10 Makanan untuk Menambah Berat Badan Janin selama Kehamilan

Apa saja ya makanan yang bisa dikonsumsi oleh Mama untuk menambah berat badan janin?

1 September 2020

10 Makanan Menambah Berat Badan Janin selama Kehamilan
Freepik

Berat badan janin dalam kandungan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian para dokter dan juga orangtua. Hal ini menentukan kondisi pertumbuhan janin.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan USG ditemukan berat badan janin masih kurang, maka perlu memperbaiki pola makan sehari-hari. Bukan berarti harus makan dengan porsi dobel ya, Ma. Utamakan kualitas, bukan hanya kuantitas saja.

Memilih asupan yang padat gizi akan membantu meningkatkan berat badan janin tanpa berlebihan. Berikut ini Popmama.com berhasil merangkum 10 makanan yang bisa Mama konsumsi untuk menambah berat badan janin selama kehamilan:

1. Ubi jalar

1. Ubi jalar
Unsplash/Hanson Lu

Ubi jalar merupakan jenis karbohidrat kompleks yang mengandung serat, kalium, vitamin C, vitamin B6, zat besi, tembaga, dan beta-karoten. Kehadiran antioksidan beta-karoten dalam ubi jalar akan dikonversi menjadi vitamin A oleh tubuh.

Nah, vitamin A sangat penting untuk kulit, tulang, dan mata janin. Ubi jalar juga dapat membantu meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Ubi jalar bisa diolah dengan berbagai cara, mulai dari ditumbuk, dibakar, direbus, atau digoreng.

2. Kacang-kacangan

2. Kacang-kacangan
Freepik/gdolgikh

Lentil dan kacang-kacangan kaya akan zat besi dan protein. Dengan mengonsumsi makanan ini, Mama akan mendapatkan cukup serat, folat, dan kalsium.

Manfaat ini juga bisa didapat jika Mama adalah seorang vegetarian. Kacang-kacangan membantu Mama memenuhi kebutuhan mineral yang tak bisa Mama dapatkan dari asupan non-vegetarian seperti daging.

Selain itu, kacang juga kaya akan seng, yang membantu mengurangi risiko persalinan yang sulit, bayi berat lahir rendah, atau kelahiran prematur.

3. Jeruk

3. Jeruk
Freepik/spkphotostock

Mulailah hari Mama dengan segelas jus jeruk segar untuk meningkatkan asupan vitamin C, kalium, dan folat dalam tubuh. Asam folat sangat penting dalam proses kehamilan.

Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian asam folat, Mama membantu mengurangi risiko janin terkena cacat lahir.

Buah jeruk juga membantu menjaga kesehatan tubuh Mama secara keseluruhan, menyeimbangkan metabolisme, dan fungsi otot secara keseluruhan. Berat badan janin pun akan naik secara terkendali.

4. Yoghurt

4. Yoghurt
Pixabay/ponce_photography

Kalsium, protein, vitamin B, seng dan nutrisi pembentuk tulang lainnya adalah nutrisi yang terkandung dalam yoghurt. Sebagai calon ibu, kebutuhan kalsium harian Mama adalah 1.000 mg, yang dapat Mama penuhi salah satunya dengan mengonsumsi yoghurt.

Selain menjaga kesehatan tulang dan gigi Mama, asupan kalsium yang cukup selama kehamilan juga mengurangi risiko persalinan prematur atau bayi lahir dengan berat rendah.

Editors' Picks

5. Sayuran berdaun hijau

5. Sayuran berdaun hijau
Freepik/Narong27

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, dan asparagus sarat dengan nutrisi penting dan antioksidan. Sayuran jenis ini pun sangat baik dikosumsi secara rutin oleh ibu hamil. Terutama di trimester pertama dan kedua, di mana janin sedang tumbuh secara pesat.

Dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, Mama bisa mendapatkan kalsium, kalium, vitamin A, folat, dan serat harian. Agar manfaatnya lebih maksimal, Mama bisa mengolah sayuran berdaun hijau dengan cara direbus atau dikukus.

6. Ikan salmon

6. Ikan salmon
Unsplash/David B Townsend

Apakah Mama doyan makan ikan? Jika ya, ada banyak manfaat yang bisa didapat. Terutama dari ikan dengan kandungan asam lemak omega 3 tinggi seperti salmon.

Salmon adalah salah satu sumber terbaik asam lemak omega 3 dan protein. Asam lemak omega 3 sangat bermanfaat untuk pertumbuhan janin karena membantu perkembangan otak dan mata, serta memasok protein dalam jumlah yang dibutuhkan.

Namun saat mengonsumsinya, pastikan ikannya diolah sampai benar-benar matang sempurna ya, Ma.

7. Telur

7. Telur
Unsplash/Wenping Wang

Telur adalah sumber protein, vitamin A, dan vitamin D, yang semuanya dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Telur juga menjadi salah satu makanan bergizi yang baik dikonsumsi selama hamil.

Telur juga kaya akan asam folat dan zat besi, yang mampu memperkuat selaput ketuban dan mencegah cacat lahir, serta mampu menambat berat badan janin.

8. Susu dan produk olahannya

8. Susu produk olahannya
Freepik/tirachardz

Asupan harian 200-500 ml susu per hari dapat membantu meningkatkan berat badan janin selama kehamilan. Susu mengandung protein dan kalsium dalam jumlah tinggi, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Susu bisa diminum langsung atau dibuat menjadi smoothie agar terasa lebih segar. Mama juga bisa mendapatkan manfaat dari susu melalui produk olahannya, termasuk dari keju dan es krim.

9. Daging ayam

9. Daging ayam
Unsplash/Ella Olsson

Daging ayam juga menjadi salah satu makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil guna meningkatkan berat badan janin. Daging tanpa lemak ini kaya akan protein yang mendorong perkembangan sel dan otot dalam tubuh.

Selain protein, daging ayam juga mengandung zat besi yang tinggi untuk mengurangi risiko anemia pada Mama dan janin.

10. Kacang kedelai

10. Kacang kedelai
Freepik/Rawpixel.com

Kedelai adalah sumber protein yang baik untuk para vegetarian dan dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Misalnya dari sari kedelai, tempe atau tahu. Kandungan zat besi yang tinggi dalam kedelai juga membantu mencegah anemia pada ibu hamil.

Demikian rangkuman 10 makanan yang dapat meningkatkan berat badan janin dalam kandungan.

Untuk mengetahui apakah berat badan janin sudah sesuai atau belum, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.