TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Tips Sukses Atlet Skateboard Nyimas Bunga Cinta, Hobi Bisa Menjadi Profesi

Pantang menyerah dan berani mencoba adalah kunci yang perlu ditanamkan

Dok. Nyimas Bunga

Nama Nyimas Bunga Cinta kini semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia setelah memenangkan penghargaan dalam ajang olahraga bergengsi Asian Games pada tahun 2018 lalu.

Kala itu, perempuan berusia 15 tahun yang biasa disapa Bunga ini berhasil mengalahkan atlet lain dari berbagai negara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan penghargaan medali perunggu sebagai atlet skateboard.

Melalui wawancara eksklusif Popmama.com bersama Nyimas Bunda Cinta untuk Popmama Little Star, ia mengaku bahwa hobi sekaligus pekerjaannya sebagai seorang atlet skateboard adalah hal positif yang menjadi pembuka jalan baginya untuk mengenal dan dikenal oleh banyak orang.

"Selain bisa kenal dengan banyak orang dari berbagai negara, aku bisa survive banyak di skateboard, dan dari situ juga aku bisa ngambil banyak pelajaran seperti pantang menyerah, melatih keberanian, dan kesabaran," ujar Bunga.

Lantas, bagaimana tips yang dibagikan Nyimas Bunga Cinta untuk tetap berkarya sebagai seorang skateboarder di usianya yang masih muda? Berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya terkait tips Nyimas Bunga, dari hobi bisa jadi profesi. 

1. Banyak mengambil pelajaran kehidupan dari skateboard

Dok. Nyimas Bunga

Memulai hobi dalam bidang olahraga yang cukup ekstrem sejak usia 8 tahun, Bunga mengaku perjalanannya untuk menjadi skateboarder tidaklah mudah.

Meski banyak rintangan yang melanda, namun Bunga berhasil membuktikan kepada keluarga dan masyarakat luas bahwa skateboard juga bisa menjadi olahraga yang membanggakan dan memberi banyak pelajaran.

"Sukacita aku di skateboard itu satu ya bisa kenal banyak orang dari berbagai macam negara. Jadi lebih banyak teman juga, bisa melatih keberanian dan kesabaran. Ada banyaklah pokoknya (pelajaran baik dari skateboard)," ujar Bunga.

Bunga menyebutkan bahwa skateboard telah memberikan banyak pelajaran kehidupan baginya. Seperti yang diketahui bahwa skateboard sangat erat kaitannya dengan jatuh dan rasa sakit, sehingga dibutuhkan fokus dan kerja keras untuk bisa menyeimbanginya.

Tak hanya itu, Bunga juga dapat mengambil pelajaran berupa melatih fokus, pantang menyerah, serta tetap rendah diri seperti para idolanya di dunia skateboard.

"Mau setinggi apapun, mereka itu tetap humble dan pantang menyerah. Sehingga itu yang jadi motivasi buat aku," lanjutnya.

2. Skateboard bukan penghalang untuk bermain dan berkembang

Dok. Nyimas Bunga

Selama kurang lebih 7 tahun terjun dalam dunia olahraga skateboard, Bunga sendiri mengaku bahwa ia tidak kehilangan masa kanak-kanaknya untuk bermain dan berkembang seperti anak-anak pada umumnya.

Bunga juga menyebutkan bahwa orangtuanya memberikan kebebasan untuk berkembang. Sehingga tidak selalu berfokus pada pengembangan karir di dunia olahraga, tetapi ia tetap menyeimbanginya dengan bermain bersama teman-teman sebayanya.

"Aku juga dikasih kebebasan sama bapak kalau misal nggak mau main skate. Ya bisa main sama teman, atau mau di rumah aja nonton gitu. Jadi di hidup aku nggak terlalu skate mulu, aku punya cerita lain juga di luar skate," jelas Bunga.

3. Alami cedera tidak membuat Bunga pantang menyerah

Screenshot virtual interview bersama Popmama.com

Olahraga skateboard memang erat kaitannya dengan jatuh dan rasa sakit, sehingga ketika ditanya apakah Nyimas Bunga pernah mengalami hal seperti ini, tentu jawabannya adalah pernah.

Meski berkali-kali jatuh dan mengalami cedera, namun hal ini tidak membuat Bunga menyerah. Menurutnya, "Kalau kapok sih pernah, tapi bukan yang kapok berhenti main sakte, lebih ke aku nggak mau ngelakuin trik itu lagi."

Bahkan, gadis berusia 15 tahun ini juga menyebutkan bahwa dirinya pernah alami cedera ankle dan peranakan yang turun, Ma. Tetapi itu semua bukanlah penghalang bagi seorang Nyimas Bunga Cinta untuk terus berkarya.

Dalam kesempatan yang sama, Pak Didiet selaku Papa dari Nyimas Bunga menyebutkan bahwa cedera yang dialami Bunga selama ini adalah pelajaran yang bisa diambil oleh sang anak. 

“Lewat jatuh bukan jatuhnya yang dilihat, tapi bagaimana kamu bangkitnya dan melakukan apa setelah kamu jatuh. Jadi harus bersahabat dengan pahitnya jatuh dan sakit yang justru membuat satu prestasi,” ujar Pak Didiet.

4. Tips dari Nyimas Bunga dalam mengukir prestasi di usia muda

Screenshot virtual interview bersama Popmama.com

Sebagai generasi muda yang namanya sudah mencatat banyak prestasi dalam bidang olahraga, Nyimas Bunga juga membagikan tips kepada seluruh remaja Indonesia untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di usia muda.

Bunga mengajak semua teman-teman remaja lainnya untuk menjadi seorang yang berani untuk mencoba hal baru. Dengan begitu, maka akan lebih mudah untuk mengeksplor bakat apa yang cocok dengan dirimu.

"Terus pantang menyerah, berusaha, kerja keras, dan kalau jatuh ya bangun lagi," lanjut Bunga

Di usianya yang masih cukup mudah, Bunga juga memiliki motivasi besar demi mencapai target yang ia harapkan. Ketika ditanya, apa target yang ingin ia gapai sebagai seorang atlet muda?

Bunga menjawab, "Target aku dari awal main skate itu adalah beli rumah dan sekarang aku lagi mengejar untuk ikut Asian Games, Sea Games dan Olimpiade. Jadi itulah target-target yang mau aku raih."

Untuk mengejar semua target tersebut memang tidaklah mudah, namun Bunga terus berusaha dan meyakinkan dirinya bahwa kelak ia bisa menggapai satu persatu target yang telah ia tentukan.

Itulah tips dari Nyimas Bunga Cinta yang memulai suatu hobi menjadi atlet berprestasi. Semoga cerita Bunga di atas bisa menjadi inspirasi bagi anak mama untuk tetap semangat dalam berprestasi di usia muda ya.

Spesial Hari Anak: #Popmama Little Star 2021 – Nyimas Bunga Cinta, Muzakki Ramdhan dan Lifia Laeticia

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Senior Editor - Novy Agrina
Video Creator - Onic Metheany
Asst. Editor - FX Dimas Prasetyo  
Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Ninda Anisya
Social Media - Irma Erdiyanti
Video Editor - Bima Bintoro
Design - Hilyatul Auliya Habib
Intern Writer - Muhammad Fria Fachrama Sumitro, Samantha Elisa Gracia, Annita Rahmawati Dewi & Natalia Adinda Putri Danumulyo

Baca juga:

The Latest