TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Keterampilan Klasik yang Masih Perlu Diajarkan pada Anak Saat Ini

Hidup di era modern, bukan berarti anak tidak dapat memiliki keterampilan penting ini!

Pexels/RODNAE Production

Anak-anak dan remaja saat ini bisa bergantung pada teknologi, mereka mungkin telah mengabaikan keterampilan-keterampilan yang banyak digunakan pada saat orangtuanya masih duduk di bangku sekolah.

Anak atau remaja yang berusia di bawah 18 tahun yang lahir di abad ke-21 sudah mendapatkan paparan internet sejak kecil. Sehingga beberapa keterampilan di bawah ini mungkin adalah hal-hal yang tidak umum atau dikenal anak.

Dibalik betapa kunonya, ada banyak keterampilan yang dapat dipelajari oleh anak-anak, yang mungkin akan sangat bermanfaat dan menyenangkan baginya saat tumbuh kelak.

Berikut, Popmama.com telah menyiapkan beberapa keterampilan klasik yang dapat Mama ajarkan pada anak di rumah. Yuk simak!

1. Cara menelepon orang dengan sopan santun

Freepik

Dengan adanya SMS, ruang obrolan, email, anak-anak zaman sekarang mungkin tidak memiliki pengalaman yang sama dalam menjawab dan menggunakan telepon seperti orangtuanya. Semua anak, baik berusia anak-anak atau remaja harus dapat melakukan panggilan telepon dengan baik.

Ini juga akan menjadi ide yang baik untuk membiasakan anak melakukan pembicaraan telepon dengan sopan santun, meskipun tidak ada pertemuan langsung yang sebenarnya.

Untuk membantu anak menelpon orang lain dengan sopan, Mama dapat memulainya dengan meminta anak menelpon keluarga yang tak tinggal serumah seperti nenek atau paman.

Atau, Mama juga bisa meminta anak menelepon beberapa restoran dan mengajukan pertanyaan sederhana seperti kapan restoran buka atau minta mereka memesan makanan.

2. Menulis dengan tulisan sambung

Pexels/poppythomashill

Menulis dengan tulisan sambung mungkin tidak lagi diajarkan di sekolah, tetapi ini adalah keterampilan tradisional yang harus dipelajari anak-anak mama.Tulisan sambung yang dilakukan dengan baik adalah seni, dan ini membutuhkan latihan agar menjadi sempurna.

Ada manfaat untuk belajar tulisan sambung, atau paling tidak, anak bisa membacanya. Dokumen dalam buku sejarah sekolah mungkin ditulis dalam tulisan sambung, dan begitu juga banyak surat-surat dari anggota keluarga.

Belajar membaca dan menulis sambung bisa dilakukan di rumah. Buatlah menyenangkan dengan meminta anak-anak menulis nama dan pada akhirnya membuat tanda tanganya sendiri.

3. Tata cara menulis surat yang benar

Pexels/Anthony Shkraba

Anak-anak saat ini mungkin sudah terbiasa menulis pesan singkat untuk SMS atau di ruang obrolan. Sebelum adanya telepon seluler dan internet, menulis surat adalah bentuk komunikasi yang sangat populer. 

Menulis surat dalam kertas saat ini mungkin sudah menurun popularitasnya. Namun ini bukan berarti Mama tak mengajarkan anak menulis surat. Ajari anak pentingnya menulis surat dan bagaimana melakukannya.

Mulai dari mengucapkan salam, isi, mengajukan pertanyaan, dan tanda tangan yang baik adalah dasar dari penulisan surat. Cara yang tepat untuk menandatangani amplop juga merupakan keterampilan.

Pastikan anak juga tahu di mana harus menulis alamatnya, ke mana tujuannya, dan ke mana harus menempelkan prangko.

Mengajarkan anak dasar-dasar menulis surat adalah langkah yang tepat untuk mengirimkan pesan formal di email saat usianya dewasa nanti.

