Perut Terlihat Lebih Besar dari Usia Kehamilan? Waspada Hamil Anggur!

Hamil anggur atau mola hidatidosa terjadi saat jaringan kehamilan berkembang abnormal menjadi kumpulan kista berisi cairan, sehingga kehamilan tidak berkembang normal.
Tanda yang perlu diperhatikan meliputi perut atau rahim lebih besar dari usia kehamilan, perdarahan vagina, mual muntah berlebihan, dan kadar hCG tinggi.
Kehamilan normal masih sangat mungkin setelah hamil anggur, dengan risiko kambuh atau terulang 1–2 persen.
Take a Deeper Reads

Perubahan ukuran perut selama kehamilan biasanya akan mengikuti pertumbuhan rahim dan perkembangan janin. Namun, jika perut terlihat jauh lebih besar dibandingkan usia kehamilan, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat menjadi salah satu tanda hamil anggur.
Hamil anggur atau mola hidatidosa merupakan kondisi ketika jaringan kehamilan berkembang secara tidak normal sehingga kehamilan tidak berkembang seperti kehamilan pada umumnya.
dr. Indra Tarigan, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Klinik Ibu Persada Sumatera Utara menjelaskan dalam salah satu unggahan di akun Instagram-nya, @dr.indratarigan. Selain ukuran perut yang lebih besar, kondisi ini juga dapat disertai beberapa gejala lain yang perlu dikenali.
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai perut lebih besar dari usia kehamilan.
Table of Content
1. Apa itu hamil anggur?

Magnific/wavebreakmedia.com Hamil anggur atau mola hidatidosa merupakan komplikasi kehamilan ketika sel telur yang dibuahi berkembang secara tidak normal menjadi gumpalan kista atau gelembung berisi cairan yang menyerupai buah anggur. Akibatnya, kehamilan tidak berkembang sebagaimana kehamilan normal.
Menurut dr. Indra dalam salah satu unggahannya, kondisi ini dapat ditandai dengan beberapa gejala, seperti perdarahan dari vagina, mual dan muntah yang berlebihan, ukuran rahim yang lebih besar dari usia kehamilan, hingga kadar hormon hCG yang sangat tinggi. Meski begitu, tidak semua ibu mengalami gejala yang sama.
2. Ukuran perut yang lebih besar menjadi ciri hamil anggur

Magnific Salah satu ciri khas hamil anggur dapat terlihat dari ukuran perut yang tampak lebih besar dibandingkan usia kehamilan sebenarnya. Misalnya, usia kehamilan 2–3 bulan, tapi perut terlihat seperti usia 4 bulan.
Terlihat seperti baby bump, tapi kondisi ini sebenarnya terjadi karena jaringan mola berkembang dan memenuhi rahim sehingga ukurannya menjadi lebih besar. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, terutama melalui USG, diperlukan untuk memastikan kondisi kehamilan.
3. Gambaran khas hamil anggur di USG

Pinterest/Jeunessa Pemeriksaan USG dapat membantu dokter melihat gambaran khas hamil anggur atau mola hidatidosa di dalam rahim. Salah satu gambaran yang dapat ditemukan adalah “snowstorm appearance”, yaitu area putih berbintik-bintik yang tampak rapat dan menyerupai kumpulan gelembung kecil seperti buah anggur.
Pada complete mole atau hamil anggur total, kantung kehamilan, embrio, dan detak jantung janin tidak terlihat. Jaringan yang seharusnya berkembang menjadi bagian dari plasenta justru tumbuh secara abnormal dan memenuhi rongga rahim. Dokter juga dapat menemukan kista lutein pada ovarium. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya kadar hormon kehamilan atau hCG pada hamil anggur.
4. Penanganan medis untuk hamil anggur

Magnific/wavebreakmedia.com Penanganan hamil anggur dilakukan untuk mengeluarkan jaringan mola yang berkembang secara abnormal dari dalam rahim. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dilatasi dan kuretase (kuret) atau vakum aspirasi, yaitu prosedur untuk membersihkan dan mengeluarkan jaringan abnormal dari rahim.
Selain itu, histerektomi atau pengangkatan rahim juga dapat menjadi pilihan pada kondisi tertentu. Tindakan ini dapat dipertimbangkan apabila pasien sudah tidak berencana memiliki anak lagi atau terdapat risiko komplikasi dan pertumbuhan sel abnormal yang tinggi, mengutip dari Cleveland Clinic.
5. Bisakah kembali hamil setelah hamil anggur?

Magnific/rawpixel.com Mama yang pernah mengalami hamil anggur tetap memiliki peluang untuk kembali hamil dan menjalani kehamilan yang normal serta sehat, selama rahim tidak diangkat. Sebagian besar perempuan dengan riwayat hamil anggur juga dapat mengalami kehamilan normal pada masa mendatang.
Meski begitu, risiko hamil anggur kembali memang sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak memiliki riwayat kondisi tersebut. Risikonya sekitar 1–2 persen pada kehamilan berikutnya, dikutip dari Medical News Today.
Oleh karena itu, jika Mama kembali mendapatkan hasil tes kehamilan positif setelah pernah mengalami hamil anggur, pemeriksaan kehamilan sejak awal sangat dianjurkan.
Itulah ulasan mengenai kondisi perut lebih besar dari usia kehamilan sebagai salah satu tanda khas dari hamil anggur. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.
























