Hal Penting yang Wajib Diketahui Soal Hipertensi Pada Kehamilan

Jangan anggap remeh saat tekanan darah naik ketika hamil

11 September 2019

Hal Penting Wajib Diketahui Soal Hipertensi Kehamilan
Pexels/rawpixel.com

Hipertensi alias saat tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai hal yang biasa saja. Namun nyatanya, jika diabaikan kondisi ini juga bisa berbahaya, lho.

Tak cuma satu jenis, ada beberapa jenis kondisi tekanan darah tinggi yang bisa dialami oleh ibu hamil.

Perawatan yang tepat saat Mama mengalami tekanan darah tinggi juga penting agar kondisi kehamilan tidak terganggu.

Berikut rangkuman soal hipertensi pada ibu hamil yang penting Mama ketahui, seperti dirangkum oleh Popmama.com:

1. Jenis-jenis hipertensi

1. Jenis-jenis hipertensi
Freepik/Freepic.diller

Beberapa jenis kondisi hipertensi yang perlu Mama ketahui ada tiga, yakni hipertensi kronis, hipertensi gestasional, dan preeklampsia.

Hipertensi kronis yakni suatu kondisi di mana tekanan darah berada dalam tingkat cukup tinggi, yaitu di atas 140/90, dimulai dari sebelum kehamilan atau pada awal kehamilan.

Kondisi ini biasanya juga akan berlanjut sampai nanti setelah persalinan.

Hipertensi gestasional adalah masalah tekanan darah tinggi yang berkembang setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu. Yang berbeda, pada hipertensi gestasional biasanya nanti akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Sementara itu, pada preeklampsia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang berlanjut setelah usia kehamilan Mama di atas 20 minggu.

Gejalanya termasuk tekanan darah yang sangat tinggi dan ada protein dalam urine. Jika didiamkan, kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius bagi Mama dan juga si Kecil jika tidak diatasi dengan baik.

2. Faktor risiko hipertensi pada kehamilan

2. Faktor risiko hipertensi kehamilan
Pixabay/3194556

Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Beberapa di antaranya yakni kehamilan kali pertama dan yang punya riwayat keluarga dengan hipertensi kehamilan.

Kehamilan kembar juga bisa menjadi salah satu faktor risiko hipertensi pada ibu hamil. Begitu juga saat usia Mama lebih muda dari 20 tahun atau lebih tua dari 40 tahun saat hamil.

Yang paling memungkinkan, yaitu ketika Mama sudah punya riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal sebelum kehamilan.

Editors' Picks

3. Diagnosis hipertensi saat hamil

3. Diagnosis hipertensi saat hamil
Pexels/Rawpixel.com

Untuk memastikan apakah Mama benar mengidap hipertensi saat hamil, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan.

Di antaranya yakni pemeriksaan tekanan darah dan tes urine.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa kadar pembekuan ginjal dan darah, serta melakukan pemindaian ultrasonografi (USG) untuk memeriksa tumbuh kembang janin.

Dengan begitu, akan diketahui seberapa efisien aliran darah ke plasenta dan juga janin.

Baca juga: 3 Macam Anemia pada Ibu Hamil dan Dampak Buruknya

4. Pengaruh hipertensi dengan kondisi janin

4. Pengaruh hipertensi kondisi janin
Pexels/Pixabay

Jika tidak segera diatasi, hipertensi dapat memengaruhi kondisi aliran darah ke plasenta.

Nah, apabila plasenta tidak mendapatkan cukup aliaran darah, maka asupan nutrisi dan oksigen untuk janin pun akan terpengaruh.

Kondisi seperti ini apabila tidak diatasi dengan benar dan tepat, berat badan janin pun lama-lama akan terpengaruh.

Oleh sebab itu, dokter akan memantau secara ketat tumbuh kembang janin saat tekanan darah mama cukup tinggi.

Apabila hipertensi alias tekanan darah tinggi Mama terkontrol dengan baik, maka masalah hambatan aliran darah bisa dicegah dan diatasi.

Sebaliknya, apabila tekanan darah tinggi tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berlanjut pada preeklampsia. Dampak lebih serius pun bisa dialami oleh Mama dan juga janin.

Baca juga: Fakta dan Risiko Preeklampsia Bagi Ibu Hamil dan Janin

5. Perawatan dan pengobatan hipertensi saat hamil

5. Perawatan pengobatan hipertensi saat hamil
Pixabay/Estebantroncosofoto0

Tindakan perawatan dan pengobatan yang diterapkan pada Mama biasanya bergantung pada tanggal perkiraan lahir si Kecil.

Jika tekanan darah Mama cukup tinggi dan janin sudah cukup bulan dilahirkan, ada kemungkinan dokter akan melakukan tindakan persalinan. Namun jika tidak, semua bergantung pada kondisi fisik Mama dan janin.

Untuk mencegah terjadinya hipertensi kehamilan, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan. Salah satunya yakni membatasi dengan ketat penggunaan garam saat makan dan memasak.

Selain itu, tingkatkan jumlah protein dalam menu makanan Mama sehari-hari. Sebaliknya, kurangi jumlah makanan yang digoreng dan junk food ya, Ma.

Sehari-hari jangan lupa minum air putih setidaknya 8 gelas per hari, ya. Jangan lupa juga untuk istirahat cukup dan olahraga secara teratur.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;