TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Balanitis pada Penis Anak: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sering keluar cairan dari penis, anak remaja juga bisa mengalami ini lho!

Freepik

Menjaga kebersihan penting sekali untuk dilakukan. Bukan hanya karena semboyan ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’, tubuh yang bersih mampu mencegah diri terjangkit berbagai macam penyakit.

Terlebih lagi kebersihan alat kelamin. Anak-anak sering sekali kurang memerhatikan kehigienisan bagian tersebut. Anak mama mungkin jarang mandi atau istinja (cebok) secara sembarangan.

Kebiasaan ini bisa memicu berkembang biaknya jamur dan kuman di sekitar atau pada alat kelamin. Nantinya, anak sangat rentan untuk terjangkit balanitis, yaitu peradangan pada ujung penis.

Wah, pastinya Mama nggakmau anak mengalaminya, kan? Maka dari itu, mari simak informasi yang sudah dirangkum Popmama.com mengenai penyakit balanitis.

1. Apa itu balanitis?

Pixabay/derneuemann

Balanitis merujuk pada penyakit alat kelamin di mana terjadi peradangan pada kepala penis (glans penis). Ada tiga jenis balanitis, yaitu:

  • Zoon’s Balanitis (ditandai dengan terjadinya peradangan);
  • Circinate Balanitis (muncul karena mengidap sindrom Reiter); dan
  • Pseudoepitheliomatous Keratotic and Micaceous Balanitis (kulit mengerak dan melepuh).

Dari ketiga jenis tersebut, yang paling umum terjadi adalah zoon’s balanitis yang terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan. Alhasil, bakteri dan jamur akan muncul dan menimbulkan infeksi.

Balanitis biasanya diderita oleh anak yang masih di bawah 4 tahun atau laki-laki yang belum sunat. Namun, ada beberapa kondisi tertentu di mana penyakit ini juga dijumpai pada mereka yang sudah dikhitan.

2. Kondisi yang dialami penderita balanitis

Freepik

Yang paling kentara dari gejala yang ditimbulkan balanitis ialah inflamasi/pembengkakan kepala penis. Akibat dari inflamasi tersebut, lantas membuat saluran kencing tertekan sehingga saat buang air kecil, anak mama bisa mengeluhkan rasa sakit atau nyeri.

Tidak hanya itu saja, ada beberapa kondisi lain yang dialami penderita balanitis, yaitu:

  • Rasa gatal hingga terbakar pada ujung penis;
  • Gumpalan putih atau kekuningan di bawah kulup;
  • Keluar cairan kekuningan yang bau;
  • Ujung penis terasa kering, keras, atau kaku;
  • Iritasi glans penis;
  • Demam; hingga
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang memicu timbulnya benjolan di daerah lipatan paha.

3. Penyebab terjadinya peradangan pada kepala penis

Freepik/Kjpargeter

Faktor utama balanitis adalah karena tidak membersihkan penis secara benar. Lebih tepatnya, bagian kulup yang tidak terbasuh oleh air bisa membuat jamur tumbuh sehingga terjadilah infeksi. Atau, hal ini bisa terjadi karena anak terlalu sering menarik kulup penisnya.

Selain masalah kebersihan, faktor lain yang menyebabkan penyakit ini adalah:

  • Menggunakan sabun batang yang menimbulkan iritasi pada alat kelamin;
  • Mengalami cedera sehingga menimbulkan luka pada kulup;
  • Efek dari konsumsi obat-obatan tertentu, seperti dulcolax, obat pereda nyeri, maupun antibiotik;
  • Kelainan pada kulit (eksim atau psoriasis);
  • Obesitas; dan
  • Mengidap penyakit tertentu, seperti artritis reaktif, diabetes, fimosis, atau lichen sclerosus atrophicus.

4. Cara pengobatan untuk mengatasi balanitis

Freepik/Xb100

Karena penyebab penyakit radang kepala penis ini berbeda-beda, maka treatment atau pengobatannya pun juga berbeda-beda.

Jika balanitis yang dialami anak disebabkan oleh infeksi jamur, maka Mama bisa memberikannya krim antijamur, seperti nistatin, fluconazol, atau mikonazol. Bukan hanya krim, antijamur tersebut bisa juga berbentuk tablet atau salep.

Jika balanitis yang dialami dikarenakan infeksi bakteri, maka yang perlu diberikan adalah krim antibiotik. Beberapa contohnya adalah penisilin, makrolid, atau metronidazole.

Namun jika kulit meradang akibat infeksi ataupun alergi, kortikosteroid bisa diberikan kepada anak.

Saat mengaplikasikan krim, pastikan terlebih dahulu area penis sudah bersih secara menyeluruh. Lalu, oleskan krim ke daerah tersebut. Selain itu, selama masa pengobatan, dianjurkan bagi anak mama untuk menghindari penggunaan sabun atau lotion kulit untuk mencegah inflamasi yang lebih parah. Sebagai gantinya, gunakan krim pelembab dan air hangat untuk membersihkan penis.

Untuk instruksi yang lebih merinci, Mama bisa konsultasikan ke dokter untuk mengetahui jenis balanitis yang diderita anak sekaligus supaya mendapatkan pengobatan yang lebih tepat.

5. Cara pencegahan untuk terhindar dari balanitis

Freepik/Kjpargeter

Meskipun balanitis termasuk ke dalam jenis penyakit yang sering ditemui, jangan pernah meremehkannya ya, Ma. Karena bisa saja terjadi komplikasi dari balanitis yang diderita anak. Maka dari itu, penting sekali supaya tubuh tidak mengalaminya.

Sebenarnya, cara yang paling ampuh untuk mencegah balanitis adalah dengan berkhitan. Hal ini karena kepala penis akan selalu bersih karena kulup yang biasa menutupi pangkalnya telah dibuang.

Namun, cara lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan si Anak agar selalu menjaga kebersihan alat kelamin dengan rutin membasuhnya menggunakan sabun dan air. Pastikan sabun yang digunakan bukanlah sabun batang atau yang mengandung parfum.

Setelah disiram, jangan lupa untuk mengeringkan penis sebelum memakai celana dalam. Hal ini bertujuan untuk menghindari lingkungan yang lembab–sebab, jamur mudah tumbuh di kondisi yang tidak kering

Itulah informasi mengenai balanitis, peradangan ujung penis yang umum terjadi pada laki-laki yang belum sunat. Ingatkan selalu anak supaya menjaga kebersihan tubuh, termasuk alat kelaminnya ya, Ma!

Baca Juga:

The Latest