Setelah kehujanan, tubuh bisa merasa menggigil dan tidak nyaman dalam waktu yang cukup lama, terutama jika tidak segera mandi air hangat dan mengganti pakaian kering. Rasa dingin yang tersisa pada tubuh dapat mengganggu waktu istirahat di malam hari.
Padahal, menjelang persalinan, Mama sangat membutuhkan tidur yang cukup untuk menjaga stamina dan kesiapan fisik. Kurang tidur dapat membuat Mama lebih mudah stres, emosional, dan cepat lelah. Jika kondisi ini berlangsung berulang, kesiapan mental dan fisik menjelang persalinan bisa ikut terpengaruh.
Itulah deretan dampak buruk kehujanan saat hamil tua. Kehujanan saat hamil tua memang tidak selalu berujung pada masalah serius, tetapi tetap memiliki sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan.
Dengan menjaga suhu tubuh tetap hangat, segera membersihkan diri setelah kehujanan, dan memperhatikan tanda-tanda gangguan kesehatan, Mama dapat meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi serta tetap sehat hingga waktu persalinan tiba.
Apakah kehujanan saat hamil tua pasti berbahaya? | Tidak selalu, tetapi tetap berisiko jika menyebabkan demam, infeksi, atau cedera akibat terpeleset. |
Apa yang sebaiknya dilakukan setelah kehujanan? | Segera ganti pakaian basah, mandi air hangat, minum minuman hangat, dan istirahat cukup. |
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter? | Jika muncul demam tinggi, kontraksi teratur, nyeri hebat, atau gerakan janin terasa berkurang. |