7 Penyebab Gangguan Kandung Kemih saat Hamil Tua

- Tekanan fisik dari janin dan melemahnya otot dasar panggul adalah penyebab utama ibu hamil sering mengompol saat batuk (stress incontinence).
- Hormon relaksin membuat katup kandung kemih melonggar, sehingga kontrol menahan pipis menjadi berkurang.
- Waspadai gangguan yang disebabkan oleh Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau sembelit yang menekan kandung kemih dari usus.
Memasuki trimester ketiga, urusan kamar mandi sering kali menjadi drama tersendiri. Bukan hanya soal bolak-balik pipis, banyak ibu hamil yang mengalami gangguan kandung kemih lain seperti sulit menahan buang air kecil (inkontinensia), nyeri saat pipis, hingga urine yang keluar sendiri saat batuk atau bersin.
Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman dan kadang memalukan. Namun, Mama perlu tahu bahwa perubahan fisik yang ekstrem saat hamil tua memang berdampak besar pada sistem urinaria.
Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab utama gangguan kandung kemih saat hamil tua yang perlu mama pahami agar bisa menanganinya dengan tepat.
Yuk Ma, cari tahu penyebabnya!
Deretan Penyebab Gangguan Kandung Kemih saat Hamil Tua
1. Tekanan bobot janin yang maksimal

Penyebab paling mendasar, yakni faktor mekanis. Di usia kehamilan tua, berat janin bisa mencapai 2,5 hingga 3,5 kg, ditambah dengan air ketuban dan plasenta.
Seluruh beban ini bertumpu tepat di atas kandung kemih yang posisinya berada di bawah rahim.
Tekanan konstan ini membuat kandung kemih tidak bisa mengembang sempurna untuk menampung urine dalam jumlah banyak. Akibatnya, kapasitas penyimpannya berkurang drastis, menyebabkan ibu hamil merasa ingin pipis terus-menerus (frekuensi) meskipun urine yang keluar hanya sedikit.
2. Melemahnya otot dasar panggul

Gangguan yang paling sering dikeluhkan adalah mengompol saat bersin, tertawa, atau batuk (stress incontinence). Hal ini terjadi karena otot dasar panggul (pelvic floor) akan meregang hebat dan melemah akibat menopang berat kandungan selama berbulan-bulan.
Otot dasar panggul berfungsi seperti "tempat tidur gantung" yang menyangga organ-organ panggul, termasuk kandung kemih dan uretra (saluran kencing).
Ketika otot ini kendor, kemampuannya untuk menjepit atau menutup saluran kencing saat ada tekanan mendadak (seperti batuk) menjadi berkurang, sehingga terjadilah kebocoran urine.
3. Pengaruh hormon relaksin

Tubuh ibu hamil memproduksi hormon relaksin yang bertugas melunakkan sendi dan ligamen panggul sebagai persiapan jalan lahir. Sayangnya, hormon ini tidak pandang bulu, ia juga ikut merelaksasi otot-otot di sekitar saluran kemih.
Akibatnya, katup penutup kandung kemih (sfingter) menjadi lebih longgar dan kurang responsif dari biasanya.
Kombinasi antara katup yang longgar dan tekanan rahim yang kuat membuat kontrol kandung kemih menjadi jauh lebih sulit bagi mama saat hamil tua.
4. Infeksi saluran kemih (ISK)

Jika gangguan kandung kemih disertai rasa nyeri, panas seperti terbakar, atau urine berbau menyengat, waspadalah terhadap Infeksi Saluran Kemih (ISK).
Perubahan posisi saluran kemih yang tertekan rahim sering kali menyebabkan aliran urine tidak lancar atau tertahan (stasis), yang menjadi tempat favorit bakteri berkembang biak.
ISK pada ibu hamil tua tidak boleh disepelekan. Selain menyebabkan nyeri panggul, infeksi yang tidak diobati bisa memicu kontraksi rahim dini yang berisiko menyebabkan kelahiran prematur.
5. Sembelit atau konstipasi parah

Tahukah Mama bahwa usus besar dan kandung kemih letaknya bertetangga sangat dekat? Mama saat hamil tua sering mengalami sembelit.
Feses yang keras dan menumpuk di usus besar (rektum) akan menekan dinding kandung kemih dari sisi belakang.
Tekanan ganda dari rahim di atas dan usus penuh di belakang ini bisa mengganggu saraf kandung kemih.
Hal ini bisa menyebabkan sensasi "kebelet" palsu atau justru membuat mama sulit mengosongkan kandung kemih sampai tuntas (retensi urine), yang akhirnya memicu rasa tidak nyaman berkepanjangan.
6. Posisi kepala janin di panggul

Menjelang persalinan, kepala bayi akan turun masuk ke rongga panggul (lightening). Kepala bayi yang keras ini akan menekan langsung leher kandung kemih dan uretra.
Kondisi ini bisa memutus aliran sinyal saraf sementara atau menekan fisik saluran tersebut. Inilah yang menyebabkan sensasi ngilu tajam di area kemaluan atau perasaan ingin pipis yang sangat mendesak dan tak tertahankan (urgency) setiap kali bayi bergerak.
7. Kerusakan saraf sementara

Pada beberapa kasus yang jarang, tekanan kepala bayi yang sangat kuat di panggul bisa menekan saraf-saraf yang mengontrol fungsi kandung kemih. Hal ini bisa menyebabkan kandung kemih menjadi "mati rasa" atau kurang sensitif.
Dampaknya, Mama mungkin tidak menyadari kalau kandung kemih sudah penuh sampai benar-benar sakit, atau sebaliknya, merasa penuh padahal kosong. Kondisi ini biasanya akan pulih dengan sendirinya beberapa minggu setelah melahirkan.
Itulah beberapa penyebab gangguan kandung kemih saat hamil tua.
Untuk mengatasinya, Mama bisa mulai rutin melakukan senam kegel setiap hari untuk menguatkan kembali otot panggul.
FAQ Gangguan Kandung Kemih Ibu Hamil
| Bagaimana membedakan air ketuban bocor dan urine? | Urine biasanya berbau pesing khas dan berwarna kekuningan. Sedangkan air ketuban umumnya tidak berbau (atau berbau manis/amis khas), bening, dan merembes terus menerus tanpa bisa ditahan oleh otot vagina. |
| Apakah menahan pipis berbahaya saat hamil tua? | Sangat berbahaya. Menahan pipis meningkatkan risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan bisa memicu kram perut bawah. Kosongkan kandung kemih segera saat terasa penuh. |
| Apa itu senam kegel dan gunanya apa? | Senam kegel adalah latihan mengencangkan otot dasar panggul (seperti gerakan menahan pipis). Latihan ini sangat efektif mencegah ngompol saat hamil dan membantu mempercepat pemulihan vagina pasca melahirkan. |

















.jpg)
