TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

10 Macam-Macam Tanaman yang Cocok Hidup Di Dataran Tinggi

Ada kriteria khusus untuk membudidayakan tanaman di dataran tinggi lho

Freepik/Jcomp

Setiap wilayah memiliki keunikan alamnya masing-masing, seperti ketika kamu pergi ke wilayah tentu kamu akan melihat berbagai tanaman yang berbeda di dataran tinggi. Hal ini karena tanaman yang tumbuh di suatu daerah, belum tentu bisa tumbuh subur di daerah lainnya. 

Ini terjadi karena keadaan alamnya, seperti suhu, kelembaban udara, keadaan tanah, dan sumber air di setiap wilayah tidak sama. Misalnya seperti tanaman dataran tinggi. 

Tanaman dataran tinggi berada di permukaan tanah yang berada di atas ketinggian 700 meter dari permukaan laut (MDPL) yang terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi

Jika kamu ingin mengetahui apa saja contoh tanaman dataran tinggi, simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini ya!

1. Stroberi

Pexels/David J. Boozer

Stroberi adalah tanaman dataran tinggi yang berasal dari Amerika Utara. Buah berwarna merah merona dengan biji yang tampak dari luar ini bisa berasa sangat manis jika dibudidayakan dengan benar.

Di Indonesia sendiri, buah stroberi cocok ditanam di dataran tinggi. Ketinggian tanahnya diharuskan dengan minimal 1000 mdpl, dengan curah hujan sekitar 600-800 mm per tahun, dan dengan penyinaran matahari 9 jam/hari.

Mengapa buah stroberi termasuk sebagai tanaman buah yang cocok di dataran tinggi? Karena untuk temperaturnya sendiri, buah stroberi cocok ditanam di daerah dengan suhu 17-20 derajat Celcius dan kelembapan 705-90 persen.

2. Kentang

Pexels/Pixabay

Selanjutnya, tanaman yang cocok ditanam di dataran tinggi adalah kentang. Kentang merupakan jenis umbi batang yang memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai bahan pokok pangan.

Nah, kentang juga cocok dibudidayakan di kebun atau halaman yang memiliki ketinggian antara 1.000-2.000 mdpl, tentunya bercuaca dingin yang suku kurang lebih 15-22 derajat Celcius. Selama pertumbuhan kentang, curah hujan yang baik adalah 1.000-1.500 mm.

Suhu lingkungan yang rendah mampu mendorong pertumbuhan kentang sehingga cepat panen dan lebih berkualitas. Apabila curah hujan terlalu tinggi, bisa menyebabkan kebusukan pada umbi.

3. Selada

Unsplash/Stephanie Moody

Sama seperti kentang, selada juga tumbuh lebih baik di daerah bersuhu dingin. Agar daunnya lebih hijau dan segar, suhunya sekitar yang diperlukan kurang lebih berkisar 17-21 derajat Celsius.

Untuk mendapatkan suhu yang tepat, tanaman ini cocok tumbuh di dataran tinggi yang disarankan ditanam pada daerah dengan ketinggian 500-2000 mdpl.

Selain itu, untuk mendukung kualitasnya, selada harus ditanam pada kondisi tanah dengan pH 6 yang gembur dan remah serta tanpa genangan air. Tentunya juga didukung dengan pemberian intensitas cahaya matahari cukup.

4. Teh

Pexels/Quang Nguyen Vinh

Ketika kamu pergi ke dataran tinggi seperti pegunungan, tentu kamu akan melihat hamparan perkebunan teh selama perjalanan. Hal ini karena teh termasuk sebagai tanaman yang hidup di dataran tinggi.

Tanaman teh dapat tumbuh subur di dataran tinggi dengan suhu sekitar 14-25 derajat Celsius, khususnya pada daerah-daerah dengan ketinggian 200-2.000 mdpl. Selain itu, daun teh perlu memiliki media tanam yang dalam, lembap, dan mudah menyerap air.

Hal ini karena teh tidak tahan terhadap kekeringan, serta memerlukan curah hujan minimum 1.200 mm yang merata sepanjang tahun.

5. Kopi

Pexels/Daniel Reche

Selain teh, tanaman yang cocok ditanam di dataran tinggi berikutnya adalah kopi. Apakah kamu tahu bahwa biji kopi adalah salah satu bahan-bahan ekspor yang cukup menjanjikan di Indonesia?

