TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kerjasama Mengasuh Anak Dalam Islam, Pahami Sejak Anak Lahir

Bagaimana pandangan kewajiban suami dalam mengasuh anak, wajib kah?

Pexels/Jonathan Borba

Keluarga harmonis adalah keluarga yang di dalamnya terjalin hubungan kerja sama antar anggota keluarga. Dalam hal mengasuh anak, maka harus ada keterlibatan dari istri maupun suami.

Mama dan Papa seyogyanya saling memahami, mengerti dan menyadari kesamaan peran dalam mengasuh si Kecil. Hal ini pun selaras dalam ajaran Islam, Allah SWT menyerukan pentingnya keterlibatan diantara suami dan istri dalam mengasuh anak.

Popmama.com mempunyai ulasan tentang pentingnya kerja sama suami dan istriyang perlu Papa tahu sejak sang Istri melahirkan.

Peringatan Dalam Al-Quran untuk Para Suami Membantu Istri dalam Merawat Anak

Pexels/Dominika Roseclay

Dalam Al-qur’an, Allah SWT menyampaikan bahwa jangan sampai suami melihat istri kelelahan karena mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga. Hal ini bisa Papa maknai lebih dalam pada Q.S Al-Baqarah (2) ayat 233.

Artinya: Seseorang tidak dibebani kecuali (menurut) kesanggupannya (dan) janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan janganlah (pula) seorang ayah (dibuat menderita) karena anaknya. Demikian juga bagi ahli waris. Jika mereka berdua hendak menyapih atas kerelaan dan musyawarah mereka berdua, maka mereka tidaklah berdosa…” (Q.S. Al-Baqarah (2): 233)

Jangan Membebankan Tugas Mengasuh Anak Hanya Pada Satu Pihak

Pexels/Arina Krasnikova

Dari ayat tersebut jelas Allah sungguh memuliakan seorang perempuan dengan menyuruh kaum Adam membantunya dalam mengurus si Kecil. Jadi jangan lagi Papa angkat tangan dalam mengasuh dan merawat anak.

Tugas mengasuh anak tidak dibebankan hanya kepada satu pihak saja. Baik itu hanya kepada istri atau ke suami semata. Mama dan Papa saling bahu-membahu dalam membesarkan si Kecil.

Dengan begitu, anak akan memperoleh pendidikan yang optimal sehingga tumbuh-kembangnya maksimal.

Suami dan Istri pun Harus Saling Rela untuk Membantu Pekerjaan Satu Sama Lain

Pexels/Anastasiya Gepp

Selain mengajarkan agar tidak memberikan tanggung jawab mengasuh anak ke satu pihak. Q.S Al-Baqarah tersebut pun menyampaikan pesan agar suami dan istri saling rela membantu satu sama lain.

Artinya, tidak ada keterpaksaan dari suami untuk membantu mengurus anak. Inisiatif mengurus anak benar-benar timbul karena kesadaran sendiri. 

Melihat istri yang kerepotan mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan rumah. Sehinnga timbul rasa prihatin lalu mengajak anak bermain.

Ini sangat membantu bagi para Mama. Lantaran Mama bisa lebih fokus mengerjakan pekerjaan rumah. Rumah pun tetap terawat meski sudah kehadiran si Kecil.

Dengan mengajak main si Kecil di saat Mama mengurus rumah, Papa juga bisa membangun ikatan dengan anak. Lantaran mungkin Papa hanya punya waktu di hari libur saja

Komitmen untuk Membesarkan dan Mendidik Anak Secara Bersama-sama

Pexels/Emma Bauso

Pasangan suami dan istri pun harus memaknai komitmen untuk mengasuh si Kecil secara bersama. Komitmen inilah yang akan menguatkan Papa dan Mama ketika sudah merasa letih mengurus anak.

Kewajiban membesarkan anak dengan sebaik-baiknya juga terkandung pada kitab suci umat Islam. Hal ini terdapat dalam Q.S Luqman (31) ayat 16.

Artinya: "(Luqman berkata): 'Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Demikian ulasan Popmama.com mengenai pentingnya kerja sama mengasuh anak dalam islam. Dengan mengetahui kewajiban membesarkan anak adalah kewajiban suami dan istri sehingga dapat memberikan kasih sayang yang optimal untuk anak.

Baca Juga:

The Latest