Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi, Waspada Risiko Pendarahan

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi COVER
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Intinya sih...
  • Kekurangan zat besi menyebabkan pasokan oksigen ke janin berkurang, meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan berat badan rendah (BBLR).
  • Mama saat hamil yang anemis berisiko tinggi mengalami pendarahan hebat pasca persalinan yang mengancam nyawa.
  • Defisiensi besi dapat menghambat perkembangan otak janin dan memicu depresi pasca melahirkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Zat besi sering kali dianggap sebagai vitamin biasa, padahal mineral ini memegang peranan hidup dan mati selama kehamilan. Saat hamil, volume darah meningkat hingga 50 persen untuk mendukung kehidupan janin. Tubuh membutuhkan zat besi ekstra untuk memproduksi hemoglobin, protein yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan bayi.

Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami defisiensi besi hingga gejala parah muncul. Kekurangan zat besi bukan hanya membuat ibu hamil lemas, tetapi juga membawa risiko komplikasi serius bagi mama dan janin, baik saat hamil maupun saat persalinan nanti.

Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa bahaya ibu hamil kekurangan zat besi yang perlu diketahui.

Yuk Ma, simak penjelasannya agar lebih aware!

Deretan Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi

1. Mengalami kelelahan ekstrem dan pusing

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi 1
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Bahaya paling awal dan umum dirasakan adalah anemia defisiensi besi. Tanpa zat besi yang cukup, pasokan oksigen ke otak dan otot mama akan berkurang drastis. Akibatnya, Mama akan merasa sangat lelah (fatigue), lesu, dan tidak bertenaga meski sudah tidur cukup.

Selain lelah fisik, kurangnya oksigen di otak sering menyebabkan ibu hamil merasa pusing, berkunang-kunang, hingga pingsan.

Kondisi ini tentu berbahaya jika sedang beraktivitas, menyetir, atau berada di kamar mandi, karena risiko terjatuh dan cedera menjadi lebih besar.

2. Meningkatkan risiko bayi lahir prematur

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi 2
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Kekurangan zat besi kronis dapat memicu stres pada tubuh ibu hamil dan plasenta. Penelitian menunjukkan bahwa mama saat hamil dengan anemia berat di trimester awal dan kedua memiliki risiko dua hingga tiga kali lipat lebih besar untuk melahirkan secara prematur (sebelum usia kehamilan 37 minggu).

Kelahiran prematur membawa risiko kesehatan jangka panjang bagi bayi, mulai dari paru-paru yang belum matang, kesulitan menyusu, hingga masalah perkembangan organ.

Memastikan asupan zat besi tercukupi bisa menjadi salah satu cara terbaik menjaga bayi tetap "betah" di dalam rahim hingga waktunya lahir.

3. Bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR)

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi 3
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Zat besi berperan vital dalam menyalurkan nutrisi dan oksigen ke plasenta. Jika Mama kekurangan zat besi, pertumbuhan janin di dalam kandungan bisa terhambat (Intrauterine Growth Restriction). Akibatnya, bayi berisiko lahir dengan berat badan rendah (di bawah 2,5 kg).

Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) biasanya memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dan rentan terhadap infeksi serta hipotermia.

Mereka mungkin memerlukan perawatan intensif di NICU setelah lahir untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.

4. Risiko pendarahan hebat saat persalinan

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi 4
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Inilah bahaya yang paling menakutkan saat proses persalinan. Zat besi sangat penting untuk membantu kontraksi rahim yang efektif.

Mama saat hamil yang anemis cenderung memiliki otot rahim yang lebih lemah, sehingga sulit menjepit pembuluh darah yang terbuka setelah plasenta lepas (atonia uteri).

Kondisi ini meningkatkan risiko pendarahan pasca persalinan (postpartum hemorrhage) yang bisa mengancam nyawa. Selain itu, tubuh yang kekurangan zat besi memiliki toleransi yang sangat rendah terhadap kehilangan darah, sehingga kondisi mama bisa drop dengan sangat cepat jika terjadi pendarahan sedikit saja.

5. Hambatan perkembangan otak janin

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi 5
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Zat besi sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem saraf pusat dan otak janin yang sedang pesat. Kekurangan zat besi di masa kritis kehamilan dapat memengaruhi proses mielinisasi dan pembentukan sinaps di otak bayi secara permanen.

Beberapa studi jangka panjang menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang defisiensi besi berisiko mengalami gangguan kognitif, masalah perilaku, atau kemampuan belajar yang lebih lambat di masa sekolahnya nanti dibandingkan anak yang kadar zat besinya cukup sejak dalam kandungan.

6. Sistem kekebalan tubuh menurun

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi 6
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Zat besi berperan penting dalam pembentukan dan kinerja sel-sel imun tubuh. Ibu hamil yang kekurangan zat besi akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga sangat mudah terserang penyakit infeksi seperti flu, batuk, atau infeksi saluran kemih.

Jika Mama sakit, tentu janin pun bisa terkena dampaknya. Selain itu, proses penyembuhan pada perempuan yang anemis cenderung berjalan jauh lebih lama.

Luka bekas jahitan operasi caesar atau robekan perineum juga akan lebih sulit sembuh dan berisiko infeksi jika kadar zat besinya rendah.

7. Rentan terkena depresi pasca melahirkan

7 Bahaya Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi 7
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Dampak kekurangan zat besi ternyata juga menyerang kesehatan mental. Kelelahan kronis akibat anemia dapat menguras energi emosional mama, membuat mama lebih mudah merasa putus asa, cemas, dan kewalahan (overwhelmed) dalam mengurus bayi baru lahir.

Studi mengaitkan kadar feritin (cadangan besi) yang rendah dengan peningkatan risiko baby blues yang parah hingga depresi pasca melahirkan (postpartum depression). Menjaga kadar zat besi tetap stabil dapat membantu menjaga suasana hati mama tetap positif dan bahagia menyambut si Kecil.

Itulah beberapa bahaya ibu hamil kekurangan zat besi.

Jangan lupa untuk rutin meminum tablet tambah darah (TTD) sesuai anjuran bidan atau dokter, serta perbanyak makan daging merah dan sayuran hijau.

FAQ Zat Besi Ibu Hamil

Kapan waktu terbaik minum tablet tambah darah?

Sebaiknya diminum malam hari sebelum tidur atau saat perut kosong (2 jam setelah makan) agar penyerapan maksimal. Hindari meminumnya bersamaan dengan teh, kopi, atau susu karena bisa menghambat penyerapan zat besi.

Apakah tablet zat besi menyebabkan mual?

Ya, efek samping umum adalah mual dan nyeri lambung. Jika merasa sangat mual, cobalah meminumnya bersama camilan sedikit atau minta dokter meresepkan jenis zat besi yang lebih ramah lambung.

Makanan apa yang mempercepat penyerapan zat besi?

Makanan yang kaya vitamin C. Minumlah tablet besi dengan jus jeruk, air lemon, atau makanlah daging bersamaan dengan paprika dan tomat. Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi berkali-kali lipat lebih baik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

7 Makanan untuk Menjaga Sumsum Tulang Belakang Ibu Hamil

28 Jan 2026, 07:08 WIBPregnancy