Untuk membudidaya biji kopi yang berkualitas dan layak ekspor, suhu yang dibutuhkan adalah 16-20 derajat Celsius, sehingga ini tidak jauh berbeda dari teh.

Uniknya, jenis-jenis kopi bisa disesuaikan dengan lokasi pembudidayaannya. Misalnya, jika berada di lokasi lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 mdpl, ini cocok untuk ditanami kopi berjenis arabika.

Sedangkan pada ketinggian 400-800 mdpl bisa ditanami kopi robusta. Kopi juga bisa dibudidaya di dataran rendah, misalnya untuk jenis liberica atau excelso.

Kopi juga memiliki banyak manfaat, seperti menghaluskan kulit, menghilangkan rasa kantuk, dan mencegah kanker.

6. Brokoli

almanac.com

Cara menanam brokoli tidak terlalu sulit, apalagi jika memiliki area di dataran tinggi sekitar 1.000-2.000 mdpl. Tak hanya itu, tanaman dataran tinggi ini juga lebih bisa beradaptasi dengan baik dengan daerah bertipe iklim basah.

Dilansir dari Pusat Penelitian dan pengembangan Holtikultura, pH tanah yang dibutuhkan untuk menanam brokoli adalah 6 sampai 7. 

Karea brokoli tidak dapat ditanam di wilayah yang memiliki suhu panas, waktu yang tepat untuk menanam brokoli adalah awal musim hujan atau awal kemarau.  Hanya saja, penting untuk memerhatikan pasokan air serta ketinggian lahan untuk membudidayakan sayuran hijau ini.

7. Wortel

harvesttotable.com

Tanaman selanjutnya yang dapat tumbuh baik pada daratan tinggi adalah wortel. Tanaman wortel adalah sayuran yang mampu tumbuh subur di tanah bertekstur baik, misalnya seperti regosol, latosol, andosol, dan alluvial.

Dan semua jenis tanah tersebut hanya bisa ditemukan di dataran tinggi, mulai dari 1.200-1.500 mdpl. Tak hanya jenis tanah, faktor yang memengaruhi tumbuh kembang wortel antara lain suhu, curah hujan, kelembaban, dan intensitas sinar matahari.

Misalnya suhu dingin sangat diperlukan wortel untuk berfotosintesis dan menyerap hara serta nutrisi pada tanah.

8. Kubis

Pixabay/jcesar2015

Secara pembudidayaan, kubis tidak jauh berbeda dengan selada. Tanaman kubis sangat cocok ditanam di wilayah atau daerah yang bercuaca dingin, serta berada pada ketinggian 1.500-2.000 mdpl.

Karena daunnya yang membutuhkan kelembapan lebih tinggi, kubis cocok ditanam di daerah pegunungan dengan temperatur 14-20 derajat Celsius.

Jika suhu dan ketinggian area sudah memenuhi kriteria, penting juga untuk memerhatikan banyaknya humus dan gemburnya tanah yang akan dijadikan lahan membudidayakan kubis. Karena ini akan sangat memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman kubis itu sendiri.

9. Apel

Pexels/Tom Swinnen

Tentunya kamu sudah tak asing dengan buah berwarna merah ini, bukan? Yup, buah apel termasuk sebagai tanaman yang cocok tumbuh di dataran tinggi. Di Indonesia, tanaman apel yang paling terkenal adalah apel malang, ini banyak dibudidayakan di wilayah Batu, Malang, Jawa Timur.

Untuk menjaga kualitas apel diperlukan lokasi yang beriklim kering dengan kelembaban udara 75-85 persen dengan paparan sinar matahari 50-60 persen per hari, dan memiliki hujan tahunan 1.000-2.500 mm.

Di dataran tinggi, apel memiliki kesempatan panen lebih cepat jika ditanam menggunakan metode stek.

10. Kakao

Pexels/Pixabay

Terakhir adalah kakao. Kakao merupakan bahan dasar pembuatan cokelat yang banyak disukai anak-anak hingga orang dewasa.

Untuk membudidayakan kakao, membutuhkan wilayah dengan curah hujan 1.100-3.000 mm per tahun. Dengan temperatur maksimum 30-32 derajat Celcius, dan minimum 18-21 derajat Celcius.

Lingkungan hidup tanaman kakao sendiri adalah hutan tropis, karena pada pertumbuhannya memerlukan naungan untuk menghindari pencahayaan penuh.

Nah itulah beberapa tanaman yang mampu hidup di dataran tinggi. Semoga informasinya bermanfaat ya!

The Latest