Restless legs syndrome (RLS) bisa dialami oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia, baik anak-anak, orang dewasa, bahkan lansia.
Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebabnya.
Meski begitu, faktor genetika diduga berpengaruh kuat atas terjadinya kondisi ini. Selain itu, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sindrom kaki gelisah, antara lain:
1. Penyakit tertentu
Gejala RLS biasanya sering dikaitkan dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, kekurangan zat besi, gagal ginjal, kelainan saraf tulang belakang, neuropati perifer, dan penyakit parkinson.
Bila Mama melakukan berbagai penyakit di atas, maka gejala RLS pun biasanya akan mereda.
2. Gangguan mental
Gangguan mental, seperti, depresi, gangguan cemas, dan akathisia juga dapat dikaitkan dengan kondisi ini.
Menurut penelitian, penderita dengan gangguan mental atau orang yang mengonsumsi obat antidepresan lebih sering mengalami gejala restless legs syndrome.
3. Efek samping obat-obatan
Beberapa jenis obat tertentu, seperti, obat pereda mual, antidepresan, antipsikotik serta obat flu dan alergi yang mengandung antihistamin penenang dapat memperburuk gejala kaki gelisah.
4. Kekurangan nutrisi
Seseorang yang mengalami malnutrisi tertentu, seperti defisiensi zat besi, magnesium, folat, vitamin B12, dan vitamin D juga dapat memicu terjadinya kondisi menggerakkan kaki ketika tidur ini.
5. Gaya hidup tidak sehat
Mengonsumsi alkohol berlebih, merokok, dan kualitas tidur yang kurang baik juga termasuk ke dalam faktor pemicunya.
Gaya hidup tidak sehat ini juga dapat memperparah gejala yang mungkin Mama rasakan.
Selain penyebab-penyebab yang sudah disebutkan tadi, ternyata kehamilan juga merupakan suatu hal yang dapat menyebabkan restless legs syndrome.