi. Salah satu tandanya dapat berupa penurunan gerakan janin yang signifikan dan kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera.

  5. 5. Cara menstimulasi gerakan janin

    Cara menstimulasi gerakan janin
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ketika gerakan si Kecil terasa berkurang, Mama dapat mencoba beberapa cara untuk melihat apakah janin kembali bergerak. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

    1. Makan atau minum sesuatu: Asupan makanan atau minuman, terutama yang mengandung gula, dapat memberikan energi dan membantu menstimulasi aktivitas janin.

    2. Mengubah posisi badan: Mama dapat mencoba berbaring atau beristirahat dalam posisi yang nyaman agar gerakan janin lebih mudah dirasakan.

    3. Berinteraksi dengan janin: Mama dapat mengajak si Kecil berbicara atau menyentuh dan mengusap perut dengan lembut.

    Jadi, janin yang tidak bergerak untuk sementara waktu bisa saja sedang tidur. Semoga informasi ini dapat menambah insight Mama, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More