6 Tradisi Unik di Thailand untuk Menyambut Kelahiran Bayi

Ada ritual mencukur "rambut api" lho, Ma. Apa maksudnya?

15 Mei 2022

6 Tradisi Unik Thailand Menyambut Kelahiran Bayi
Pexels/kelvin octa

Baik di Indonesia maupun negara lain, mereka punya tradisi dan budaya mereka masing-masing dalam rangka menyambut kelahiran bayi.

Ada tradisi dan ada pula pantangan yang harus dihindari demi menjaga kehamilan tetap aman, hal ini berlaku pula di Thailand. ada beberapa tradisi yang sudah berjalan sejak lama dan masih dilakukan oleh masyarakat Thailand sampai sekarang, ada juga yang tidak melakukannya karena dirasa sangat tradisional.

Kira-kira, apa saja ya tradisi yang dilakukan masyarakat Thailand untuk menyambut kelahiran bayi Berikut Popmama.com telah merangkum tradisi unik di Thailand untuk menyambut kelahiran bayi. Yuk, kita simak bersama!

1. Keyakinan terkait kehamilan di Thailand: tradisi dan pantangan

1. Keyakinan terkait kehamilan Thailand tradisi pantangan
Pexels/lucas mendes

Tentu saja banyak negara yang memiliki keyakinannya sendiri jika berkaitan dengan tradisi dan pantangann yang harus dihindari selama kehamilan. 

Beberapa pantangan yang dipercaya oleh masyarakat Thailand adalah tidak duduk di tangga (bisa menyebabkan kelahiran terhambat) dan tidak mengubur apa pun di tanah (kelahiran akan sulit).

Sementara satu tradisi yang dilakukan oleh ibu hamil saat memasuki trimester ketiga atau di bulan kedelapan hingga kesembilan kehamilan adalah "mandi ajaib".

Mandi ajaib ini dipercaya dapat memudahkan persalinan dan memberikan ketenangan emosional pada ibu yang akan melahirkan. 

Mandi ini harus diberkati dengan kata-kata suci yang dikenal sebagai 'nam mon' oleh mor mon (penyembuh magis, atau bahkan seorang biarawan).

Tradisi ini biasa mereka lakukan di ruang terbuka dari bulan kedelapan hingga kesembilan kehamilan lho, Ma.

2. Setelah lahir bayi akan melakukan ritual "mempercantik"

2. Setelah lahir bayi akan melakukan ritual "mempercantik"
Pexels/Pixabay

Ritual "percantikan" ini memiliki banyak variasi di antara masyarakat Thailand, Ma. Masyarakat Thailand Pusat mengatakan bahwa bayi yang baru lahir disebut juga dengan tog homo (jatuh di atas bambu).

Setelah bayi lahir, biasanya Mo Tamaye atau bidan tradisional akan memotong tali pusar (zaman dulu mereka menggunakan bambu), lalu memandikan serta mempercantik si bayi dengan bedak berwarna kuning dan putih.

Editors' Picks

3. Ritual Lon Dek Nai Kadon atau ritual “masuk dan keluar keranjang”

3. Ritual Lon Dek Nai Kadon atau ritual “masuk keluar keranjang”
Pexels/Pixabay

Di Thailand ada sebuah tradisi yang sangat tradisional dinamakan sebagai Lon Dek Nai Kadon atau dikenal sebagai ritual “masuk dan keluar keranjang”.

Tradisi ini dilakukan 3 hari setelah bayi lahir, dan lebih sering dilakukan di pedesaan.

Bayi akan dimasukkan ke dalam keranjang dengan pensil dan buku catatan (untuk kecerdasan) dan uang (untuk kekayaan), dan bayi perempuan juga diberikan pisau dan peralatan masak. Keranjang ini kemudian akan diserahkan kepada "seorang pria terhormat di desa".

Maksud dari tradisi ini adalah bayi tersebut menjadi anak angkatnya untuk sementara, yang mencerminkan harapan orangtua agar bayinya menjadi kaya dan terhormat seperti ayah angkatnya.

4. Tradisi penamaan bayi

4. Tradisi penamaan bayi
Freepik.com/jcomp

Penamaan bayi di Thailand biasanya dilakukan empat atau lima hari setelah bayi itu lahir. Sama seperti Jepang, tradisi penamaan bayi biasanya akan dilakukan oleh sang ayah.

Namun, saat ini tradisi ini boleh dilakukan baik oleh ibu atau ayah si bayi. Ada satu fakta menarik dari penamaan bayi di Thailand lho, Ma.

Faktanya, bayi yang baru lahir tidak boleh diberikan nama yang sama seperti nama keluarga kerajaan Thailand.

5. Ritual mencukur "rambut api"

5. Ritual mencukur "rambut api"
worldhistorycommons.org

Tradisi selanjutnya adalah ritual mencukur rambut api atau fire hair shaving. Menurut tradisi, bayi yang belum berusia satu bulan bukan milik orangtua-nya, melainkan milik roh lho, Ma.

Pada masa ini lah seorang biksu Buddha memotong rambut bayi tersebut di kuil (wat). "Rambut api" sendiri mengacu pada rambut bayi yang baru lahir dan yang tumbuh sampai akhir masa nifas ibunya saat berbaring di dekat api.

Rambut diletakkan di atas rakit kecil yang terbuat dari daun pisang dan kemudian diapungkan. Bagian kedua dari upacara ini melibatkan pengikatan benang kapas yang tidak dipintal di sekitar pergelangan tangan dan pergelangan kaki anak.

6. Upacara Kwan Duan (Kon Pam Fai)

6. Upacara Kwan Duan (Kon Pam Fai)
michaelamendolia.photoshelter.com

"Kwan" dalam kepercayaan masyarakat Thailand adalah roh yang ada di kepala dan akan melindungi mereka dari bahaya dan penyakit, Ma. 

Saat bayi sudah berusia satu bulan, mereka dianggap aman sebagai "anak manusia". Oleh karena itu, mereka mengadakan upacara Kwan Duan dalam rangka untuk memberkati mereka.

Pemimpin upacara akan mengusap kepala bayi dengan air suci kemudian menggunakan pisau cukur untuk menyentuh rambut seolah-olah sedang mencukur rambut si anak.

Setelah prosesi tersebut, para biarawan akan melakukan Doa Jayanto untuk memberkati anak tersebut, Ma. 

Seorang pendeta Brahman kemudian akan memukul Ban Dor (gendang kecil yang digunakan dalam upacara Brahmana), kemudian Pin Pat (orkestra gamelan) dan Mahoree (orkestra Thailand) lalu memainkan lagu mereka untuk memberkati anak tersebut.

Itulah tadi tradisi unik di Thailand untuk menyambut kelahiran bayi. Adakah tradisi lain di Thailand yang Mama ketahui?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk