Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Sinusitis saat Hamil, Mama Wajib Tahu!

Karena imun tubuh menurun, ibu hamil jadi rentan menderita sinusitis

1 Oktober 2020

Ini Penyebab Cara Mengatasi Sinusitis saat Hamil, Mama Wajib Tahu
Freepik/Yanalya

Hidung tersumbat dan sakit kepala adalah kombinasi yang bikin tubuh terasa sangat tidak nyaman. Tak terkecuali bagi para penderita sinusitis. Apalagi jika kondisi ini terjadi saat hamil. Semakin menambah ketidaknyamanan ya, Ma.

Ibu hamil rentan terkena sinusitis. Berikut Popmama.com merangkum informasi dan cara untuk meredakan sinusitis selama kehamilan, dilansir dari MomJunction:
 

1. Apa itu sinusitis?

1. Apa itu sinusitis
Freepik/katemangostar

Sinusitis atau rhinosinusitis adalah peradangan pada satu atau lebih sinus paranasal. Sinus paranasal merupakan sekelompok ruang berisi udara yang mengelilingi rongga hidung. Sinus yang membengkak tidak dapat mengalirkan lendir dengan baik. Hal ini akan semakin buruk selama kehamilan karena sulit mendeteksinya, apakah sinusitis ini terjadi disebabkan oleh infeksi atau hormon. 

Editors' Picks

2. Gejala sinusitis saat hamil

2. Gejala sinusitis saat hamil
Freepik/freepik

Sinusitis bisa terjadi pada trimester berapa pun. Gejala umum yang biasanya nampak adalah:

  • Hidung tersumbat dengan banyak lendir,
  • sakit tenggorokan,
  • sakit kepala yang terasa makin buruk saat memiringkan kepala atau mengunyah sesuatu,
  • suhu tubuh tinggi karena reaksi alergi,
  • batuk parah,
  • pada wajah terasa sakit menyerupai adanya tekanan,
  • kehilangan indra penciuman atau pengecap,
  • sakit telinga,
  • bau mulut dari hidung dan tenggorokan.

3. Penyebab sinusitis saat hamil

3. Penyebab sinusitis saat hamil
freepik.com/ronnachaipark

Ada beberapa penyebab sinusitis yang terjadi saat hamil. Yang pertama karena hormon kehamilan. Hormon estrogen dan progesteron dapat memperburuk kondisi sinusitis karena kedua hormon ini meningkatkan sirkulasi darah pada pembuluh dan selaput, termasuk selaput lendir, sehingga menyebabkan pembengkakan.

Imunitas yang rendah saat hamil juga dapat meningkatkan risiko Mama terkena sinusitis ketika hamil. Ini dikarenakan serangan bakteri, jamur, dan virus yang dapat menginfeksi saluran pernapasan. 

Faktor lain yang dapat memperbesar risiko terjadinya sinusitis adalah karena alergi serbuk sari, debu, bulu hewan, produk pembersih, dan sebagainya, serta infeksi karena demam dan flu.

4. Tipe sinusitis yang umum terjadi ketika hamil

4. Tipe sinusitis umum terjadi ketika hamil
Freepik/katemangostar

Menurut sifat perkembangannya, sinusitis terdiri dari dua jenis, yaitu sinusitis akut dan kronis.

Sinusitis akut adalah infeksi sementara yang berlangsung hingga empat minggu. Sinus ini meradang karena pilek atau alergi. Gejalanya memuncak dan menghilang dalam beberapa minggu saja. Jika infeksi tersebut berlangsung antara empat hingga 12 minggu, disebut sinusitis subakut. 

Sedangkan sinusitis kronis berkembang ketika gejala infeksi sinus berlangsung selama lebih dari 12 minggu dan berlanjut hingga beberapa bulan. Gejalanya menjadi makin parah dan menghilang secara berkala sehingga intensitasnya bervariasi. 

Infeksi sinusitis kronis yang berlanjut akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah. Umumnya dokter akan meresepkan antibiotik, dekongestan, dan antihistamin untuk mengatasinya.

5. Tips mengatasi sinusitis dengan pengobatan rumahan

5. Tips mengatasi sinusitis pengobatan rumahan
Pixabay.com/asundermeier

Ibu hamil perlu mengurangi konsumsi obat-obatan jika tidak benar-benar mendesak dan diresepkan oleh dokter. Mama dapat mengatasi sinusitis dengan beberapa cara berikut ini:

  • Gunakan humidifier ruangan di malam hari untuk menjaga saluran pernapasan tetap lembap dan mempercepat pemulihan.
  • Hirup uap dari bak atau mangkuk berisi air panas. Lakukan cara ini dua kali sehari untuk membantu mengencerkan lendir.
  • Gunakan cairan saline dengan menggunakan semprotan atau neti pot untuk membersihkan lendir pada hidung. Jangan menggunakan air biasa karena dapat merusak selaput lendir.
  • Oleskan kompres hangat di sekitar hidung, dahi, pipi, dan mata untuk meredakan rasa tersumbat dan mengalirkan lendir melalui saluran hidung.
  • Perbanyak minum air putih atau mengonsumsi makanan berkuah agar tubuh senantiasa terhidrasi. 

Apabila Mama mengalami demam di atas 38 derajat Celcius, batuk-batuk dengan dahak berwarna hijau atau kuning, sulit makan dan minum, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Itulah informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi sinusitis saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat untuk mengatasi sinusitis yang diderita saat hamil, Ma. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.