TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tinggi Fundus Uteri Normal sesuai Usia Kehamilan yang Harus Mama Tau

Bisa dilakukan sendiri nih, Ma!

Pexels/Mikoto.raw Photographer

Fundus uteri merupakan titik tertinggi dari rahim. Sedangkan, tinggi fundus uteri sendiri adalah jarak antara puncak tulang panggul hingga ke bagian paling atas perut saat hamil.

Salah satu cara untuk mengetahui kehamilan dan memantau perkembangan janin di dalam rahim adalah dengan mengukur tinggi fundus. Normalnya, tinggi fundus uteri menyesuaikan dengan usia kehamilan. 

Mengukur tinggi fundus uteri dapat mendeteksi kondisi kehamilan mama. Memperkirakan dan menghitung usia kehamilan dapat Mama lakukan dengan menghitung tinggi rahim.

Beriku Popmama.com telah merangkum tinggi fundus uteri (TFU) sesuai usia kehamilan dan cara mengukurnya. Simak, yuk, Ma!

1. Meningkat sesuai usia kehamilan

Freepik/jcomp

Tinggi fundus uteri atau tfu ibu hamil akan semakin meningkat seiring dengan usia kehamilan. Biasanya peningkatan yang tinggi terjadi saat kehamilan trimester ketiga.

Normalnya, tfu sesuai usia kehamilan 22-28 minggu adalah 24-25 cm, 30 minggu adalah 29,5 cm, 32 minggu adalah 30 cm, 34 minggu adalah 31 cm, dan usia kehamilan 35 minggu akan memiliki tinggi fundus uteri sekitar 31-32 cm. Berat badan mama juga akan bertambah 0,5 kg per minggu atau sekitar 6,5 hingga 16 kg selama kehamilan. 

Jika peningkatannya kurang dari 0,5 kg per minggu, pastikan Mama mendapat nutrisi yang cukup.

Tetapi jika peningkatan lebih dari 0,5 kg perminggu, periksakan kondisi mama, dikhawatirkan adanya diabetes melitus, air ketuban terlalu banyak, atau ukuran bayi yang terlalu besar.

    2. Cara mengukur tinggi fundus uteri

    Freepik/biancoblue

    Biasanya tinggi fundus uteri tfu berdasarkan usia kehamilan akan diperiksa oleh dokter saat trimester kedua dan trimester ketiga. Namun, Mama juga bisa melakukannya sendiri di rumah. Berikut cara yang bisa Mama lakukan untuk mengukur tinggi fundus uteri:

    1. Sebelum memulai, lebih baik untuk membuang air kecil terlebih dahulu agar kandung kemih menjadi kosong.

    2. Buka pakaian mama, dan berbaringlah di atas permukaan yang rata.

    3. Lalu, cari tulang kemaluan mama atau bagian pubis. Bentuknya seperti tulang punggung yang kecil. Bagian pubis terletak di atas area kemaluan. Jika tertutup oleh rambut kemaluan, Mama bisa menekannya perlahan dengan jari.

    4. Setelah menemukan bagian pubis, Mama harus mencari bagian fundus.

    5. Kemudian, carilah bagian fundus. Bagian ini terletak di atas uterus, yang biasanya ada di sekitar pusar. Dengan perut yang rileks, Mama dapat memijat lembut area di atas dan di bawah pusar. Biasanya, sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu, fundus terletak di bawah perut. 

    6. Kemudian ukur panjang dari bagian pubis sampai ke bagian fundus dengan menggunakan meteran pita.

    3. Hal yang harus diwaspadai

    Pixabay/andreiavorpagel

    Jika Mama memiliki riwayat fibroid atau adanya daging tumbuh non-kanker pada rahim, pengukuran tinggi fundus uteri tidak selalu akurat lho, Ma. Begitupun jika mengidap obesitas atau sedang hamil kembar.

    Ketinggian fundus uteri yang lebih besar atau kecil dapat menunjukkan adanya kondisi bayi di dalam perut yang berukuran besar daripada rata-rata, pertumbuhan janin yang lambat, dan terlalu banyak atau sedikitnya cairan air ketuban. 

    Jika memiliki tinggi fundus yang tidak sesuai dengan usia kehamilan, Mama akan direkomendasikan untuk melakukan USG agar mengetahui dengan pasti penyebab terjadinya hal tersebut.

    4. Tinggi fundus uteri yang dinyatakan terlalu kecil

    Freepik/rawpixel.com

    Tinggi fundus uteri dikatakan kecil jika ukurannya tiga cm lebih kecil dari ukuran normal. Dikhawatirkan usia kandungan lebih muda dari yang sebenarnya.

    Pemeriksaan USG akan dianjurkan untuk mengetahui adanya kemungkinan air ketuban yang terlalu sedikit atau janin yang terhambat berkembang.

    Nah, itulah penjelasan mengenai tinggi fundus uteri atau tfu sesuai usia kehamilan dan cara mengukurnya. Agar lebih akurat, Mama bisa langsung memeriksakannya ke dokter, ya!

    Semoga kondisi mama dan bayi sehat selalu, ya!

    Baca juga:

    The Latest