Demi Janin, 7 Makanan yang Harus Dihindari saat Hamil Trimester Ketiga

Tetap perhatikan menu makanan demi kelancaran persalinan

10 Oktober 2020

Demi Janin, 7 Makanan Harus Dihindari saat Hamil Trimester Ketiga
Pexels/Rawpixel.com

Memasuki trimester ketiga dan makin mendekati waktunya persalinan, Mama tetap perlu memerhatikan berbagai hal, termasuk urusan makanan.

Pada masa ini, janin yang tumbuh semakin besar akan mulai mencari cara untuk bisa dilahirkan. Nah, periode ini pun perlu Mama dukung dengan mengonsumsi asupan bergizi.

Sebaliknya, ada juga beberapa jenis asupan makanan lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlebih dahulu. Alasannya adalah demi kesehatan janin dan juga tubuh mama.

Berikut Popmama.com rangkum makanan yang harus dihindari saat hamil trimester tiga:

Pastikan Mama tidak mengonsumsinya, ya!

1. Makanan dengan kandungan MSG tinggi

1. Makanan kandungan MSG tinggi
Pexels/Robin Stickel

Upayakan sebisa mungkin untuk memasak sendiri makanan di rumah, Ma. Dengan begitu Mama bisa mengatur penggunaan bahan-bahannya.

Terlalu sering makan di restoran atau di luar rumah membuat Mama berisiko tinggi untuk mengonsumsi terlalu banyak monosodium glutamat alias MSG.

Saat dikonsumsi berlebihan, termasuk oleh ibu hamil, MSG yang merupakan salah satu bahan adiktif bisa memicu sakit kepala, detak jantung berdebar cepat, serta tekanan darah tinggi.

Makanan yang mengandung MSG juga dapat membuat Mama makan secara berlebihan. Hal ini dapat meningkatkan berat badan, hingga berisiko mengalami obesitas dan diabetes gestasional.

2. Peach

2. Peach
Pexels/Tookapic

Dilansir oleh Livestrong, beberapa penelitian menemukan bahwa buah peach atau persik mengandung tingkat pestisida yang tinggi. Oleh sebab itu, konsumsi buah ini secara berlebihan tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Apabila Mama tetap ingin mengonsumsi buah yang satu ini, pastikan Mama mencucinya dengan benar-benar bersih, ya. Pilihan buah lain yang bisa menjadi pengganti peach di antaranya jeruk, semangka, apel, pir, dan mangga.

Editors' Picks

3. Akar manis

3. Akar manis
Pixabay/9355

Akar manis alias licorice merupakan tanaman herbal dengan rasa manis. Karena cita rasanya ini, licorice sering digunakan sebagai pemanis buatan pada makanan, terutama permen.

Meski punya rasa yang enak, saat hamil besar sebaiknya Mama tidak mengonsumsi licorice secara berlebihan, ya.

Konsumsi licorice, termasuk olahannya, dalam dosis besar dapat meningkatkan risiko Mama mengalami persalinan prematur, keguguran, hingga cacat janin.

4. Pomegranate

4. Pomegranate
Pixabay/Einladung_zum_Essen

Selain peach, buah lain yang juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan selama hamil adalah pomegranate atau buah delima.

Buah dengan rasa yang sangat manis ini disebut-sebut bisa menjadi salah satu pemicu gula darah naik, sehingga berisiko menimbulkan diabetes gestasional.

Biji dalam buah pomegranate atau buah delima juga sering dikaitkan dengan risiko persalinan prematur, sehingga perlu sangat diperhatikan oleh para ibu hamil.

Mama tetap boleh kok mengonsumsi buah pomegranate. Hanya saja, batasi porsinya dan jangan dikonsumsi secara berlebihan, ya.

5. Daging setengah matang

5. Daging setengah matang
Pexels/Kaysha

Konsumsi daging baik bagi ibu hamil, karena membantu menambah asupan zat besi dan juga protein. Tapi pastikan daging dimasak dengan matang, Ma.

Misalnya jika Mama memesan steak, maka selama hamil pastikan Mama memesan dengan tingkat kematangan well done.

Hindari mengonsumsi steak atau olahan daging di mana masih ada warna pink alias merah muda di bagian tengahnya. Ini tandanya daging masih belum matang sempurna, Ma.

Daging yang dimasak setengah matang seperti ini ada kemungkinan masih mengandung toksoplasma, yang bisa berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu hamil.

6. Makanan asin

6. Makanan asin
Pexels/Valeria Boltneva

Garam memang penting dan dibutuhkan oleh tubuh, namun hanya sedikit dan tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

Jadi saat Mama memasak, pastikan penggunaannya cukup hanya sejumput saja, ya. Hindari menggunakan terlalu banyak garam, apalagi kemudian ditambah dengan penyedap makanan yang juga tinggi garam dan MSG.

Mengonsumsi garam berlebih dapat membahayakan kesehatan, terutama jika Mama punya riwayat tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi saat hamil bisa memicu terjadinya preeklampsia.

7. Kafein

7. Kafein
Pexels/Rawpixel.com

Selain enam makanan di atas, Mama juga sebaiknya membatasi konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung kafein.

Sebagian besar ibu hamil terbiasa mengurangi mual di pagi hari dengan minum secangkir teh panas. Padahal teh juga mengandung kafein. Yang juga perlu Mama waspadai adalah cokelat, karena cokelat juga termasuk makanan yang mengandung kafein.

Jika dikonsumsi berlebihan, kafein yang dikonsumsi oleh Mama juga bisa memengaruhi janin. Kafein juga dapat menghambat penyerapan kalsium yang justru sangat dibutuhkan janin.

Agar tidak berlebihan, batasi konsumsi teh atau kopi maksimal dua cangkir per hari, ya.

Nah, itulah tujuh makanan yang harus dihindari saat hamil trimester tiga.

Semoga Mama lebih teliti dalam memilih makanan saat hamil, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.