Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Mengatasi Super Flu pada Ibu Hamil COVER
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Intinya sih...

  • Istirahat total dan hidrasi maksimal menjadi kunci utama melawan virus flu saat sistem imun ibu hamil sedang menurun.

  • Cara alami seperti uap air panas, kumur air garam, dan posisi tidur tinggi efektif meredakan hidung tersumbat tanpa obat kimia.

  • Hindari obat warung, konsultasikan penggunaan paracetamol atau obat lain ke dokter jika demam tinggi tak kunjung turun.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Terkena flu biasa saat hamil saja sudah sangat tidak nyaman, apalagi jika Mama terserang "Super Flu" atau flu berat. Gejala seperti demam tinggi, badan linu, hidung tersumbat total, hingga batuk yang tak kunjung henti tentu membuat tubuh lemas tak berdaya. Padahal saat hamil sistem kekebalan tubuh memang menurun secara alami.

Kondisi ini sering kali membuat dilema. Mama ingin segera sembuh, tetapi takut minum obat sembarangan karena khawatir efek sampingnya pada janin. Jangan khawatir meskipun pilihannya terbatas, ada beberapa langkah efektif untuk meredakan gejalanya.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara mengatasi super flu pada ibu hamil.

Yuk Ma, simak tips pemulihannya!

Deretan Cara Mengatasi Super Flu pada Ibu Hamil

1. Istirahat total dan tidur yang cukup

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Saat terserang flu berat, tubuh mama sedang berperang melawan virus sekaligus bekerja keras menjaga pertumbuhan janin. Kunci utama penyembuhannya, yakni menghentikan semua aktivitas fisik dan beristirahat total (bed rest). Jangan memaksakan diri untuk bekerja atau mengurus rumah tangga dulu ya, Ma.

Tidur yang cukup akan memberikan kesempatan bagi sistem imun tubuh untuk memulihkan diri. Jika Mama susah tidur karena hidung tersumbat, cobalah tidur dalam posisi setengah duduk atau luangkan waktu untuk tidur siang singkat agar energi tidak terkuras habis.

2. Pastikan tubuh terhidrasi maksimal

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Demam dan produksi lendir yang berlebih saat flu dapat membuat cairan tubuh mama berkurang drastis.

Dehidrasi saat hamil sangat berbahaya karena bisa memengaruhi volume air ketuban dan memicu kontraksi dini. Oleh karena itu, Mama wajib minum air putih lebih banyak dari biasanya.

Selain air mineral, Mama bisa mengonsumsi air kelapa, jus buah segar yang kaya vitamin C, atau minuman elektrolit alami. Cairan hangat seperti teh lemon madu juga sangat baik untuk mengencerkan dahak dan melegakan tenggorokan yang gatal.

3. Konsumsi sup ayam hangat

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Ini bukan sekadar resep nenek moyang. Sup ayam hangat terbukti secara ilmiah memiliki sifat anti-inflamasi ringan yang dapat membantu meredakan peradangan pada saluran pernapasan. Uap panas dari kuah sup juga membantu membuka rongga hidung yang tersumbat.

Kandungan protein dari ayam dan nutrisi dari sayuran di dalamnya memberikan energi yang mudah dicerna oleh tubuh mama yang sedang sakit.

Rasanya yang gurih juga biasanya lebih bisa diterima oleh lidah mama yang mungkin sedang terasa pahit atau mual akibat flu.

4. Kumur dengan air garam hangat

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Jika super flu mama disertai dengan radang tenggorokan yang menyakitkan, berkumur dengan air garam adalah solusi alami yang paling aman dan efektif.

Garam berfungsi menarik cairan berlebih dari jaringan tenggorokan yang bengkak dan membantu mematikan bakteri atau virus di area mulut.

Larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Gunakan untuk berkumur (gargle) di pangkal tenggorokan selama beberapa detik, lalu buang.

Lakukan ini beberapa kali sehari untuk meredakan nyeri tanpa perlu minum obat pereda nyeri kimiawi.

5. Hirup uap atau gunakan humidifier

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Hidung mampet total menjadi salah satu gejala flu yang paling menyiksa dan membuat sulit tidur. Hindari penggunaan obat semprot hidung dekongestan tanpa resep dokter.

Sebagai gantinya, Mama bisa menghirup uap air panas dari baskom yang ditetesi sedikit minyak kayu putih (jika tidak mual dengan baunya).

Menjaga kelembapan udara di kamar tidur juga sangat penting. Udara yang kering (terutama di ruangan ber-AC) akan membuat iritasi hidung semakin parah.

Nyalakan humidifier saat tidur untuk menjaga selaput lendir tetap lembap dan napas menjadi lebih lega.

6. Tidur dengan posisi bantal lebih tinggi

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Saat berbaring datar, gaya gravitasi membuat lendir menumpuk di rongga hidung dan tenggorokan, yang memicu batuk terus-menerus di malam hari. Trik sederhananya bisa dengan meninggikan posisi kepala mama saat tidur.

Tumpuk dua atau tiga bantal agar posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut. Posisi ini membantu lendir mengalir turun ke kerongkongan (drainase) dengan lebih lancar, sehingga mengurangi tekanan di sinus dan meminimalisir frekuensi batuk.

7. Konsultasi dokter sebelum minum obat

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Jika demam mencapai 38 derajat Celcius atau lebih, segera hubungi dokter. Demam tinggi yang tidak ditangani dalam waktu lama bisa berisiko bagi janin.

Dokter mungkin akan meresepkan Paracetamol yang umumnya dianggap aman untuk ibu hamil sebagai penurun panas dan pereda nyeri.

Ingat, hindari membeli obat flu warung sembarangan, terutama yang mengandung Ibuprofen, Aspirin, atau Pseudoephedrine (dekongestan), karena beberapa zat tersebut berisiko menyebabkan gangguan pada janin, terutama di trimester tertentu. Selalu minta resep dokter untuk keamanan mama dan si Kecil.

Itulah beberapa cara mengatasi super flu pada ibu hamil.

Meskipun terasa berat, flu umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu satu minggu dengan perawatan di rumah yang tepat.

FAQ Flu pada Ibu Hamil

Apakah batuk yang keras bisa membahayakan janin?

Secara umum, guncangan akibat batuk tidak membahayakan janin karena terlindungi air ketuban. Namun, batuk terus-menerus bisa membuat otot perut kram dan memicu kontraksi ringan. Segera obati batuknya agar lebih nyaman.

Bolehkah ibu hamil minum antibiotik untuk flu?

Tidak. Flu disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik untuk membunuh bakteri. Antibiotik hanya diberikan dokter jika flu disertai infeksi bakteri sekunder (seperti bronkitis atau sinusitis bakteri).

Kapan harus segera ke IGD saat flu?

Segera ke rumah sakit jika mengalami sesak napas, nyeri dada, muntah hebat terus-menerus, pergerakan janin berkurang, atau demam tinggi yang tidak turun meski sudah minum obat penurun panas.

Editorial Team