Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Penyebab Ibu Hamil Batuk Berdahak COVER
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Intinya sih...

  • Perubahan hormon estrogen (pregnancy rhinitis) dan penurunan imun tubuh menjadi pemicu utama produksi lendir berlebih saat hamil.

  • Naiknya asam lambung sering kali menyebabkan iritasi tenggorokan yang direspon tubuh dengan memproduksi dahak.

  • Waspadai jika batuk berdahak disertai lendir hijau dan sesak napas, karena bisa menjadi tanda infeksi bronkitis.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Batuk berdahak saat hamil memang menjadi tamu tak diundang yang sangat menyebalkan. Rasanya dada sesak, tenggorokan gatal, dan perut sering terasa kram karena guncangan saat batuk. Padahal, Mama sedang berusaha menjaga ketenangan janin di dalam kandungan.

Sebenarnya, batuk adalah respons alami tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir atau iritasi. Namun, saat hamil, ada faktor-faktor khusus yang membuat mama lebih rentan mengalaminya.

Agar penanganannya tepat, Mama perlu tahu dulu apa pemicu utamanya. Popmama.com telah merangkum tujuh penyebab ibu hamil batuk berdahak.

Yuk Ma, cari tahu penyebabnya!

Deretan Penyebab Ibu Hamil Batuk Berdahak

1. Perubahan hormon kehamilan

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Siapa sangka hormon estrogen yang melonjak saat hamil bisa menjadi biang kerok batuk berdahak?

Tingginya kadar estrogen menyebabkan selaput lendir di seluruh tubuh mama, termasuk di saluran napas, menjadi bengkak dan memproduksi cairan lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini sering disebut sebagai pregnancy rhinitis. Lendir berlebih ini tidak hanya menyumbat hidung, tetapi juga bisa menetes ke tenggorokan (post-nasal drip) dan memicu batuk basah atau berdahak, meskipun Mama sebenarnya tidak sedang sakit flu.

2. Penurunan sistem kekebalan tubuh

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Saat hamil, sistem imun tubuh mama secara alami akan menurun. Ini adalah mekanisme biologis agar tubuh mama tidak menganggap janin sebagai "benda asing" dan menolaknya. Namun, efek sampingnya adalah mama menjadi lebih rentan terserang infeksi virus ringan seperti flu atau pilek biasa (common cold).

Ketika virus menyerang saluran pernapasan, tubuh akan merespons dengan memproduksi lendir tebal untuk menjebak dan mengeluarkan virus tersebut. Inilah yang menyebabkan Mama mengalami batuk berdahak yang biasanya disertai gejala lain seperti hidung mampet dan sedikit demam.

3. Naiknya asam lambung

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Penyebab yang satu ini sering tidak disadari. Hormon progesteron yang merelaksasi otot katup lambung dan tekanan rahim yang membesar sering membuat asam lambung naik ke kerongkongan (acid reflux). Iritasi akibat asam ini membuat tenggorokan terasa panas dan perih.

Sebagai mekanisme pertahanan diri, tenggorokan akan memproduksi lendir berlebih untuk melapisi dindingnya dari asam lambung.

Akibatnya, Mama akan merasa ada dahak yang mengganjal dan terus-menerus batuk untuk mengeluarkannya, terutama setelah makan atau saat berbaring.

4. Reaksi alergi

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Kehamilan bisa membuat tubuh mama menjadi hipersensitif. Mama yang sebelumnya tidak punya alergi bisa tiba-tiba menjadi alergi, atau alergi lama mama menjadi lebih parah. Pemicunya bisa berupa debu rumah, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari tanaman.

Saat terpapar alergen, tubuh melepaskan histamin yang memicu peradangan dan produksi lendir di saluran napas.

Lendir encer ini kemudian mengalir ke belakang tenggorokan, menyebabkan rasa gatal yang memicu batuk berdahak yang tak kunjung henti selama Mama masih terpapar pemicunya.

5. Paparan udara kering atau AC

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Jika Mama sering menghabiskan waktu di ruangan ber-AC seharian, udara yang kering bisa menjadi penyebab utamanya. Udara kering akan menyerap kelembapan alami dari selaput lendir hidung dan tenggorokan mama, menyebabkan iritasi.

Tubuh yang pintar akan mencoba mengompensasi kekeringan ini dengan memproduksi lendir lebih banyak lagi. Sayangnya, produksi lendir yang berlebihan ini justru menumpuk dan membuat ibu hamil mengalami batuk berdahak, terutama saat bangun tidur di pagi hari.

6. Kondisi asma

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Bagi Mama yang memiliki riwayat asma sebelum hamil, kondisi ini bisa berubah selama kehamilan. Sekitar sepertiga ibu hamil dengan asma mengalami perburukan gejala. Penyempitan saluran napas sering kali dibarengi dengan peningkatan produksi mukus atau dahak.

Batuk berdahak akibat asma biasanya disertai dengan suara napas yang berbunyi "ngik" (mengi) dan rasa berat di dada. Jika ini terjadi, Mama harus ekstra waspada dan memastikan suplai oksigen ke janin tetap lancar dengan berkonsultasi ke dokter paru.

7. Infeksi saluran pernapasan

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Jika batuk berdahak mama disertai demam, sesak napas, dan lendir berwarna kuning kehijauan atau kental, bisa jadi infeksi virus sudah menyebar ke saluran napas bawah alias bronkitis. Mama cukup rentan mengalami komplikasi ini jika flu biasa tidak ditangani dengan baik.

Bronkitis menyebabkan peradangan pada saluran bronkial yang membawa udara ke paru-paru. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera agar tidak berkembang menjadi pneumonia (radang paru-paru) yang bisa membahayakan kesehatan mama dan janin.

Itulah rangkuman dari beberapa penyebab ibu hamil batuk berdahak.

Mengetahui penyebabnya akan membantu Mama memilih cara pengobatan yang tepat. Jaga kesehatan dan istirahat yang cukup ya, Ma.

FAQ Batuk Berdahak Ibu Hamil

Apakah batuk berdahak bisa menyebabkan keguguran?

Tidak secara langsung. Guncangan akibat batuk tidak cukup kuat untuk mencederai janin yang terlindungi air ketuban. Namun, batuk hebat yang berkepanjangan bisa memicu kontraksi otot perut yang tidak nyaman.

Kenapa batuk berdahak sering memburuk di malam hari?

Ini karena posisi berbaring. Gaya gravitasi membuat lendir dari hidung (sinus) mengalir dan menumpuk di tenggorokan (post-nasal drip), memicu refleks batuk. Tidur dengan bantal tinggi bisa membantu menguranginya.

Kapan harus ke dokter karena batuk?

Ibu hamil perlu segera ke dokter jika batuk tak sembuh lebih dari 2 minggu, disertai demam tinggi, dahak berdarah, nyeri dada hebat, atau sesak napas yang mengganggu suplai oksigen.

Editorial Team