TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pilihan KB untuk Laki-Laki yang Bisa Cegah Kehamilan

Tentukan mana yang sesuai untuk tubuh Papa!

Freepik/user3802032

Alat kontrasepsi atau KB bisa jadi solusi untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Pada umumnya, banyak orang yang lebih familiar dengan alat kontrasepsi perempuan dari pada laki-laki. Padahal nggak hanya perempuan, alat kontrasepsi atau KB juga tersedia untuk laki-laki lho.

Penggunaan KB pada laki-laki bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan cara menghalangi cairan mani masuk ke liang vagina. Meski pada kenyataanya bentuk dan penggunaan KB pada laki-laki memang berbeda dengan perempuan.

Supaya lebih jelas, kali ini Popmama.com akan berikan informasi mengenai pilihan KB untuk laki-laki yang aman dan bisa cegah kehamilan.

Apa saja metode KB untuk laki-laki?

Freepik/cookie_studio

Meski lebih sering mendengar metode KB untuk perempuan, Papa juga perlu tahu nih kalau ada KB yang memang diperuntukan bagi laki-laki. Tujuannya sama, yaitu untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Menurut dr. Silvia Werdhy Lestari, M.Boimed, Sp.And, dalam acara Popmama Talk pada Jumat (24/6), saat ini ada dua metode KB untuk laki-laki yang sudah paten. Diantaranya yaitu kondom dan vasektomi atau pemotongan saluran sprema.

“Saat ini metode KB yang sudah paten untuk pasien laki-laki hanya berupa kondom dan pengikatan atau pemotongan saluran sperma. Lebih tepatnya vas deferensnya, makanya disebutnya vasektomi,” ungkap dr. Silvia.

Kondom

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Meski banyak yang mengatakan kalau kondom bisa mengurangi kenikmatan bercinta, rupanya alat kontrasepsi yang satu ini bisa bantu mencegah kehamilan lho. Kondom umumnya berbahan dasar lateks dan dipasangkan pada penis laki-laki.

Setelah terpasang, kondom akan bekerja dengan cara menghalangi sperma agar tidak masuk ke vagina.

Dilansir dari Webmd, kondom tak hanya bekerja untuk mencegah terjadinya kehamilan, tapi juga melindungi Papa dari risiko penyakit menular seksual seperti herpes dan klamidia. Dimana manfaat yang satu ini mungkin tidak bisa didapatkan dari metode KB lainnya.

Namun saat menggunakannya, Papa perlu memastikan kondom terpasang dengan baik dan benar. Sebab jika tidak, kondom bisa dengan mudah rusak atau robek, sehingga fungsinya menjadi tidak optimal.

Vasektomi

Freepik/Peoplecreations

Pilihan KB untuk laki-laki berikutnya yaitu vasektomi atau yang dikenal juga sebagai proses sterilisasi pada laki-laki. Metode KB yang satu ini menggunakan teknik pemotongan saluran sperma, sehingga sperma tidak bercampur dengan air mani.

“Dengan metode tersebut (vasektomi), air mani tetap keluar. Tapi tidak ada spermanya,” jelas dr. Silvia.

Dokter Silvia menambahkan bahwa, vasektomi bisa dilakukan oleh siapa saja, baik laki-laki yang belum atau sudah memiliki anak.

“Biasanya untuk kondisi terapi atau program kontrasepsi seperti ini, karena sifatnya hampir paten (selamanya), pasien disyaratkan harus sudah punya anak. Tapi kadang ada juga yang tidak memerlukan hal tersebut. Jadi masih muda juga boleh vasektomi,” tambahnya.

Namun hingga saat ini, metode vasektomi belum begitu populer dikalangan masyarakat. Sebab masih banyak yang meyakini kalau vasektomi bisa menyebabkan efek samping pada performa seks dan libido laki-laki.

Padahal menurut dr. Silvia, meski sifatnya hampir permanen, laki-laki yang melakukan vasektomi masih bisa punya anak lagi. Tentunya dengan melakukan tindakan bedah untuk menyambung kembali saluran sperma.

“kalau mau punya anak lagi, kita bisa rekanalisasi yang dilakukan oleh kolega bedah urologi, nanti dia bisa nyambung lagi,” tutup dr. Silvia.

Nah itulah tadi Pa, pilihan KB untuk laki-laki yang aman dan bisa cegah kehamilan. Jika ragu untuk menentukan yang sesuai, Papa bisa lakukan konsultasi ke dokter ya. Dokter biasanya akan memberi masukan sesuai dengan kondisi tubuh Papa.

Baca juga:

The Latest