TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

PAUD dan TK di Singapura Kembali Dibuka, Seperti Apa Persiapannya?

Seperti apa persiapan jelang anak sekolah kembali masuk seperti biasa?

Shopee

Mulai 3 Juni 2020, PAUD dan TK di Singapura kembali dibuka dan para siswa bisa belajar lagi seperti biasanya.

Ini akan menjadi momen penting bagi anak-anak. Ketika mereka sudah lama menjalani masa karantina di rumah, hanya bertemu dengan orangtua saja dan kini mereka sedang bersiap-siap untuk bertemu dengan teman-teman di sekolah.

Berikut Popmama.comtelah merangkum seperti apa persiapan yang telah dilakukan di negara Singa tersebut.

1. Pemerintah siapkan face shield untuk anak-anak

Facebook.com/Desmond Lee

Gemas, anak-anak nanti akan berbeda penampilannya dari hari sekolah sebelumnya. Tampilan anak sekolah setelah pandemi Covid-19 di Singapura adalah menggunakan seragam lengkap dengan face shield.

Jadi, sebelum sekolah kembali dibuka, Pemerintah Singapura telah memberikan face shield atau pelingung wajah sebagai pengganti masker seperti dilansir dari Yayasan Temasek, Senin (25/5/2020) lalu.

2. Pemerintah juga membagikan hand sanitizer

goodhousekeeping.com

Bagi siswa tingkat pra-sekolah hingga Perguruan Tinggi Junior, masing-masing akan diberika 2 botol hand sanitizer. Setiap botol berukuran 50ml dan nantinya ini bisa diisi ulang. 

Yayasan Tamasek bekerja sama dengan Badan Pengembangan Anak Usia Dini dan Kementrian Pendidikan Singapura untuk melakukan pembagian perlengkapan perlindungan untuk anak sekolah.

Sementara itu, Jamie Ang Kepala Eksekutif Badan Pengembangan Anak Usia Dini mengatakan bahwa semua siswa, petugas layanan, dan staf di Institut Pendidikan Teknis, masing-masing akan menerima dua masker yang dapat digunakan kembali dan masing-masing dua botol sanitiser.

3. Face shield dan hand sanitizer dibagikan secara berkala

Unsplash/Kate Trifo

Menurut prediksi, pembagian face shiel dan hand sanitizer akan berlangsung hingga sekitar seminggu setelah masuk sekolah, yaitu 8 Juni 2020.

Semua guru dan staf sekolah juga akan dibagikan pelindung wajah.

"Beberapa siswa bisa saja tidak menerima barang-barang pada hari pertama mereka kembali ke sekolah. Kami mendorong orangtua untuk memastikan anak-anak pra-sekolah dan sekolah dasar mereka menggunakan masker mereka sendiri atau pelindung wajah di sekolah untuk sementara," kata perwakilan yayasan tersebut.

Yayasan juga menyarankan orangtua memakaikan anak-anak prasekolah dan SD untuk mengenakan masker wajah yang sudah mereka miliki sampai mereka menerima face shield.

Baca juga:

The Latest