7 Dampak Buruk Kopi untuk Ibu Hamil, Bikin Susah Tidur

- Kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi, meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil.
- Konsumsi kopi berlebih dikaitkan dengan risiko bayi lahir berat rendah (BBLR) dan gangguan tidur pada ibu hamil.
- Sifat asam dan diuretik kopi dapat memperparah heartburn (asam lambung) dan risiko dehidrasi.
Bagi sebagian orang, memulai hari tanpa secangkir kopi rasanya ada yang kurang. Aroma kopi yang harum dan efek kafeinnya memang ampuh mengusir kantuk, terutama saat mulai merasa lelah setelah beraktivitas. Namun, saat sedang berbadan dua, kebiasaan ngopi ini perlu ditinjau ulang demi kesehatan janin.
Meskipun tidak dilarang total, konsumsi kafein yang berlebihan terbukti memiliki dampak negatif bagi kehamilan. Kafein adalah zat stimulan yang bisa menembus plasenta dan memengaruhi metabolisme bayi yang belum sempurna.
Agar mama lebih waspada, Popmama.com telah merangkum beberapa dampak buruk kopi untuk ibu hamil jika dikonsumsi berlebihan.
Yuk Ma, simak penjelasannya!
Kumpulan Dampak Buruk Kopi untuk Ibu Hamil
1. Menghambat penyerapan zat besi

Dampak yang sering tidak disadari, salah satunya kemampuan kopi dalam "mencuri" nutrisi penting. Kopi mengandung senyawa polifenol dan tanin yang dapat mengikat zat besi dari makanan yang mama konsumsi, sehingga tubuh sulit menyerapnya.
Padahal, zat besi sangat krusial untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia pada mama saat hamil. Jika Mama minum kopi berdekatan dengan waktu makan atau saat minum vitamin hamil, risiko mama mengalami anemia, pusing, dan pucat akan semakin meningkat.
2. Meningkatkan risiko bayi lahir berat rendah

Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi kafein tinggi dengan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Kafein dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di plasenta, yang berpotensi mengurangi suplai oksigen dan nutrisi ke janin.
Janin yang tidak mendapatkan asupan nutrisi maksimal mungkin akan mengalami hambatan pertumbuhan di dalam rahim (Intrauterine Growth Restriction). Bayi dengan berat lahir rendah berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan saat lahir dan di masa depannya.
3. Memicu asam lambung naik dan heartburn

Keluhan nyeri ulu hati atau heartburn menjadi makanan sehari-hari bagi ibu hamil akibat desakan rahim dan hormon progesteron. Sifat asam pada kopi dan kandungan kafeinnya dapat memperparah kondisi ini dengan cara merelaksasi katup kerongkongan bawah.
Ketika katup ini longgar, asam lambung akan mudah naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa panas terbakar di dada yang sangat tidak nyaman. Jika Mama sudah memiliki riwayat GERD atau sering merasa mual (morning sickness), kopi sebaiknya dihindari karena bisa membuat perut semakin perih.
4. Menyebabkan insomnia dan gangguan tidur

Tidur nyenyak seolah menjadi barang mewah bagi ibu hamil, terutama di trimester akhir. Kafein menjadi stimulan saraf pusat yang bekerja dengan cara menahan rasa kantuk. Masalahnya, waktu paruh kafein pada orang dewasa jauh lebih lama, artinya zat ini bertahan lebih lama di dalam tubuh sebelum bisa diuraikan.
Minum kopi, bahkan di siang hari, bisa membuatmu terjaga di malam hari, gelisah, dan sulit memulai tidur. Kurang tidur kronis dapat menurunkan stamina mama dan memengaruhi suasana hati, membuat ibu hamil lebih mudah stres dan lelah.
5. Membuat jantung berdebar lebih kencang

Saat hamil, volume darah meningkat drastis dan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke janin. Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah secara sementara.
Bagi ibu hamil yang sensitif, efek ini bisa memicu palpitasi atau jantung berdebar-debar yang membuat sesak dan cemas. Jika Mama memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau risiko preeklamsia, dokter biasanya akan menyarankan untuk menghentikan konsumsi kopi sepenuhnya demi keamanan.
6. Meningkatkan frekuensi buang air kecil

Kopi memiliki sifat diuretik. Itu artinya dapat merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak urine. Mama sendiri sudah sering bolak-balik ke kamar mandi karena tekanan rahim pada kandung kemih. Minum kopi hanya akan memperparah frekuensi pipis ini.
Bahayanya, jika cairan yang keluar tidak diimbangi dengan minum air putih yang banyak, Mama berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi pada ibu hamil bisa menyebabkan air ketuban berkurang dan memicu kontraksi palsu yang tidak diinginkan.
7. Risiko keguguran pada trimester awal

Meskipun masih menjadi perdebatan, beberapa studi observasional mengaitkan asupan kafein yang sangat tinggi (lebih dari 200-300 mg per hari) dengan peningkatan risiko keguguran, terutama di trimester pertama kehamilan.
Di minggu-minggu awal yang rentan ini, organ vital janin sedang terbentuk. Karena metabolisme janin belum matang, ia tidak bisa memproses kafein secepat tubuh Mama. Penumpukan kafein ini dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan awal janin secara negatif.
Itulah beberapa dampak buruk kopi untuk ibu hamil jika dikonsumsi berlebihan. Mama masih boleh menikmati kopi, asalkan membatasinya maksimal 1 cangkir (sekitar 200 mg kafein) per hari dan berkonsultasi dengan dokter kandungan.
FAQ Kopi untuk Ibu Hamil
| Berapa batas aman minum kopi untuk ibu hamil? | Organisasi kesehatan dunia (WHO) dan ACOG menyarankan batas aman kafein untuk ibu hamil adalah maksimal 200 mg per hari. Ini setara dengan satu cangkir kopi instan ukuran sedang (bukan gelas besar ala kafe). |
| Apakah kopi tanpa kafein aman? | Kopi decaf jauh lebih aman karena kandungan kafeinnya sangat sedikit (sekitar 2-5 mg). Namun, kopi decaf tetap memiliki tingkat keasaman yang bisa memicu masalah lambung, jadi tetap konsumsi dengan bijak. |
| Makanan apa lagi yang mengandung kafein selain kopi? | Perlu diingat bahwa teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman berenergi juga mengandung kafein. Jadi, hitung total asupan kafein harian dari semua sumber tersebut, bukan hanya dari kopi. |


















