TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

6 Tips Memilih Kosmetik yang Aman untuk Ibu Hamil, Harus Lebih Teliti!

Perhatikan kandungan di dalam kosmetiknya

Unsplash/Laura Chouette

Tampil cantik di hadapan orang banyak menjadi hal yang normal bagi setiap perempuan, termasuk para ibu hamil. Misalnya seperti harus hadir dalam suatu acara formal, dengan pakaian yang rapi dan wajah yang ditimpa oleh makeup.

Sayangnya, bagi ibu hamil memilih kosmetik itu sangat perlu. Sebab, kandungan yang ada di dalam kosmestik tidak selalu bisa digunakan oleh ibu hamil.  

Hal itu menjadi keterbatasan untuk ibu hamil yang suka make up. Namun, jangan khawatir Ma. Berikut ini telah Popmama.com rangkum tips memilih produk kosmetik yang aman untuk ibu hamil dilansir dari Popbela.com.
 

1. Macam-macam kandungan dalam kosmestik yang harus dihindari oleh ibu hamil

Unsplash/Element5 Digital

Untuk memilih kosmetik, perhatikan terlebih dahulu kandungan yang ada di dalamnya. Tidak semua kosmetik mengandung bahan yang aman untuk ibu hamil. Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa kandungan pada kosmetik yang harus dihindari oleh ibu hamil:

  • Aluminum chloride hexahydrate merupakan kandungan yang biasa terdapat pada deodoran. 
  • Beta hydroxy acids mencakup Salicylic acid, 3-hydroxypropionic acid, trethocanic acid dan tropic acid. Kandungan ini biasanya ditemukan pada produk anti-jerawat.
  • Diethanolamine (DEA) meliputi oleamide DEA, lauramide DEA dan cocamide DEA, biasanya ditemukan pada produk perawatan tubuh dan rambut.
  • Formaldehyde sejenis formalin yang terdapat pada produk pelurus rambut, cat kuku, dan lem bulu mata. Produk kosmetik yang dipakai ibu hamil sebaiknya yang tidak mengandung formaldehyde, quaternium-15, dimethyl-dimethyl (DMDM), hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, sodium hydroxymethylglycinate, dan 2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol.
  • Hydroquinone umumnya ditemukan di produk pencerah kulit. Kandungan idrochinone dan quinol / 1-4 dihydroxy benzene / 1-4 hydroxy benzene juga harus dihindari oleh ibu hamil.
  • Paraben merupakan jenis pengawet yang dipakai pada produk kosmetik. Kandungan kimia berbahaya ini harus dihindari oleh semua pengguna termasuk ibu hamil.
  • Phthalates merupakan kandungan yang sering dicampur ke dalam produk wewangian sintetis dan cat kuku.
  • Retinol atau retinoid adalah turunan vitamin A yang sering dijadikan komposisi produk anti-aging.

2. Pemilihan sunscreen yang tepat

Unsplash/Onela Ymeri

Sunscreen adalah losion yang berfungsi untuk melindungi kulit dari bahaya paparan sinar matahari. Kebanyakan produk sunscreen ini mengandung bahan oksibenzon. Oksibenzon adalah salah satu senyawa filter UV yang dapat meningkatkan aktivitas sunscreen. 

Ternyata, kandungan tersebut cukup berbahaya bagi ibu hamil karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, terutama pada bayi berjenis kelamin perempuan.

Ibu hamil tetap boleh menggunakan sunscreen, tetapi yang mengandung titanium dioksida dan zinc oxide. Kedua bahan ini dapat melindungi kulit secara optimal tapi tidak sampai terserap ke dalam kulit.
 

3. Menggunakan produk untuk rambut yang mengandung bahan kimia

Unsplash/Andrea Donato

Merawat rambut memang dibutuhkan, akan tetapi tidak semua produk untuk rambut aman digunakan oleh ibu hamil. Misalnya seperti produk untuk mewarnai rambut, bahan kimia yang terkandung dalam cat rambut berpotensi untuk terserap oleh kulit. 

Tidak hanya cat rambut, ada juga hairstyling yang digunakan untuk meluruskan dan mengeriting rambut. 

Salah satu bahan kimianya adalah amonia, senyawa kimia yang biasanya ditemukan pada produk penataan rambut permanen, jika masuk ke dalam kulit maka senyawa amonia akan menyebabkan mual pada ibu hamil. 
 

4. Jangan memakai cat kuku selama hamil

Unsplash/DESIGNECOLOGIST

Tampil cantik juga didukung dengan kuku yang diwarnai warna-warna lucu. Sayangnya, saat masa kehamilan sebaiknya Mama menghindari penggunaan cat kuku untuk sementara waktu. 

Hal itu karena produk cat kuku mengandung phthalates, bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan nanti. 

Selain ada pada cat kuku, phthalates juga terkandung dalam hair spray. Oleh sebab itu, Mama juga perlu menghindari penggunaan hair spray selama kehamilan. 
 

5. Lebih berhati-hati dalam memilih obat jerawat

Unsplash/The Creative Exchange

Munculnya jerawat saat hamil adalah hal yang wajar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya hormon androgen. Hormon ini berfungsi untuk mendukung perkembangan janin. 

Jika Mama ingin mengatasinya dengan berbagai obat, perhatikan kandungan di dalam obat tersebut. Beberapa produk untuk perawatan jerawat mengandung asam salisilat atau salicylic acid. Ibu hamil disarankan untuk menghindari kandungan ini. 

Kandungan asam salisilat dapat memberikan efek pengelupasaan atau peeling pada kulit. Dari peeling tersebut, bisa memengaruhi kesehatan janin. 
 

6. Selalu utamakan untuk memakai kosmetik dengan kandungan bahan alami

Unsplash/Elsa Olofsson

Dari sekian banyak bahan kimia yang disarankan untuk dihindari sementara waktu demi janin di dalam kandungan, para ibu hamil dapat menggunakan kosmetik atau perawatan wajah dengan komposisi yang berasal dari bahan alami atau bahan organik.  

Beberapa produk untuk wajah mengklaim bahwa mereka menggunakan bahan alami dan minim penggunaan bahan kimia. 

Itulah dia enam tips memilih produk kosmetik yang aman untuk ibu hamil. Jadi, lebih baik hindari kosmetik yang mengandung bahan kimia ya, Ma! Hal ini dilakukan untuk kesehatan janin juga. 

Baca juga:

The Latest