Demi Janin Sehat, Kenali Penyebab dan Ciri-Ciri Air Ketuban Sedikit

Kondisi air ketuban yang sedikit tidak boleh disepelekan karena berisiko untuk kesehatan janin

26 Januari 2021

Demi Janin Sehat, Kenali Penyebab Ciri-Ciri Air Ketuban Sedikit
Pexels/mikoto.raw

Air ketuban berperan penting untuk melindungi janin selama sembilan bulan di dalam kandungan. Ketika volume air ketuban mencukupi, maka dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan si Kecil di dalam perut semakin optimal. 

Salah satu masalah yang cukup sering dirasakan oleh ibu hamil adalah  ketika air ketubannya sedikit atau istilah medisnya oligohidramnion. 

Oligohidramnion adalah salah satu masalah kehamilan yang ditandai dengan kurangnya jumlah air ketuban. Situasi air ketuban ini bisa terjadi karena terjadi penurunan cairan amnion yang mengelilingi janin di dalam rahim. Kondisi air ketuban yang terlalu sedikit memang bisa terjadi saat menjalani masa-masa kehamilan. 

Untuk Mama yang masih asing terhadap ketidaknormalan kondisi air ketuban terutama saat jumlahnya kurang, kali ini Popmama.com akan membahasnya secara detail. 

Kenali penyebab dan ciri-ciri air ketuban sedikit yuk, Ma!

Editors' Picks

1. Ibu hamil perlu memahami kadar air ketuban seiring berjalannya usia kehamilan

1. Ibu hamil perlu memahami kadar air ketuban seiring berjalan usia kehamilan
Pexels/Amina Filkins

Kondisi air ketuban bisa menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada kesehatan janin. Apalagi air ketuban juga bertugas menjadi tempat perlindungan yang nyaman untuk janin selama berada di dalam rahim.

Maka dari itu, Mama tidak boleh menyepelekan ketika kondisi air ketuban berjumlah sedikit atau kurang dari batas normal. 

Sebagai gambaran, volume air ketuban yang normal berada pada kisaran 60 ml ketika usia kehamilan berada di minggu ke-12. Sementara itu, di usia 16 minggu jumlah air ketuban berkisar 175 ml. 

Di trimester ketiga tepatnya pada minggu ke-34-38, seharusnya air ketuban yang normal berkisar 400-1.200 ml. 

Untuk memastikan kondisi air ketuban selama hamil masih dalam kadar normal, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan. Pemeriksaan pun akan dilakukan dengan menggunakan ultrasonografi (USG), sehingga kadarnya bisa diketahui secara detail. 

Ketika kondisinya terpenuhi dengan baik, maka air ketuban bisa berperan penting selama masa kehamilan. Tidak hanya membantu sistem pernapasan dan pencernaan janin saja, namun dapat melindungi janin dari segala infeksi dan membantunya berkembang lebih baik. 

2. Bagaimana ciri-ciri ibu hamil yang memiliki air ketuban sedikit?

2. Bagaimana ciri-ciri ibu hamil memiliki air ketuban sedikit
Pexels/Amina Filkins

Ketidaknormalan kondisi air ketuban pada ibu hamil bisa jadi berbeda-beda, mulai dari jumlahnya terlalu banyak, sedikit, keruh atau mungkin pecah terlalu dini. 

Dilansir dari Baby Centre, ibu hamil yang memiliki air ketuban sedikit biasanya bisa dilihat dari bobot janin di dalam kandungan yang lebih kecil. Secara fisik ini bisa terlihat dari perut sang Mama yang kecil, sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilannya sekarang. 

Selain itu, berikut beberapa ciri-ciri air ketuban sedikit yang perlu dipahami antara lain: 

  • Detak jantung janin melemah
  • Tekanan darah menjadi tidak stabil 
  • Air ketuban terus merembes dan keluar dari vagina 
  • Pergerakan janin berkurang dan tidak aktif lagi

Untuk memastikan kondisi air ketuban yang sebenarnya, ibu hamil memang perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan. 

Sebagai informasi, ibu hamil tidak bisa menganggap remeh jumlah air ketuban yang sedikit. Apalagi kalau usia kandungan sudah mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) karena dokter perlu memutuskan tindakan selanjutnya, sehingga kondisi si Kecil bisa tetap sehat hingga dilahirkan. 

3. Apa saja faktor penyebab air ketuban sendikit? 

3. Apa saja faktor penyebab air ketuban sendikit 
Freepik/serhii_bobyk

Penurunan air ketuban yang semakin sedikit bisa dikarenakan ibu hamil mengalami gangguan kesehatan atau komplikasi. Hal yang mendasar bisa terjadi karena ibu hamil mempunyai tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes atau dehidrasi akibat jarang minum air putih. 

Selain itu, dilansir dari American Pregnancy kasus air ketuban yang terlalu sedikit juga bisa dipicu oleh beberapa faktor risiko, seperti: 

  • Ibu hamil seringkali mengonsumsi obat-obatan tertentu. 
  • Usia kehamilan sudah melewati batas normal, sehingga menurunkan fungsi dan kinerja plasenta yang semakin mengurangi jumlah cairan ketuban.
  • Berkurangnya air ketuban di dalam kandungan bisa dikarenakan kebocoran atau dinding ketuban yang pecah, sehingga cairan ketuban banyak keluar dari rahim.  
  • Timbulnya masalah pada plasenta, sehingga berdampak buruk karena plasenta tidak dapat memberikan asupan nutrisi yang cukup baik untuk janin dalam kandungan. 
  • Terjadi masalah terhadap perkembangan saluran kemih atau organ ginjal janin dalam kandungan, sehingga produksi air seninya menjadi lebih sedikit. Hal inilah yang membuat cairan ketuban menjadi semakin berkurang.

Perlu diingat bahwa penyebab air ketuban sedikit pada ibu hamil berbeda-beda, sehingga perlu dipastikan oleh dokter kandungan. 

Namun, kondisi air ketuban sedikit ini tidak boleh disepelekan karena bisa menganggu perkembangan janin di dalam kandungan. 

Demikianlah beberapa rangkuman mengenai penyebab dan ciri-ciri air ketuban sedikit yang perlu ibu hamil pahami. 

Semoga informasi tentang air ketuban ini bisa berguna ya, Ma! 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.