4. Teknik dasar menjahit

Pexels/Maxi gagliano

Tentu saat ini ada layanan berlimpah yang dapat mengatasi masalah ini, atau Mama mungkin memiliki mesin jahit sendiri di rumah. Namun dapat memperbaiki beberapa masalah pakaian dasar adalah keterampilan klasik yang perlu anak ketahui.

Mengetahui cara menjahit lubang kecil di rok sekolah atau mengganti kancing yang patah di seragam sekolah, dapat membantu anak di waktu-waktu darurat yang tidak dapat di tebak. Selain itu, dengan memperbaiki baju sendiri, dapat menghemat pakaian anak dan menghemat uang Mama.

Karena harus berurusan dengan jarum atau gunting, Mama bisa mulai mengajarkan anak dasar-dasar menjahit ketika usianya sepuluh tahun atau lebih.

5. Teknik mereparasi barang-barang rumah

Freepik/Racool_studio

Permainan mereparasi barang mungkin sudah sering dilakukan ketika usia anak balita. Bahkan Mama mungkin pernah membelikan anak mainan plastik berbentuk gergaji, obeng, kunci inggris, hingga helmnya. Nah ketika anak sudah besar, cobalah untuk mengajarinya teknik-teknik mereparasi barang.

Mengajari anak cara menggunakan alat-alat dasar dan memperbaiki barang-barang di sekitar rumah sangat bermanfaat. Seperangkat alat-alat sederhana adalah hadiah yang bagus, meskipun mungkin akan membosankan bagi anak remaja atau pra-remaja mana pun.

Namun nantinya anak dapat belajar bagaimana menancapkan paku, mengencangkan pipa, menggantung gambar di dinding, hingga memasang rak. Tak hanya untuk anak laki-laki, ini adalah keterampilan yang harus dimiliki setiap orang.

6. Melakukan penelitian singkat dari buku-buku

Freepik

Tak dapat dipungkiri bahwa anak-anak saat ini memiliki beragam tugas sekolah yang mengumpulkan banyak informasi. Dan saat ini, internet memiliki begitu banyak mesin pencari dan situs media sosial, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengetahui segalanya.

Namun, beberapa informasi terbaik yang bisa anak dapatkan adalah dari buku-buku yang telah diteliti dan ditulis dengan cermat. Selama anak membaca, ia dapat belajar bagaimana cara membacanya untuk menemukan informasi.

Untuk memulai keterampilan ini, Mama bisa mengajak anak ke perpustakaan yang mengarsipkan buku-buku menurut abjad untuk fiksi dan numerik berdasarkan topik untuk non-fiksi. Tantang anak praremaja atau remaja mama untuk menemukan beberapa buku pilihan Mama dan tulis laporan kecil.

Melakukan penelitian dari buku, adalah sebuah keterampilan klasik yang tidak boleh ketinggalan zaman.

7. Membaca peta

Pexels/Leah kelley

Tentu saja, anak remaja mama mungkin berpendapat bahwa ia memiliki telepon. Tetapi kehilangan sinyal atau ponsel tertinggal adalah sesuatu yang tak dapat diduga-duga saat diperjalanan. Membaca peta adalah keterampilan klasik yang mungkin suatu hari nanti benar-benar dapat menyelamatkan anak dan keluarga.

Segera setelah anak dapat membaca, sesekali tunjukkan peta kota atau provinsi kepada anak mama. Mama tak perlu khawatir jika ini mungkin menjadi kegiatan yang membosankan. Namun ketahuilah bahwa setiap anak-anak juga suka eksplorasi.

Minta anak untuk membuat peta rumah, atau rute dari rumah ke sekolahnya, dan bersenang-senanglah!

Nah itulah beberapa keterampilan klasik yang masih perlu diajarkan pada anak saat ini. Memiliki segala kemudahan dengan teknologi, bukan berarti membuat anak mengabaikan keterampilan-keterampilan di atas ya, Ma! Karena mungkin masih ada waktu-waktu di mana teknologi hanya bisa memberikan bantuan yang terbatas.

Apakah keterampilan yang Mama miliki sejak dulu dan ingin diajarkan pada anak?

The Latest