7 Cara Mengatasi GERD saat Hamil Tua, Coba Tidur Miring ke Kiri

- Tekanan rahim yang membesar dan hormon progesteron bisa menjadi penyebab utama asam lambung mudah naik saat hamil tua.
- Mengubah porsi makan menjadi kecil, tetapi sering dan tidur miring ke kiri sangat efektif mengurangi gejala heartburn.
- Hindari langsung berbaring setelah makan dan gunakan bantal tinggi untuk mencegah asam lambung naik di malam hari.
Memasuki trimester ketiga atau hamil tua, perut mama semakin membesar seiring pertumbuhan janin. Sayangnya, kebahagiaan menanti kelahiran si Kecil sering kali diganggu oleh rasa panas di dada (heartburn) atau naiknya asam lambung (GERD). Kondisi ini terjadi karena rahim yang membesar menekan lambung ke atas, ditambah hormon progesteron yang melonggarkan katup kerongkongan.
Rasa panas, perih, dan sensasi makanan naik kembali ke tenggorokan tentu membuat mama sulit tidur dan serba salah dalam beraktivitas. Jangan buru-buru minum obat. ada banyak cara alami untuk meredakannya.
Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara mengatasi GERD saat hamil tua secara lebih detail.
Yuk Ma, coba tips berikut ini!
Deretan Cara Mengatasi GERD saat Hamil Tua
1. Makan dengan porsi kecil, tetapi sering

Saat hamil tua, kapasitas lambung sebenarnya menyusut karena terdesak oleh rahim. Jika Mama memaksakan makan dalam porsi besar tiga kali sehari, lambung akan kepenuhan dan memicu makanan meluap kembali ke kerongkongan. Inilah pemicu utama GERD semakin parah.
Strategi terbaik, yakni dengan mengubah pola makan menjadi 5-6 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil (seukuran piring kecil). Makanlah secara perlahan dan kunyah makanan hingga benar-benar halus.
Cara ini membantu lambung mencerna makanan lebih cepat dan mengurangi risiko asam lambung naik.
2. Hindari makanan pemicu refluks

Mama mungkin ngidam makanan pedas atau gorengan, tetapi demi kenyamanan dada, sebaiknya hindari dulu ya. Makanan pedas, berlemak tinggi (santan atau gorengan), cokelat, dan buah yang terlalu asam seperti jeruk atau tomat bisa menjadi pemicu utama katup lambung menjadi rileks serta terbuka.
Selain makanan, perhatikan juga minumannya. Kopi, teh, minuman bersoda mengandung kafein dan gas yang bisa meningkatkan produksi asam lambung serta membuat perut begah. Gantilah dengan air putih hangat atau jus buah yang tidak asam seperti melon atau pir.
3. Beri jeda waktu sebelum tidur

Kebiasaan langsung rebahan setelah makan menjadi musuh besar penderita GERD. Saat hamil tua, proses pengosongan lambung berjalan lebih lambat. Jika Mama langsung tidur, gravitasi tidak bisa membantu menahan makanan tetap di perut, sehingga asam mudah mengalir balik ke kerongkongan.
Usahakan untuk makan malam paling lambat 2-3 jam sebelum waktu tidur. Jika Mama merasa lapar di malam hari, pilihlah camilan ringan yang mudah dicerna seperti biskuit gandum atau segelas susu hangat, lalu duduklah santai sejenak sebelum kembali berbaring.
4. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

Serangan GERD paling sering terjadi di malam hari saat tidur telentang atau datar. Untuk mencegah asam lambung naik, Mama perlu memanipulasi gravitasi dengan meninggikan posisi tubuh bagian atas.
Gunakan tumpukan dua atau tiga bantal untuk menopang kepala dan bahu mama (bukan hanya leher) agar posisinya lebih tinggi dari perut. Mama juga bisa menggunakan bantal hamil (maternity pillow) berbentuk baji (wedge pillow) yang didesain khusus untuk mencegah refluks saat tidur.
5. Biasakan tidur miring ke kiri

Posisi tidur ternyata sangat berpengaruh pada keparahan GERD. Tidur miring ke kanan diketahui dapat membuat posisi lambung berada di atas kerongkongan, sehingga memudahkan asam lambung bocor keluar.
Sebaliknya, tidurlah dengan posisi miring ke kiri. Secara anatomis, posisi ini membuat lambung berada di bawah kerongkongan, sehingga asam lambung lebih sulit untuk naik. Selain meredakan GERD, posisi miring ke kiri juga merupakan posisi terbaik untuk melancarkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta janin.
6. Kenakan pakaian yang longgar

Di masa hamil tua, hindari memakai celana atau pakaian yang menekan area perut dan pinggang terlalu ketat. Tekanan eksternal dari pakaian ketat akan menambah tekanan internal dari rahim, yang akhirnya mendorong isi lambung ke atas.
Pilihlah daster, dress hamil yang longgar, atau celana hamil dengan karet pinggang yang elastis dan nyaman di bawah perut. Pakaian yang nyaman tidak hanya mengurangi risiko GERD, tetapi bisa membantu agar dapat bernapas lebih lega.
7. Kunyah permen karet tanpa gula

Trik sederhana ini sering kali ampuh. Mengunyah permen karet (pastikan yang sugar-free) dapat merangsang produksi air liur (saliva) di mulut. Air liur memiliki sifat basa alami yang dapat membantu menetralkan asam yang naik ke kerongkongan.
Selain itu, gerakan menelan ludah yang lebih sering saat mengunyah permen karet membantu membersihkan asam dari kerongkongan dan mendorongnya kembali ke lambung. Namun, hindari permen karet rasa mint atau peppermint yang kuat, karena bagi sebagian orang, rasa mint justru bisa memicu refluks.
Itulah beberapa cara mengatasi GERD saat hamil tua. Sabar, kondisi ini biasanya akan langsung hilang begitu si Kecil lahir nanti. Tetap semangat menjaga kesehatan ya, Ma.
FAQ GERD pada Ibu Hamil
| Bolehkah ibu hamil minum obat maag? | Beberapa jenis antasida yang dijual bebas umumnya aman untuk ibu hamil, terutama yang mengandung kalsium atau magnesium. Namun, selalu konsultasikan dulu dengan dokter kandungan sebelum meminumnya, dan hindari yang mengandung aluminium tinggi jika memungkinkan. |
| Apakah susu dingin bisa meredakan GERD? | Bisa. Segelas susu dingin atau yoghurt bisa memberikan efek cooling yang nyaman pada kerongkongan yang terbakar dan menetralkan asam sementara waktu. Tapi pilih yang rendah lemak (low fat) ya, karena lemak tinggi bisa memperlambat pengosongan lambung. |
| Apakah GERD membahayakan janin? | Secara umum tidak. GERD hanya membuat mama tidak nyaman dan mungkin mengganggu asupan makan. Namun, jika Mama sampai muntah darah, berat badan turun drastis, atau tidak bisa makan sama sekali, segera periksakan ke dokter. |


















