Wajib Tahu! 5 Penyakit Komplikasi Toksemia Ini Harus Mulai Dikenali

Toksemia dengan komplikasi akan semakin berbahaya untuk kandungan

25 Februari 2021

Wajib Tahu 5 Penyakit Komplikasi Toksemia Ini Harus Mulai Dikenali
Unsplash/John Looy

Toksemia atau preeklampsia saat masa kehamilan tidak bisa disepelekan lho, Ma. 

Kehadiran penyakit yang satu saat masa kehamilan bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius. Biasanya komplikasi ini akan ditandai dengan tekanan darah tinggi, meskipun ibu hamil belum pernah memiliki riwayat hipertensi sebelumnya.

Meskipun toksemia termasuk jarang terjadi, namun penyakit ini bisa sangat membahayakan apalagi saat toksemia memicu komplikasi terhadap penyakit lain yang bisa membahayakan diri sendiri dan kondisi si Kecil dalam kandungan.

Untuk lebih mengetahui bahaya penyakit akibat komplikasi toksemnia, berikut beberapa ulasan dari Popmama.comyang harus Mama ketahui.

1. Sindrom HELLP

1. Sindrom HELLP
Unsplash/Mel Elías

Sindrom HELLP ini merupakan sebuah singkatan dari hemolytic anemia, elevated liver enzymes, low platelet count.

Pada umumnya sindrom HELLP akan mengalami gangguan pada sistem hati dan pembekuan darah langka saat masa kehamilan. Sindrom HELLP sendiri ditandai dengan pembengkakan yang terjadi pada tangan hingga wajah, mengalami kenaikan berat badan secara berlebihan dan mendadak, mengalami gangguan pengelihatan hingga merasa sulit bernapas.

Sindrom HELLP bisa begitu mengancam kesehatan karena sindrom ini akan merusak sel darah merah dan membuat jumlah trombosit menjadi rendah. Satu-satunya cara untuk mengatasi komplikasi dari toksemia ini yaitu dengan melahirkan si Kecil sesegera mungkin.

Editors' Picks

2. Eklampsia

2. Eklampsia
Unsplash/freestocks.org

Toksemia bisa berkembang menjadi eklampsia, kondisi ini biasanya akan ditandai dengan gejala kejang-kejang. Eklampsia merupakan jenis kejang pada otot yang biasanya dialami ibu hamil, ini terjadi pada minggu 20 kehamilan atau beberapa waktu setelah melahirkan.

Selama mengalami eklampsia, beberapa anggota tubuh seperti lengan, kaki, leher hingga rahang tanpa sadar akan berulang kali terasa kejang-kejang.

Proses kejang ini biasanya berlangsung kurang dari satu menit. Namun, perlu diperhatikan juga kalau kondisi ini bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran bahkan sampai mengompol.

Menurut penelitian, ada sekitar 1 dari 50 perempuan yang mengalami eklampsia hingga meninggal akibat keang-kejang. Tak hanya itu, kondisi kejang-kejang akan membuat si Kecil di dalam kandungan bisa mati lemas.

3. Masalah kegagalan organ

3. Masalah kegagalan organ
Unsplash/rawpixel

Komplikasi yang terjadi akibat toksemia bias menyebabkan disfungsi beberapa organ di dalam tubuh seperti ginjal, hati, paru-paru, dan jantung.

  • Gagal ginjal. Kondisi seperti ini di mana ginjal sudah tidak dapat kembali menyaring produk limbah dari darah, sehingga menyebabkan racun dan cairan tertumpuk di dalam tubuh.
  • Gagal hati. Organ hati sendiri bisa dikatakan memiliki banyak fungsi termasuk mencerna protein dan lemak di dalam tubuh, mengeluarkan racun hingga memproduksi empedu. Jika fungsi hati mengalami kerusakan berarti akan mengganggu setiap fungsi yang ada dan tentu berakibat fatal.
  • Edema paru. Kondisi ini akan membuat tumpukan cairan yang ada di dalam dan sekitar organ paru-paru. Jika dibiarkan ini akan membuat fungsi dari organ paru-paru berhenti bekerja, sehingga menghalangi paru-paru yang bertugas menyerap oksigen.  
  • Penyakit kardiovaskular. Penyakit yang satu ini akan beresiko terhadap fungsi organ jantung dan pembuluh darah yang semakin meningkat. Bahkan ini bisa meningkat jika sudah memiliki riwayat penyakit toksemia.

4. Gangguan pembekuan darah

4. Gangguan pembekuan darah
Unsplash/Ryan Franco

Komplikasi lainnya yang timbul akibat toksemia berupa gangguan pembekuan darah yang terjadi akibat kurangnya protein. Biasanya ini akan terjadi karena protein terlalu aktif bergerak dan menyebar, sehingga terjadi penggumpalan darah.

Penanganan toksemia yang tidak tepat akan membuat sistem pembekuan darah menjadi rusak, dalam medis ini dikenal sebagai “disseminated intravascular coagulation”. Kerusakan ini bisa mengakibatkan perdarahan karena ketidakcukupan protein dalam darah, sehingga membuat darah menggumpal. Gumpalan ini seharusnya dapat mengurangi aliran darah melalui pembuluh darah dan kemungkinan terjadinya kerusakan organ.

5. Stroke

5. Stroke
babygaga.com

Stroke ini terjadi karena suplai darah ke otak terganggu akibat tekanan darah tinggi.

Secara medis ini dikenal sebagai pendarahan pada otak atau stroke. Jika otak benar-benar tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dari darah, sel otak akan mengalami kerusakan karena terjadi penekanan dari gumpalan darah. Selain itu, pasokan oksigen akan berkurang karena terputusnya aliran darah.  

Kondisi ini semakin lama akan membuat sel-sel yang berada di otak akan mati dan menyebabkan kerusakan otak hingga beresiko menyebabkan kematian.  

Itulah informasi mengenai komplikasi yang bisa terjadi akibat penyakit toksemia, semoga informasi ini berguna ya. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.