TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jangan Anggap Remeh, Ini Tanda dan Penyebab Infeksi Tali Pusar Bayi

Infeksi pada tali pusar bayi disebut omphalitis

Freepik/A3pfamily

Tali pusat atau tali pusar adalah saluran yang membawa nutrisi dan darah dari tubuh mama kepada bayi selama kehamilan. Setelah lahir, tali pusar memang harus dipotong. 

Cara memotongnya adalah menjepit tali pusar untuk menghentikan perdarahan, lalu dipotong hingga meninggalkan sisa tali sepanjang 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat itu umumnya akan mengering dan lepas dalam waktu satu hingga tiga minggu setelah persalinan. 

Namun, sebelum sisa tali pusar itu lepas, kulit di sekitar pusar bayi perlu dijaga kebersihannya guna mencegah infeksi. Apa yang menyebabkan tali pusar bayi bisa infeksi? Bagaimana tanda-tandanya?

Berikut penjelasan mengenai infeksi tali pusar bayi yang sudah Popmama.com rangkum untuk Mama.

Penyebab Infeksi Tali Pusar

Pixabay/sbtlneet

Infeksi pada tali pusar bayi disebut omphalitis. Penyebabnya adalah kondisi lembap dan basah di sekitar tali pusar sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan kuman. Oleh karena itu, Mama tak boleh sembarangan menyentuh area sekitar tali pusar bayi. 

Biarkan tali pusar bayi mengering dengan sendirinya tanpa bantuan perantara apapun. Hindari penggunaan minyak, bedak, atau alkohol di sekitar tali pusar.

Tanda-Tanda Infeksi Tali Pusar

Freepik/jcomp

Wajar saja terjadi perdarahan apabila tali pusar dipotong. Namun, seperti dijelaskan sebelumnya, Mama tak perlu menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti bedak, alkohol, atau minyak untuk membersihkan perdarahan. Mama hanya perlu menggunakan air, lalu mengusap lembut menggunakan handuk kering agar tidak terjadi infeksi. 

Tanda-tanda infeksi pada tali pusar di antaranya area sekitar tali pusar tampak merah dan bengkak, muncul nanah berwarna kuning kehijauan di sekitar tali pusat, bayi demam. Kemudian, bayi tiba-tiba rewel dan muncul bau tak sedap dari area sekitar tali pusar. 

Apabila Mama menemukan tanda-tanda tersebut, maka Mama harus segera membawa si Kecil ke dokter. Sebab, infeksi tali pusar yang dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan organ hingga membahayakan kesehatan bayi. 

Pengobatan Infeksi Tali Pusar

Freepik/Pressfoto

Apabila terjadi infeksi tali pusar, dokter umumnya akan mengobatinya dengan krim antibiotik. Apabila dokter menilai infeksi sudah parah, maka bayi perlu dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu, Mama tak boleh sembarangan mengobati infeksi tali pusar. 

Selama pengobatan, bayi akan dilarang mandi agar area sekitar tali pusar tetap kering. Bayi yang lahir prematur umumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi tali pusar, sehingga Mama harus berhati-hati ketika memotong tali pusar. 

Tips Merawat Tali Pusar Bayi

Freepik/yanalya

Mama bisa melakukan beberapa langkah perawatan untuk menjaga area sekitar tali pusat tetap kering. Pertama, bersihkan kulit di sekitar tali pusat menggunakan air dan usap menggunakan handuk kering. Lakukan cara tersebut setidaknya sekali sehari. 

Hindari penggunaan alkohol, antiseptik, bedak, atau minyak untuk mengusap area sekitar tali pusat.

Lalu, pastikan kulit sekitar tali pusat telah kering sebelum menggunakan popok. Jangan sampai ujung popok menutupi pusar bayi. Sebab, kondisi tersebut bisa memicu urine atau kotoran dari popok menempel di tali pusat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi. 

Apabila bayi tidak menggunakan popok, maka berikan kaos longgar agar sirkulasi udara tetap terjaga dan mempercepat keringnya sisa tali pusar. Terakhir, jangan pernah mencoba untuk melepas sisa tali pusar. Biarkan tali pusar copot dengan sendirinya. Apabila ingin memandikan si Kecil, pastikan Mama telah mencuci tangan hingga bersih. 

Ketika sisa tali pusar lepas, tak jarang muncul sedikit darah. Namun, itu adalah kondisi normal selama tidak menimbulkan tanda-tanda infeksi seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Demikian informasi mengenai infeksi tali pusar bayi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma.

Baca juga :

The Latest