Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Kalsium COVER
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Intinya sih...

  • Janin akan mengambil kalsium dari tulang sang mama, sehingga menyebabkan risiko osteoporosis dini jika asupan kurang selama hamil.

  • Kalsium berperan penting mengontrol tekanan darah. Kekurangan kalsium dapat memicu hipertensi dan preeklamsia.

  • Gejala fisik seperti kram otot kaki, kesemutan, dan nyeri punggung parah menjadi sinyal tubuh kekurangan kalsium.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalsium sering kali dianggap "nomor dua" setelah zat besi dan asam folat. Padahal, mineral putih ini menjadi fondasi utama bagi pembentukan kerangka tubuh si Kecil.

Selama di dalam kandungan, janin bertindak layaknya "parasit" yang akan mengambil kebutuhan kalsiumnya langsung dari tubuh mama, bahkan tidak peduli apakah stok kalsium cukup atau tidak.

Jika asupan dari makanan kurang, tubuh mama terpaksa membongkar cadangan kalsium dari tulang untuk diberikan kepada bayi. Kondisi ini jika dibiarkan tentu membawa risiko kesehatan serius jangka panjang.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa bahaya ibu hamil kekurangan kalsium yang harus diwaspadai.

Yuk Ma, simak penjelasannya!

Deretan Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Kalsium

1. Risiko osteoporosis di usia muda

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Bahaya terbesar bagi ibu hamil yang kurang kalsium, yakni pengeroposan tulang atau osteoporosis dini. Hal ini karena janin mengambil kalsium dari tulang sang mama, kepadatan massa tulang ibu hamil akan menurun drastis.

Jika tidak segera diganti lewat asupan makanan, tulang ibu hamil menjadi rapuh dan berisiko patah bahkan hanya karena benturan ringan.

Dampak ini mungkin tidak langsung terasa saat hamil, tetapi akan menjadi "bom waktu" saat Mama memasuki masa menopause nanti. Perempuan yang sering hamil tanpa asupan kalsium yang cukup memiliki risiko bungkuk dan nyeri tulang kronis yang jauh lebih tinggi di masa tuanya.

2. Memicu preeklamsia dan hipertensi

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Tahukah Mama bahwa kalsium berperan penting dalam mengatur tekanan darah?

Kekurangan kalsium selama kehamilan telah terbukti secara medis berkaitan erat dengan peningkatan risiko hipertensi gestasional (darah tinggi) dan preeklamsia.

Kalsium membantu menjaga pembuluh darah agar tetap rileks dan elastis. Jika kadarnya rendah, maka pembuluh darah cenderung menyempit, lalu memaksa jantung memompa lebih keras.

Preeklamsia adalah komplikasi serius yang bisa membahayakan nyawa ibu hamil dan janin, yang sering kali berujung pada kelahiran prematur.

3. Pertumbuhan tulang janin terhambat

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Meskipun janin akan mengambil kalsium ibu hamil, jika defisiensi pada tubuh sudah sangat parah, janin pun akan terkena dampaknya. Si Kecil dalam kandungan berisiko mengalami gangguan mineralisasi tulang di dalam rahim, sehingga menyebabkan tulangnya menjadi lunak atau rapuh.

Dalam kasus yang ekstrem, bayi bisa lahir dengan kondisi rakitis bawaan (congenital rickets) atau memiliki pertumbuhan tulang yang tidak sempurna. Hal ini bisa menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik dan masalah pada struktur rangka tubuh bayi setelah lahir.

4. Kram otot kaki yang menyakitkan

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Sering terbangun tengah malam karena betis terasa seperti ditarik kencang? Kondisi tersebut termasuk tanda klasik kekurangan kalsium.

Kalsium berfungsi membantu kontraksi dan relaksasi otot. Tanpa kalsium yang cukup, otot-otot mama akan sulit untuk rileks kembali setelah berkontraksi.

Kram otot ini biasanya menyerang area betis, paha, dan telapak kaki, terutama di malam hari atau saat cuaca dingin. Selain menyakitkan, kram yang terus-menerus akan mengganggu kualitas tidur mama yang sangat dibutuhkan untuk istirahat.

5. Masalah pada gigi dan gusi

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Pernah dengar mitos "satu anak, satu gigi tanggal"?

Hal itu bisa terjadi jika Mama kekurangan kalsium parah. Meskipun kalsium tidak langsung diambil dari gigi, kekurangan kalsium menyebabkan tulang rahang (tempat gigi menancap) menjadi kurang padat.

Akibatnya, gigi bisa terasa goyang, ngilu, atau lebih rentan berlubang. Selain itu, kalsium juga penting untuk kesehatan gusi.

Defisiensi kalsium dapat memperparah peradangan gusi (gingivitis) yang memang umum terjadi karena hormon kehamilan.

6. Sering kesemutan dan mati rasa

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Selain untuk tulang, kalsium adalah mineral vital untuk transmisi sinyal saraf.

Kekurangan kalsium (hipokalsemia) dapat mengganggu aliran listrik di sistem saraf mama. Gejala awalnya sering kali berupa sensasi kesemutan (tingling) atau mati rasa di sekitar jari-jari tangan, kaki, dan bibir.

Jika dibiarkan, gangguan saraf ini bisa berkembang menjadi tremor atau getaran halus pada tangan.

Kondisi ini tentu membuat mama tidak nyaman dalam beraktivitas sehari-hari, seperti memegang benda atau berjalan.

7. Nyeri punggung dan panggul yang parah

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Saat hamil, tulang punggung dan panggul mama bekerja ekstra keras menopang berat janin yang terus bertambah. Jika struktur tulang mama sendiri rapuh karena kurang kalsium, kemampuan tulang untuk menopang beban akan berkurang signifikan.

Akibatnya, Mama akan merasakan nyeri punggung bawah (low back pain) dan nyeri panggul yang jauh lebih intens dibandingkan ibu hamil yang kebutuhan kalsiumnya tercukupi. Nyeri ini bisa menghambat mobilitas mama dan membuat proses persalinan menjadi lebih melelahkan.

Itulah beberapa bahaya ibu hamil kekurangan kalsium.

Pastikan Mama rajin minum susu, makan yoghurt, ikan teri, sayuran hijau, atau suplemen kalsium dari dokter demi kesehatan tulang diri sendiri dan si Kecil!

FAQ Kalsium Ibu Hamil

Berapa kebutuhan kalsium harian ibu hamil?

Ibu hamil membutuhkan sekitar 1.000-1.200 mg kalsium per hari. Ini setara dengan 3-4 gelas susu. Jika tidak bisa minum susu sebanyak itu, suplemen kalsium sangat disarankan.

Bolehkah minum suplemen kalsium dan zat besi bersamaan?

Sebaiknya tidak, kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi. Beri jeda minimal 2 jam antara minum tablet kalsium (atau susu) dengan tablet tambah darah agar keduanya terserap maksimal.

Apakah janin bisa lahir tanpa tulang jika ibu kurang kalsium?

Tidak seekstrem itu. Kerangka tulang tetap akan terbentuk, namun kepadatannya akan sangat rendah (tulang lunak), yang berisiko menyebabkan patah tulang saat proses persalinan atau kelainan bentuk tulang (rakitis).

Editorial Team