Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Ibu Hamil Sering Pipis? Ini Penjelasannya

Freepik/drobotdean
Freepik/drobotdean
Intinya sih...
  • Ibu hamil sering pipis karena tekanan tambahan pada kandung kemih dan perubahan terkait kehamilan pada cara kerja ginjal.
  • Sering buang air kecil dapat terjadi selama semua tahap kehamilan, dengan tingkat GFR ibu hamil mencapai puncaknya sekitar minggu ke-13.
  • Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mengatasi sering buang air kecil saat hamil, tetapi ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan saluran kemih yang baik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ibu hamil mengalami banyak perubahan selama masa kehamilan. Mulai dari perubahan bentuk perut hingga hormon.

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu hamil juga mungkin sering pipis. Tapi, apakah kondisi ini normal dan perlu dikhawatirkan?

Rata-rata kebanyakan orang buang air kecil sekitar tujuh hingga delapan kali sehari. Tetapi ketika hamil, banyak statistik "rata-rata" tubuh mama, termasuk pipis, tidak berlaku lagi. Bersama dengan berbagai perubahan lain pada tubuh selama kehamilan, hal itu juga dapat menyebabkan ibu hamil harus buang air kecil lebih sering — bahkan jauh lebih sering.

Jika ini sedang dialami oleh Mama, Mama mungkin bertanya-tanya: kenapa ibu hamil sering pipis? Nah, penjelasannya bisa disimak pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Kenapa Ibu Hamil Sering Pipis?

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Ada dua alasan utama mengapa ibu hamil cenderung lebih sering buang air kecil atau pipis saat hamil, yaitu tekanan tambahan pada kandung kemih dan perubahan terkait kehamilan pada cara kerja ginjal.

Tekanan tambahan pada kandung kemih

Saat hamil, rahim mulai meregang untuk memberi ruang bagi janin yang sedang tumbuh. Organ unik ini dapat membesar dari seukuran lemon hingga seukuran semangka!

Mama membawa sekitar 4,5 hingga 7 kg ekstra di rahim, termasuk janin, plasenta, dan cairan. Dan semua itu menciptakan tekanan tambahan pada kandung kemih.

Selain itu, peningkatan hormon progesteron membantu melonggarkan ligamen dan otot ibu hamil untuk mempersiapkan tubuhnya untuk melahirkan. Tetapi itu juga dapat melemahkan otot dasar panggul ibu hamil dan menyebabkan ibu hamil buang air kecil saat batuk, bersin, atau bahkan tertawa.

Perubahan pada ginjal

Pada awal kehamilan, ginjal mulai memproses urine (air kencing) secara berbeda, yang berarti ibu hamil benar-benar buang air kecil lebih banyak daripada saat tidak hamil — yang, tentu saja, berarti ibu hamil harus buang air kecil lebih sering.

Penyedia layanan kesehatan biasanya merujuk pada sesuatu yang disebut laju filtrasi glomerulus (GFR), pengukuran seberapa baik ginjal menyaring darah, untuk menentukan kesehatan ginjal.Tetapi ketika Mama hamil, GFR dapat meningkat hingga 40% hingga 80%.

Kapan Ibu Hamil Mulai Sering Pipis?

Pexels/daniel-reche-718241
Pexels/daniel-reche-718241

Sering buang air kecil dapat terjadi selama semua tahap kehamilan. Tingkat GFR ibu hamil mencapai puncaknya sekitar minggu ke-13 dan kemudian mulai stabil — tetapi itu juga tepat pada saat rahim mama benar-benar mulai membesar.

Meskipun beberapa ibu hamil mengalami sering buang air kecil pada trimester pertama, tapi hal itu lebih umum terjadi seiring perkembangan kehamilan. Selama paruh kedua trimester kedua, Mama hampir pasti akan lebih sering ke kamar mandi daripada biasanya.

Pada usia kehamilan 12 minggu, rahim mama baru mulai menonjol keluar dari panggul bagian bawah, jadi masih sangat kecil. Tapi tetapi pada usia kehamilan 20 minggu, ukurannya kira-kira sejajar dengan pusar mama.

Setelah fase sering buang air kecil selama kehamilan dimulai, kemungkinan besar tidak akan hilang sampai Mama melahirkan. Dan bahkan setelah itu, otot dasar panggul yang lemah dapat berarti Mama mengalami kebocoran urine lebih sering daripada sebelumnya. Latihan otot dasar panggul dapat memperkuat otot-otot ini, yang dapat membantu ibu hamil menghindari masalah inkontinensia.

Bisakah Sering Pipis selama Kehamilan Dicegah?

Freepik.com/8photo
Freepik.com/8photo

Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mengatasi sering buang air kecil saat hamil. Tetapi ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan saluran kemih yang baik, baik selama kehamilan maupun setelahnya, seperti:

  • Minumlah air putih di pagi hari. Tidak ada yang ingin bangun di tengah malam untuk buang air kecil. Dan meskipun Mama mungkin tidak dapat menghindarinya seiring perkembangan kehamilan, Mama juga tidak perlu menambah masalah ini. Cobalah untuk minum lebih banyak air sebelum tidur agar Mama tidak perlu minum banyak air tepat sebelum tidur.
  • Latih kebiasaan membersihkan yang baik. Jaga kebersihan dengan selalu membersihkan dari depan ke belakang (jangan pernah dari belakang ke depan), yang merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah infeksi saluran kemih (ISK).
  • Tetap terhidrasi. Ini mungkin terdengar gila jika Mama sudah sering buang air kecil. Tetapi hidrasi yang baik sangat penting selama kehamilan. Terhidrasi dengan baik membantu mencegah masalah seperti kelelahan, kram, dan, ya, ISK. Perhatikan juga warna urine untuk mengetahui seberapa terhidrasi Mama. Semakin terang urine, semakin baik hidrasi Mama, sedangkan warna kuning-oranye terang menunjukkan dehidrasi.

Sering buang air kecil bisa menjadi kenyataan yang tak terhindarkan selama kehamilan. Namun, hal itu seharusnya tidak menimbulkan gejala lain. Bicaralah dengan dokter jika Mama mengalami:

  • darah dalam urine
  • Urine keruh atau berbau busuk
  • nyeri saat buang air kecil
  • nyeri di bagian samping (sisi mana pun dari punggung bawah)

Gejala tambahan ini dapat mengindikasikan masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih (ISK), infeksi ginjal, atau batu ginjal.

Jadi, itu penjelasan tentang kenapa ibu hamil sering pipis. Kondisi ini normal, terutama ketika usia kehamilan makin bertambah, Ma. Meski membuat tidak nyaman, pastikan Mama selalu terhidrasi, ya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

7 Manfaat Susu Kurma untuk Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan Jantung

27 Jan 2026, 13:00 WIBPregnancy