TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bisa Fatal! Ini 5 Fakta Gangguan Makan pada Anak Pra Remaja

Masalah anoreksia dan bulimia bisa dialami anak-anak. Wah, bagaimana cara mencegahnya?

media.npr.org

Jika yang selama ini Mama tahu, pada umumnya eating disorder terjadi pada remaja atau perempuan dewasa. Ternyata gangguan mental yang satu ini juga bisa terjadi pada anak loh, Ma! Gangguan makan, seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan, semua merupakan kondisi yang serius, bahkan mengancam jiwa.

Umumnya, gangguan makan ini bisa terjadi pada masa remaja menuju dewasa. Namun bukan tidak mungkin hal ini dialami anak-anak yang masih kecil.

Pada anak-anak dan remaja, gangguan makan ini bisa tumpang-tindih. Sebagai contoh, beberapa anak yang mengalami anoreksia, bisa juga mengalami bulimia dalam waktu yang bergantian.

Apa saja sih yang harus Mama ketahuin tentang gangguan makan pada anak dan remaja ini? Melansir webmd.com, di sini Popmama.com akan membantu Mama untuk lebih mudah memahami dan mengetahui ciri dan cara penangannya.

1. Gangguan makan biasa terjadi karena masalah kejiwaan

Unsplash/inayali

Lebih banyak terjadi pada perempuan, diperkirakan hanya 5 hingga 15 persen orang dengan anoreksia atau bulimia adalah laki-laki. Dokter sendiri belum ada yang yakin, apa penyebab gangguan makan ini. Beberapa menyebutkan bahwa gangguan makan merupakan kombinasi antara faktor biologis, perilaku, dan juga faktor sosial.

Bisa jadi, anak-anak, terutama remaja, dipengaruhi oleh gagasan bahwa tubuh yang lebih kurus akan lebih sehat. Selain itu, beberapa dari mereka mungkin juga sedang bergelut dalam beberapa problem seperti stres, ketakutan menjadi gemuk, perasaan tidak berdaya, dan tingkat percaya diri yang rendah.

Nah, untuk mengatasi masalah tersebut di atas, anak-anak dan remaja akhirnya memilih kebiasaan makan yang justru berbahaya untuk mereka. Faktanya, gangguan makanan juga sering berjalan seiring dengan masalah kejiwaan lainnya, seperti gangguan kecemasan, bahkan depresi. Tak jarang mereka akhirnya menyalahgunakan obat.

2. Gangguan makan pada anak bisa mengakibatkan kematian

freepik.com/pressfoto

Efek terburuknya, gangguan makan pada anak dan remaja ini dapat menyebabkan beberapa masalah fisik yang serius, hingga menyebabkan kematian. Sedangkan gangguan makan ini tidak bisa hanya diatasi dengan mendorong kemauan mereka untuk makan saja. Dibutuhkan beberapa perawatan khusus untuk membantu mengembalikan berat badan dan kebiasan makan menjadi normal.

Membawa anak atau remaja yang punya gangguan makan ini ke dokter merupakan hal yang wajib Mama lakukan. Masalah psikologis merupakan hal yang mendasar dalam kasus ini, karenanya penyembuhan terbaik adalah dengan mengobati si Anak di awal masalah ini mulai terdeteksi. So, Mama wajib tahu apa saja tanda-tanda gangguan makan pada anak dan remaja ini.

Baca juga:

Tak Disadari, Ini 7 Kebiasaan Mama yang Membuat Anak Jadi Susah Makan

3. Anoreksia bisa dialami seumur hidup

medicalnewstoday.com

Anak-anak dan remaja dengan gangguan makan anoreksia selalu memandang diri mereka gemuk, dengan berat badan yang berlebih. Padahal pada kenyataannya, malah ada beberapa penderitanya yang punya badan sangat kurus. Mereka selalu terobsesi menjadi kurus, dan menolak untuk meningkatkan berat badan atau bahkan mempertahankan berat normalnya.

Menurut National Institute of Mental Health, diperkirakan bahwa satu dari setiap 25 anak dan remaja perempuan akan menderita anoreksia seumur hidup mereka. Sebagian besar dari mereka akan menyangkal bahwa mereka memiliki kelainan makan. Mereka tetap meyakini bahwa tubuhnya terlalu gemuk dan berat, lalu melakukan segala hal untuk bisa menurunkannya.

4. Bulimia menyebabkan kurang gizi hingga kematian

Freepik

Seperti anak-anak dan remaja dengan anoreksia, mereka yang menderita bulimia juga takut mengalami kenaikan berat badan, dan merasa sangat tidak bahagia dengan tubuh mereka. Mereka akan berulang kali makan dengan porsi banyak dalam waktu singkat. Seringkali mereka merasa kehilangan kendali.

Setelah itu semua, mereka lalu merasa jijik dan malu, kemudian anak-anak dan remaja dengan bulimia ini berusaha mencegah kenaikan berat badannya dengan memaksa memuntahkan makanan mereka. Ada juga yang menggunakan obat pencahar, pil diet, diuretik, atau enema. Setelah merasa sudah membersihkan makanan dalam tubuhnya, barulah mereka merasa lega.

5. Persepsi tubuh ideal membuat anak terjerumus pemakaian obat terlarang

Freepik

Untuk anoreksia, Mama harus waspada jika anak dan remaja tampak cemas. Gejalanya juga bisa dilihat dari beberapa sikap, seperti perfeksionisme atau bersikap kritis terhadap diri sendiri, melakukan diet, bahkan jika sudah sangat kurus pun mereka akan melakukan olahraga yang berlebihan.

Selain itu, anak atau remaja dengan anoreksia punya ketakutan yang kuat akan menjadi gemuk, meskipun jika mereka tahu bahwa kekurangan berat badan bisa menyebabkan siklus menstruasi terganggu dan bahkan terhenti. Lihat juga kebiasaan aneh mereka seperti menghindari makan atau makan secara sembunyi-sembunyi.

Sedangkan untuk bulimia, biasanya mereka akan mengonsumsi obat terlarang dan alkohol. Anak dan remaja dengan bulimia juga kecanduan obat pencahar atau obat-obatan diet, serta menyalahgunakan pemakaiannya untuk mencegah bertambahnya berat badan. Mereka juga sering tampak gelisah.

Sama seperti anoreksia, anak dan remaja dengan bulimia ini juga sering makan dengan sembunyi-sembunyi. Mereka punya kebiasaan makan yang aneh. Terkadang mereka makan sebanyak mungkin, kemudian memuntahkannya atau melakukan olahraga secara berlebihan. Suasana hat mereka juga mudah berubah. Mereka fokus pada penampilan fisik.

Well, jika Mama melihat gejala-gejala tersebut pada anak dan remaja di rumah, segera bawa mereka ke dokter. Ini merupakan satu-satunya cara penanganan jika si Anak mengalami gangguan makan dengan gejala seperti di atas. Lebih cepat terdeteksi, lebih cepat ditangani, akan lebih membantu mereka untuk bisa sembuh dari gangguan makan ini.

Baca Juga:

The Latest