TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Virus Corona Varian Lambda yang Sudah Ada di 29 Negara

Tetap waspada dan selalu jaga imun tubuh kelaurga di rumah ya, Ma

Pexels/Anna Shvets

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini masih terus memantau perkembangan kasus virus Covid-19. Dalam laporan yang tertulis di situs resmi WHO, terdapat varian virus corona baru bernama Lambda (C.37).

Dalam tabel yang tertera pada situs WHO, varian Lambda pertama kali terdeteksi di Peru pada Agustus 2020 lalu. WHO juga menyebutkan bahwa varian tersebut kini sudah tersebar di 29 negara. Bahkan, belakangan ini sudah mulai menyebar ke berbagai negara.

"Hingga 15 Juni 2021, lebih dari 1.730 sampel sudah diunggah ke basis data GISAID dari 29 negara/teritori/area di lima kawasan WHO," paparan WHO pada situs resminya.

Untuk mengetahui varian terbaru dari virus corona Lambda, berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya dari berbagai sumber.

1. Varain Lambda (C.37) yang bermutasi

Freepik/Crowf Ilustrasi

Virus Lambda pertama kali terdeteksi di Peru pada Agustus 2020. Bahkan, diketahui sejak April 2021 lalu, sebanyak 81% kasus Covid-19 merupakan dari varian Lambda.

Kemudian dalam situs resmi WHO pada 14 Juni 2021, varian ini mulai diklasifikasikan sebagai variant of interest (VOI), di mana mutasi dinyatakan terbukti menyebabkan penularan pada banyak kasus dan klaster di berbagai belahan dunia.

Bahkan, VOI juga bisa berubah menjadi variant of concern (VOC) ketika mutasi terbukti menularkan dan memiliki keparang lebih tinggi, serta menambah adanya ancaman pada mekanisme penanganan kesehatan saat ini.

2. Kemenkes tegaskan Lambda belum menyebar di Indonesia

Pixabay/Tumisu

Menanggapi adanya varian baru yang mulai tersebar di berbagai negara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa varian terbaru virus corona yang berasal dari Peru, Amerika Selatan belum menyebar di Indonesia.

Saat ini, WHO memasukan varian Lambda sebagai varian yang harus menjadi perhatian global.

Sehingga meski belum ditemukan virus tersebut di Indonesia, pemerintah berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada sebagai bentuk pencegahan mutasi baru.

3. Masih terus dilakukan penelitian terkait varian Lambda

Freepik

Meski disebutkan dalam laporan WHO bahwa varian Lambda membawa mutasi yang dapat meningkatkan penularan atau memperkuat ketahanan virus terhadap antibodi, tetapi hingga kini para peneliti terus mempelajari lebih lanjut adanya varian Lambda.

Dikutip dari News Medical, para peneliti Brasil menggambaran kasus varian Lambda dengan menggunakan sampel seorang laki-laki muda yang baru kembali dari Argentina alami gejala berupa pernapasan.

Setelah dua hari melakukan perawatan di rumah sakit, laki-laki tersebut alami penurunan kondisi dan harus dipindahkan ke unit perawatan intensif.

"Diyakini bahwa situasi sistem perawatan kesehatan kritis dan laporan baru-baru ini tentang peningkatan kematian di negara-negara ini terkait dengan meningkatnya prevalensi varian lambda," ungkap para peneliti.

Para peneliti juga menjelaskan, sampai saat ini varian Lambda masih belum diketahui apakah lebih menular daripada varian lain atau apakah mampu lolos dari antibodi pasca vaksinasi.

Meski varian Lambda saat ini masih dalam penelitian lebih lanjut, serta masih belum adanya penemuan kasus di Indonesia, masyarakat diharapkan untuk selalu menjaga kesehatan dan segera melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya pencegahan.

Tetap semangat dan jaga selalu kesehatan keluarga di rumah ya, Ma!

Baca juga:

The Latest