TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Masalah Kesehatan Mental pada Remaja dan Bahayanya Jika Diabaikan

Jangan abaikan pertanda anak remaja di rumah mengalami gangguan kesehatan mental ya, Ma

Unsplash/Tina Markova

Beberapa tahun terakhir, masyarakat dibuat ngeri oleh perilaku nekat para penderita depresi. Masalah kesehatan mental membuat mereka tak segan melakukan hal yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Namun tahukah Mama bahwa masalah seperti ini bisa muncul sejak remaja atau bahkan sebelumnya?

Depresi sendiri bukan satu-satunya. Ada terlalu banyak masalah kesehatan mental yang perlu diwaspadai muncul pada kondisi masyarakat yang majemuk. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai terlihat pada usia belia.

Mamun Mama dan Papa mungkin masih bisa melakukan tindakan preventif sebelum terlambat.

Sebelum tanda-tanda gangguan muncul pada anak remaja, ada baiknya setiap orangtua mempelajari tentang bahaya masalah mental pada anak remaja jika diabaikan seperti yang dirangkum Popmama.com berikut ini.

1. Sejak kapan gangguan kesehatan mental mulau terjadi?

Unsplash/Joshua Rawson-Harris

Dilansir dari Very Well Family, kurang lebih 22 persen orang dewasa mengalami gangguan mental yang cukup parah. Hal ini bisa terjadi dalam bentuk depresi, bipolar, mood swing, ketidakmampuan mengendalikan emosi, bahkan berujung pada kegilaan. 

Namun Mama perlu tahu bahwa gangguan ini bukan hanya masalah bagi orang dewasa. Menurut National Alliance for the Mentally Ill, setengah dari penderita masalah kesehatan mental mulai menunjukkan gejala sejak usia 14 tahun.

Bahkan jika ada tekanan tertentu juga bisa terjadi pada anak yang berusia lebih muda.

Berbeda dengan masalah kesehatan fisik, gangguan mental tidak membuat penderitanya lemah atau gila.

Beberapa remaja justru tidak menunjukkan tanda-tanda adanya gangguan, hingga mereka menginjak usia dewasa.

Selain itu, kebanyakan orang beranggapan bahwa masalah mental adalah aib yang harus disembunyikan sehingga sebagian penderita merasa segan mencari bantuan.

2. Tipe gangguan mental pada remaja

Unsplash/Malicki M Beser

Masalah kesehatan mental yang dialami remaja umumnya tidak serumit orang dewasa. Biasanya mereka hanya menunjukkan gejala seperti mood disorder atau depresi ringan.

Namun dalam beberapa kasus, penderita sudah menunjukkan gejala parah sejak usia dini.

Selain itu, beberapa remaja yang mengalami masalah mental juga menunjukkan perilaku tertentu. Sikap melawan atau ADHD juga sering muncul di usia belasan tahun. 

Gangguan mental berupa eating disorder (gangguan makan), seperti anoreksia dan bulimia, kerap terjadi pada remaja putri.

Hal ini biasanya dipicu oleh adanya 'role model' yang menjadi idola dan standar bagi mereka. Meski demikian, beberapa  remaja pria juga kerap mengalami masalah terkait pola makan.

3. Penyebab masalah mental pada anak

Pexels/August de Richelieu

Sebagian besar masalah mental muncul karena faktor lingkungan. Misalnya seorang anak yang pernah mengalami kekerasan seksual juga akan mengalami trauma yang akan berpengaruh pada kehidupannya kelak. 

Selain itu, ada banyak faktor lain yang juga menjadi penyebab, misalnya:

  • kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),
  • kekerasan verbal,
  • pola asuh yang salah,
  • perubahan hormon, dan lain-lain.

Karenanya, memberikan lingkungan yang ideal untuk anak akan membantu menjaga kesehatan mental mereka hingga dewasa.

Meski demikian, ada kemungkinan bahwa masalah mental juga muncul karena faktor genetik.

Anak yang lahir dari orang tua penderita gangguan mental juga akan lebih rentan mengalami hal sama. Misalnya, seseorang yang menderita bipolar mungkin akan menurunkan gangguan ini pada anaknya.

4. Hindari perilaku yang salah sebagai pelarian dari sebuah masalah

Unsplash/JOSHUA COLEMAN

Gangguan kesehatan mental kerap mengarah pada dampak yang lebih mengerikan. Beberapa remaja dan orang dewasa, mereka mencari pengalihan yang salah untuk mengatasi masalah ini. 

Misalnya, mereka mulai mengonsumsi alkohol dan obat-obatan untuk meringankan penderitaan yang dialaminya.

Melarikan diri pada hal negatif bukanlah sebuah solusi. Perlu remaja ketahui, solusi adalah sebuah penyelesaian yang menuju pada jalan keluar dari sebuah masalah. 

Perilaku yang salah bukan hal yang bijaksana dalam mengatasi masalah mental.

Jika dibiarkan hal ini tidak hanya akan memperparah keadaan, namun juga berdampak pada kesehatan fisik.

5. Dampak masalah mental pada remaja bisa berbahaya

Unsplash/Eva Blue

Seperti dijelaskan di atas, dampak dari gangguan kesehatan mental bisa cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

Sebagai contoh, remaja yang mengalami eating disorder akan terus berusaha mengurangi porsi makan, sehingga menyebabkan berbagai gangguan kesehatan fisik.

Tak hanya itu, masalah mental dalam skala berat juga akan memicu munculnya suicidal thought (terpikir bunuh diri). Hal inilah yang menjadi awal dari banyaknya aksi nekat untuk mengakhiri hidup sebagai solusi dari satu masalah.

Selain itu, gangguan mental juga menjadi salah satu alasan tingginya angka drop out, karena banyak remaja yang mengalami kesulitan akademik. Bahaya lain, mereka mencari pengalihan yang salah, misalnya melakukan tindakan kriminal.

6. Apa yangharus dilakukan?

Unsplash/Jonathan Borba

Banyak remaja dengan masalah kesehatan mental yang tak mendapat penanganan dengan baik. Salah satu penyebab paling umum adalah karena tidak ada yang memahami indikasi munculnya masalah.

Selain itu orangtua atau teman-temannya juga tidak memahami bahwa si Anak mengalami masalah mental.

Karenanya, dalam hal ini peran keluarga sangat penting. Mama dan Papa harus lebih cermat mengamati perkembangan anak di usia remaja.

Jika muncul tanda-tanda gangguan mental, ada baiknya segera lakukan tindakan pencegahan.

Saat ini, ada banyak treatment yang bisa diberikan demi mengurangi gejala akibat masalah kesehatan mental.

Meski demikian, Mama dan Papa juga harus memiliki wawasan yang cukup untuk mengenali munculnya masalah, melakukan tindakan preventif, serta mengambil solusi yang tepat jika hal ini terjadi.

Itulah bahaya masalah mental pada anak remaja jika diabaikan yang perlu Mama ketahui. Satu hal penting yang bisa keluarga lakukan adalah memberikan dukungan dengan menciptakan lingkungan yang sehat untuk perkembangan anak.

Baca juga:

The Latest