TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Sejarahnya!

Pakai batik saat meeting virtual yuk

Unsplash/Ema Lalita

Mama, hari ini adalah Hari Batik Nasional lho! Hari Batik Nasional dirayakan setiap 2 Oktober karena pada tanggal tersebut batik diakui sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Tak Benda Warisan Manusia di UNESCO. Penetepan tersebut terjadi pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

Untuk Mama yang hari ini ada jadwal kegiatan virtual meeting, gunakan batik sebagai outfitmu hari ini yuk! Walaupun ditengah pandemi gini, Mama tetap bisa berkontribusi dalam peringatan Hari Batik Nasional dengan menggunakan batik ya, Ma! 

Ajarkan juga kepada anak Mama jika hari ini ada jadwal sekolah online, anak Mama bisa menggunakan batik juga ya.

Selain itu, terdapat sejarah penetapan Hari Batik Nasional lho Ma! Ini dia informasinya yang akan Popmama.com berikan untuk Mama ya! 

1. Bagaimana sejarah penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional?

Pexels/Tamanna Rumeee

Pada 2 Oktober 2009 atau 11 tahun yang lalu, batik ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada sidang UNESCO di Abu Dhabi. Penetapan itu merupakan yang ketiga kalinya bagi Indonesia setelah keris dan wayang yang terlebih dahulu masuk daftar ICH UNESCO.

Pada naskah yang disampaikan ke UNESCO, dikutip dari laman resmi Kemendikbud, batik diartikan sebagai teknik menghias yang mengandung nilai, makna, dan simbol budaya. Dari 76 seni dan budaya warisan dunia yang diakui UNESCO, Indonesia hanya menyumbangkan satu, sedangkan China 21 dan Jepang 13 warisan.

Proses penetapannya pun terbilang cepat karena Indonesia mengajukannya ke UNESCO pada September 2008. Pada Januari 2009, UNESCO menerima pendaftaran tersebut secara resmi dan dilakukan pengujian tertutup di Paris pada Mei di tahun yang sama.

Dari lima domain penilaian, batik memenuhi tiga domain, yaitu tradisi dan ekspresi lisan, kebiasaan sosial dan adat istiadat masyarakat ritus, perayaan-perayaan, serta kemahiran kerajinan tradisional.

2. Sejarah Batik

Unsplash/Trang Nguyen

Soal sejarah, eksistensi batik telah ada sejak lama di Nusantara. Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik pertama di Jawa sendiri tidaklah tercatat. Menurut GP Rouffer, teknik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau ke-7.

Awalnya, batik merupakan kesenian gambar di atas kain yang dikhususkan untuk pakaian keluarga kerajaan. Kain simbut dari Banten merupakan salah satu contoh batik paling awal yang pernah ada. Kain tersebut dibuat dengan menggunakan bubur nasi sebagai perintang warna.

Teknik serupa juga digunakan dalam pembuatan kain ma'a di Toraja. Dengan temuan itu, para ahli menduga bahwa batik berasal dari wilayah Toraja karena wilayahnya yang terisolasi di pegunungan. 

3. Perayaan Hari Batik Nasional ditengah pandemik Covid-19

freeimages.com/Wizan zaini

Pada Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober pemerintah biasanya akan menyerukan pada masyarakat untuk memakai batik dalam berkegiatan. Seperti pada 2019 lalu, pemerintah melalui Sekretaris Jenderal Menteri Dalam Negeri Hadi Prabowo menandatangani Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam Rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober.

Kini pada 2020, peringatan Hari Batik Nasional dirayakan secara berbeda. Digelar di tengah pandemi Corona, Hari Batik Nasional dirayakan pemerintah dengan cara daring.

Sejalan dengan rencana pemerintah merayakan Hari Batik Nasional secara daring, Mama pun bisa tetap ikut meramaikan Hari Batik. Mama bisa memakai batik favoritmu saat meeting virtual dengan rekan sekantor atau klien. Bagi para siswa atau mahasiswa, merayakan Hari Batik Nasional bisa dilakukan dengan mengenakan batik saat belajar atau sekolah online.

Selain dengan memakai batik saat meeting virtual, kamu juga bisa tetap merayakan Hari Batik Nasional di tengah pandemi Corona ini dengan mengunggah gaya terbaikmu saat memakai batik di akun media sosialmu.

4. Pembatik dan harapan mereka di tengah pandemik

Nasib Pembatik di tengah pandemik (Dok.IDN Times/Bakti Budaya Djarum Foundation)

Dalam rangka Hari Batik Nasional, para pembatik juga mengungkapkan harapan mereka. Harapan sederhana mereka hanya ingin keadaan segera pulih seperti sedia kala, dan dapat kembali bertemu teman-teman untuk membatik bersama.

“Tahun ini menjadi tahun yang penuh tantangan, salah satunya bagi para pembatik yang harus menyesuaikan diri dan agar semangat mereka untuk terus berkarya tidak surut di masa pandemik ini," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Jumat (02/10/2020).

"Berbagai cara mereka lakukan untuk tetap bertahan dan menjadi refleksi bagi kita untuk terus mendukung para pembatik, dengan membeli produk-produk yang dihasilkan oleh para pembatik ini, agar ekonomi terus berputar dan bersama-sama kita dapat melalui masa pandemik ini,” lanjut dia.

Itu dia Mama beberapa fakta mengenai sejarah batik dan harapan pembatik ditengah pandemi Covid-19. Jangan lupa menggunakan batik pada hari ini ya, Ma! 

Dan semoga, keadaan buruk ini cepat berlalu ya.

Baca juga:

The Latest