TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Penyebab Ruam Kulit pada Bayi, Jangan Disepelekan

Perhatikan kebersihan dan apa saja yang dikonsumsi si Kecil

Freepik

Ruam kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Selain karena iritasi, ruam juga bisa disebabkan karena alergi, infeksi jamur, parasit, virus, atau bakteri.

Berdasarkan penyebab spesifiknya, tampilan ruam bisa berbeda-beda. Ruam memang cenderung merah, tapi bisa saja tampak bersisik, berminyak, hingga berjerawat. Berikut ini Popmama.com mencoba merangkum beberapa penyebab ruam kulit pada bayi:

1. Ruam popok

Freepik/user13400093

Urine dan feses sama-sama bisa mengiritasi kulit. Jika Mama terlambat mengganti popok si Kecil, biasanya itulah yang menyebabkan ruam di sekitar area genital atau pantat bayi.

Selain itu, ruam popok juga bisa disebabkan karena infeksi jamur, infeksi bakteri, atau alergi terhadap bahan dalam popok dan juga tisu basah.

2. Eksim

Pixabay/fancycrave1

Ruam yang satu ini biasa disebut dermatitis atopik. Eksim merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan bercak kering, meradang, atau gatal. Para ahli pun belum yakin persis dengan penyebab eksim.

Pada umumnya, anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami eksim punya kondisi kulit yang tidak bisa melindungi dirinya dari iritasi atau alergen seperti debu, kain yang gatal, sabun dan deterjen, serta beberapa makanan.

3. Gigitan serangga

Pixabay/mikadago

Dalam kasus yang jarang terjadi, gigitan serangga juga dapat memicu anafilaksis, reaksi alergi yang parah dan mengancam jiwa, yang menyebabkan saluran udara membengkak dan membuat kesulitan bernapas.

Gigitan atau sengatan serangga membuat tubuh bereaksi terhadap air liur atau racunnya dalam rupa peradangan. Di bagian yang meradang itulah yang bisanya menjadi ruam kulit.

4. Kulit kering

Unsplash/Jakub Kriz

Kulit bayi sangat sensitif dan menghasilkan lebih sedikit minyak sebagai pelembap alami kulit. Hal ini yang membuatnya rentan menjadi kering karena udara yang sangat dingin, air mandi yang terlalu panas, losion yang wangi, atau sabun dan deterjen yang bisa mengiritasi.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami bercak merah kering di wajah akibat liur saat tumbuh gigi. Kulit yang kering itu biasanya terlihat kencang, kasar, atau bersisik. Kadang juga menjadi gatal dan mengelupas.

5. Alergi makanan

Unsplash/life is fantastic

Pada umumnya alergen yang bisa menyerang bayi bisa terdapat dalam telur, susu, kacang tanah, ikan, gandum, dan bahkan kedelai yang mungkin saja Mama campurkan dalam MPASI mereka.

Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh si Kecil mendeteksi makanan tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya, dan lalu bereaksi berlebihan dengan meluncurkan respon perlindungan atau reaksi alergi.

Tak hanya ruam dan gatal-gatal saja, alergi makanan ini juga bisa menyebabkan mual atau muntah, mata berair, juga bersin-bersin. Lebih serius lagi, alergi bisa menyebabkan pembengkakan bibir atau lidah, serta kesulitan bernapas.

Mama harus waspada terhadap hal-hal penyebab ruam kulit pada bayi tersebut di atas. Lebih baik melakukan pencegahan dengan memerhatikan kebersihan popok si Kecil, serta apa saja yang mereka konsumsi.

Jika ruam pada bayi sudah telanjur muncul, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan obat yang tepat ya, Ma.

Baca juga:

The Latest