Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Penyebab Janin Tidak Bergerak di Dalam Kandungan
Magnific/tirachardz
  • Gerakan janin yang berkurang bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari janin sedang tidur hingga kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

  • Kondisi Mama juga dapat memengaruhi gerakan janin yang dirasakan, termasuk posisi tubuh, aktivitas, asupan nutrisi, dan cairan.

  • Perubahan pola gerakan janin perlu diperhatikan, terutama jika si Kecil terasa jauh lebih jarang bergerak atau tidak bergerak seperti biasanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gerakan janin menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan Mama selama kehamilan. Janin sebenarnya sudah mulai bergerak sejak usia kehamilan sekitar 12 minggu, tetapi gerakannya masih sangat lemah sehingga belum tentu dapat dirasakan.

Memasuki usia kehamilan 16–18 minggu, gerakan janin biasanya mulai terasa lebih jelas. Tapi, kadang gerakan si Kecil terasa lebih jarang atau bahkan tidak terasa sama sekali. Kondisi tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari janin yang sedang tidur hingga kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Lalu, apa saja penyebab janin tidak bergerak di dalam kandungan? Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebabnya.

1. Janin sedang tidur

Magnific

Sama seperti bayi yang sudah lahir, janin juga memiliki waktu untuk tidur ketika berada di dalam kandungan. Selama periode tersebut, gerakan si Kecil dapat berkurang atau bahkan tidak terasa sama sekali. Kondisi ini umumnya merupakan bagian dari pola istirahat janin dan tidak selalu menandakan adanya masalah.

Dikutip dari laman Healthline, janin biasanya memiliki periode tidur sekitar 20–40 menit dan umumnya tidak berlangsung lebih dari 90 menit. Setelah terbangun, gerakannya dapat kembali terasa seperti sebelumnya. Mama tidak perlu langsung panik ketika sesekali merasakan si Kecil lebih tenang dari biasanya.

2. Kurangnya sensitivitas terhadap gerakan janin

Magnific

Tidak semua gerakan janin akan selalu terasa jelas oleh ibu hamil.  Dilansir dari International Journal of Obstetrics and Gynaecology, sensitivitas terhadap gerakan juga dapat dipengaruhi oleh posisi tubuh, aktivitas sehari-hari, serta kondisi di dalam rahim, termasuk jumlah air ketuban.

Mama juga mungkin kurang sensitif merasakan gerakan janin ketika sedang duduk atau berdiri. Selain itu, aktivitas Mama yang sedang banyak bergerak, posisi punggung janin yang berada di sisi depan perut, serta letak plasenta di bagian depan rahim juga dapat membuat gerakan si Kecil terasa lebih sulit dideteksi.

3. Pengaruh kebiasaan sehari-hari

Magnific

Beberapa kebiasaan atau zat yang masuk ke dalam tubuh mama juga dapat memengaruhi seberapa aktif gerakan janin terasa. Misalnya, konsumsi obat tertentu seperti obat antinyeri atau obat tidur dapat membuat gerakan janin sementara terasa lebih berkurang.

Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol juga dapat memengaruhi kondisi kehamilan serta aktivitas janin. Karena itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan obat maupun zat yang dikonsumsi selama kehamilan dan menggunakannya sesuai anjuran dokter.

4. Ibu hamil sedang mengalami stres

Magnific

Aktivitas yang padat, perjalanan yang melelahkan, hingga tekanan dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat ibu hamil rentan mengalami stres. Ketika mengalami kondisi tersebut, tubuh dapat melepaskan sejumlah hormon yang kemudian dapat memengaruhi aktivitas janin.

Akibatnya, gerakan si Kecil mungkin terasa lebih berkurang untuk sementara waktu. Meski begitu, jika gerakan janin berubah secara signifikan atau tidak kembali seperti biasanya, Mama tetap perlu memperhatikannya dan berkonsultasi dengan dokter.

5. Kondisi gizi kurang terpenuhi

Magnific/gpointstudio

Asupan nutrisi dan cairan yang cukup selama kehamilan penting untuk mendukung kebutuhan Mama sekaligus pertumbuhan janin. Ketika asupan tidak terpenuhi dengan baik, terutama jika Mama mengalami kondisi yang membuat sulit makan atau minum, kondisi janin dan pola gerakannya perlu lebih diperhatikan.

The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine juga membahas adanya perbedaan profil gerakan janin pada ibu dengan kondisi nutrisi yang kurang baik. Kondisi seperti berpuasa atau mengalami dehidrasi juga dapat membuat gerakan janin terasa lebih sulit dideteksi.

6. Selaput ketuban pecah sebelum waktunya

Magnific

Cairan ketuban berperan menjaga janin tetap hangat, aman, dan terlindungi selama berada di dalam rahim. Jika selaput ketuban bocor atau pecah sebelum waktu persalinan, kondisi janin dapat ikut terdampak.

Kondisi yang dikenal sebagai ketuban pecah dini ini dapat meningkatkan risiko stres pada janin, gangguan nutrisi, serta infeksi. Dalam kondisi tertentu, ketuban pecah dini juga dapat menyebabkan gerakan janin berkurang bahkan berhenti. Jika Mama mengalami kebocoran cairan dari vagina selama kehamilan, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

7. Plasenta terlepas dari dinding rahim

Magnific/rawpixel.com

Plasenta merupakan organ yang berperan sebagai jembatan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen kepada janin. Dalam kondisi normal, plasenta tetap menempel pada dinding rahim hingga waktunya persalinan.

Namun, jika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya, maka aliran darah dan oksigen menuju janin bisa terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan gerakan janin berkurang atau bahkan berhenti.

8. Janin mengalami hipoksia

Magnific

Hipoksia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen. Pada janin, oksigen dan darah diperoleh melalui aliran yang melewati plasenta dan tali pusat. Apabila aliran tersebut terganggu, kondisi janin dapat ikut terdampak, dikutip dari National Health Service UK (2024).

Perubahan pola gerakan janin, terutama jika gerakannya jauh lebih sedikit dari biasanya atau tidak terasa sama sekali, perlu segera diperhatikan. Jika gerakan tetap tidak terasa atau berkurang secara signifikan, Mama sebaiknya segera menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Nah, itu dia beberapa penyebab janin tidak bergerak di dalam kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!

Curated For You

Editorial Team

Related Article